Tuesday, December 31, 2013

Goodbye 2013, Welcome 2014

Wuih, tidak terasa tahun 2013 tinggal sedikit lagi berlalu, dan sebentar lagi kita sampai di tahun 2014. Bagi saya, perjalanan 1 tahun ini terasa begitu cepat, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2013 ini, meskipun tidak semuanya berjalan mulus dan semua harapan terwujud, namun saya cukup bangga dengan pencapaian tahun ini. Berbagai insight dan pemahaman baru telah didapatkan, begitu juga dengan beberapa prestasi yang tidak pernah terbayangkan bisa saya capai sebelumnya. Tahun ini, saya berhasil mendobrak berbagai batasan diri yang ada sebelumnya. Menulis dan bernyanyi, dua hal yang seumur hidup begitu saya cintai dan memuaskan pribadi, ternyata mendapatkan apresiasi di tahun 2013 ini. Maksud saya, lebih dari sebelumnya. Menjadi juara 3 XL Awards 2013 di Bulan November dan mendapatkan apresiasi dari General Manager Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan dan Kepala Divisi Pembangkitan karena performa saya di acara Go Live IMAP di Bulan Desember ini benar-benar terasa sebagai ‘sesuatu’. Bukan karena seberapa besar apresiasi ini, tapi karena saya tidak pernah membayangkan bahwa apa yang saya anggap biasa ternyata dianggap 'sesuatu' oleh orang lain. Dan semua ini tidak akan pernah terjadi tanpa suami saya yang selalu dan selalu mengingatkan, bahwa saya punya sesuatu dan harus menampilkan sesuatu itu.

Itu cerita manis tahun 2013 ini, tapi tentu juga ada cerita asam, asin dan pahitnya juga yang melengkapi. Tahun ini, saya masih gagal dalam beberapa hal. Sebut saja kebiasaan ‘motek’ kuku yang belum juga hilang sampai sekarang, kurang disiplin waktu, beberapa kali merasa terlalu emosional pada Ganesh atau pada suami (OK, it’s humanly, but still I want to be better), suka lupa telpon orang-tua, dan banyak lagi. Bismillah, semoga saya bisa memperbaikinya tahun 2014 nanti… Amiin :)

OK, di penghujung tahun 2013 ini, saya kembali bermain-main dengan warna untuk membuat pengumuman dan undangan acara Malam Pergantian Tahun 2014 di kantor, seperti ini:

Pengumuman Acara Malam Pergantian Tahun 2014
Tanggal 31 Desember 2013
Program yg digunakan: Edraw Max; Colorzilla; Microsoft Publisher
Fonts: Special Elite; Stencil; La Unica; Hornswoggled

Friday, December 27, 2013

Pertamax Moral Education

Membicarakan mengenai Pertamax, sebenarnya saya sudah dikenalkan bahwa bahan bakar ini lebih unggul daripada Premium oleh bapak yang seorang montir. Waktu itu, bapak berpesan untuk sebisa mungkin mengosongkan tangki bahan bakar setiap minggu untuk diisi full dengan Pertamax. Menurut beliau, cara itu akan membantu membersihkan organ-organ yang dilewati bahan bakar, sehingga kondisi motor akan lebih prima. Waktu itu, saya sih percaya saja, karena saya memang tidak terlalu tertarik dengan dunia permesinan dan bapak saya anggap cukup mumpuni dalam dunia ini.

Sekarang, saat menulis artikel ini dan googling ke beberapa situs, saya menemukan bahwa memang Pertamax maupun Pertamax Plus memiliki keunggulan dibandingkan dengan Premium sebagai sesama bahan bakar kendaraan bermesin bensin. Berikut data yang saya sarikan dari PertaminaRetail.com dan Motorku.info:

Perbandingan antara Premium, Pertamax dan Pertamax Plus
Sumber data: PertaminaRetail.com1 dan Motorku.info2

Pertamax dan Pertamax Plus memang memiliki keunggulan dibandingkan Premium. Namun demikian, meskipun lebih irit, ramah pada mesin dan ramah pada lingkungan, kedua bahan bakar ini jauh lebih tidak populer dibandingkan Premium. Sebagai gambaran, kita bisa melihat data yang diungkapkan Sales Representatif Pertamina DIY Fanda Chrismianto kepada HarianJogja.com pada 4 November 2013 lalu. Kala itu, Fanda menyebutkan bahwa market share Pertamax waktu itu hanya 2% dibandingkan Premium. Iya, 2% saja! Dan menurut saya itu jumlah itu sangat kecil dari seharusnya, dengan mengamati berapa banyak mobil-mobil baru yang bersliweran di jalan setiap hari. Para pengemudi mobil-mobil ‘bagus’ itu tentu tahu dong, kalau Premium itu adalah bahan bakar bersubsidi yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang tidak mampu?

Friday, December 13, 2013

Bersih-Bersih Menyambut Tamu ;)

Iya, tanggal 19 Desember 2013 nanti unit kami akan kedatangan banyak tamu! Dalam rangka Go Live IMAP; diantaranya Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera, Direktur PT. PJB dan Manajer Sektor dalam satu unit induk. Karena itu, Jumat besok massa akan dikerahkan untuk bersih-bersih kantor dan lingkungannya. Bukannya kami tidak pernah bersih-bersih sih, cuma kalau mau kedatangan tamu seperti ini harus kami harus lebih serius berbenah dong

Ehem, dan lagi-lagi saya pun kebagian tugas membuat pengumuman :D Seperti ini hasilnya…

Pengumuman Jumat Bersih Menyambut Tamu
Tanggal 13 Desember 2013
Program yg digunakan: Microsoft Publisher; CollorZilla
Fonts: Special Elite; Stencil; Broadway
Gambar diambil disini

Monday, December 9, 2013

Ganesha’s First Durian Season

Sebenarnya bukan musim durian pertama sih, tapi ini adalah pertama kalinya Ganesh ikut menikmati perburuan mencari durian sampai akhirnya mencicip buah fenomenal itu :D

Malam itu sebenarnya sudah cukup larut, pukul 21:00 WIB, kami akhirnya memutuskan keluar untuk mencari durian. Awalnya sih berencana untuk mencari ke Muara Enim, karena malam sebelumnya kami sempat lewat banyak tumpukan durian yang menggiuarkan pada saat makan malam bertiga. Tapi, karena tidak ada tandem yang memadai untuk pesta durian, akhirnya suami memutuskan untuk mencari di pasar dekat rumah saja. Buat tombo kepengen saja, nanti lain kali ada partner baru benar-benar berburu ke Muara Enim. Hihi, kebetulan saya sudah tidak terlalu berminat dengan durian setelah beberapa tahun lalu KKN di wilayah penghasil durian, sehingga hampir tiap hari disuguhi buah itu.

Dari awal perjalanan, seperti biasa Ganesh sudah excited sendiri. Apalagi sampai di tempat dan mencium bau durian yang kuat, langsung dia berkomentar, “Bau duren ya Mama… Coba Mama cium…”, katanya sambil mengendus-endus. Begitu turun dan dihadapkan dengan tumpukan durian, dia beberapa kali ingin memegang dan mencium si buah berduri itu. Dan tentu saja saya larang demi keamanan, hihi, bagaimana kalau si duri itu nancep di hidung Ganesh coba. Karena cuma diijinkan menonton, sepertinya Ganesh sih bosan. Sampai, beberapa kali dia bertanya, “Mama, sudah belum?”, sementara Papanya masih asyik memilih durian yang mau dibeli. Sampai akhirnya dia benar-benar bosan dan menuju ke arah mobil :D. OK Ganesh, mari kita pulang, suami saya pun menyegerakan memilih durian-duriannya.


Papa sibuk milih durian, Ganesh observasi aja :D
No, you can’t touch that Ganesh…
Apalagi mau cium, big no-no ya!

Thursday, December 5, 2013

We Love Performing

Hmm, setelah dua hari penuh benar-benar tidak bisa beralih dari pekerjaan kantor untuk membuka jendela Microsoft Word dan menulis… Akhirnya hari ini ada sedikit waktu luang sebelum, ada deadline lain mendekat. So, saya ingin cerita sedikit tentang kegiatan kami bertiga semalam. Yes, we did some performing last night! Meskipun sedikit mengantuk, we did it great! Or at least we’re happy on that stage :D

Malam itu sebenarnya Ganesh sedang asyik nonton film nomor dua kesukaannya, ‘Finding Nemo’ (film kesukaan nomor satu masih ‘Cars’) dan saya sendiri bermalas-malasan nglungker di belakangnya sambil sesekali mengajak Ganesh ngobrol. Beberapa meter dari rumah, teman-teman saya sedang asyik bernyanyi di studio musik kantor. Oh ya, kami tinggal di komplek perumahan perusahaan, sehingga jarak kantor, rumah dan fasilitasnya relatif dekat. Beberapa kali sahabat saya mengirimkan pesan, merayu kami untuk ikut bergabung. Dan singkat cerita, setelah tarik ulur selama hampir dua jam, kami pun datang dengan bersemangat! Setelah dijanjikan bahwa keyboardisnya bisa main lagu ‘If I Ain’t Got You’-nya Alicia Keys. Ceritanya saya bosan, setiap kali ada acara semacam ini, pasti lagu yang nyambung cuma ‘Hero’-nya Mariah Carey ×_×.

OK, sampai disana, kami bertiga langsung disambut hangat oleh sahabat saya tersebut, kami duduk-duduk sebentar menikmati teman-teman yang bernyanyi, sampai akhirnya bisa naik ke panggung. Haha, jangan dibayangin panggung beneran ya, ini cuma studio musik kecil kok :D. Tapi, tidak masalah, we’re just enjoy performing. Yes, me and Ganesh together in that stage, like this


Menghayati sekali si Ganesh ya?
Tetott! Sayang sekali, dia sebenarnya sedang asyik 
mengamati kipas angin yang berputar-putar di atasnya :D

Sunday, December 1, 2013

‘Kudang’: Javanese Jig for Baby?

Karena bingung dengan definisi baku kata ‘kudang’ dari Bahasa Jawa, akhirnya saya beri judul tulisan ini seperti di atas. Saya tidak tahu, apakah pelafalan saya yang salah, ataukah memang kata ini belum terindeks di Kamus Bahasa Jawa yang ada, tapi saya benar-benar tidak menemukan arti kata ini melalui Google Search. Yang saya temukan malah ‘kudang’ itu diterjemahkan menjadi ‘sadly’ dalam Bahasa Inggris…

Bukan ‘kudang’ ini yang saya maksud :(

Dan sayang sekali, bukan ‘kudang’ itu yang saya maksud. ‘Kudang’ yang saya maksud adalah semacam senandung riang yang didendangkan oleh orang untuk bayi-bayi supaya mereka terhibur dan berjingkrak-jingkrak. Kalau menurut @KamusJawaID, 'kudang' itu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi 'timang'. Nah, kalau ini lebih bisa diterima, hanya saja menurut saya 'kudang' itu memiliki melodi yang selalu ceria, sementara 'timang' tidak. Mungkin, teman-teman lain yang berasal dari Jawa khususnya Jogja bisa memberikan definisi yang lebih terbayangkan dari ini ya :D. Lirik dan melodi dalam kudangan sendiri tidak memiliki batas, mulai dari yang memiliki arti sampai yang hanya berupa bunyi-bunyian. Misalnya seperti ini: (dendangkan dengan ceria ya…) “Anak mama pinter banget! Anak mama pinter banget!” atau “Tak kintong kintong! Tak kintong kintong!”. Bagi yang tidak pernah tinggal di lingkungan Jawa kira-kira sudah bisa menangkap apa itu kudang belum ya? Hihi :D

Jadi ceritanya ada cerita spesial tentang kudang yang ingin saya dokumentasikan disni. Iya, karena dulu saya pernah dikudang dan sekarang pun ternyata juga saya seringkali mengkudang Ganesh dengan senandung gubahan saya sendiri. Beberapa waktu yang lalu, seorang paman yang saya panggil Om Dono menulis sebuah pesan melalui akun Google+ nya, seperti ini:

“Dikintong-kintong Mamak”
Kata-kata 'kintong-kintong' seringkali didendangkan
‘Mamak’ (panggilan Bude) untuk menenangkan saya

Wednesday, November 27, 2013

Senam ber-Dresscode!

“Oh ya Mbak, lupa, tadi Pak Rusman pesen minta dibikinin pengumuman senam buat Hari Jumat nanti… Harus pake baju training yang kemarin dibagi Mbak…” Hari sudah tidak bisa disebut pagi lagi saat Mbak Elva, rekan seruangan saya menyampaikan order pengumuman dari Pak Rusman hari ini. Tapi, tidak apa-apa, pekerjaan saya sedang santai dan tidak dikejar deadline, jadi saya bisa santai mengerjakannya. Here we go

Saya mulai desain kali ini dengan mencari gambar yang sesuai. Awalnya sih berpikir untuk mencari gambar orang yang menggunakan training olah raga. Tapi karena tidak kunjung ketemu, akhirnya nyasar ke gambar pria gendut lucu ini, yang ternyata disebut ‘cartoon referee’. Gambarnya ekspresif sekali, saya jadi terbawa mood ingin membuat sesuatu yang terkesan ekspresif dan lain dari biasanya. Maka, jadilah pengumuman ini… Pengumuman dengan bahasa dan tata letak yang sangat santai namun ekspresif :)

Monday, November 25, 2013

XL Awards 2013: First Awarding Moment

Minggu pertama Bulan November 2013 benar-benar minggu yang penuh dengan kejutan, baik yang mengejutkan secara positif maupun sebaliknya. Just shocking, karena tidak ada diantaranya yang berpengaruh secara langsung pada diri saya; it’s about them, not me… Saya cuma penonton saja. Sampai pada Hari Jumat tanggal 8 November 2013, hari masih cukup pagi saat saya mendapatkan telepon dari nomor asing yang mengabarkan bahwa karya saya “Merajut Mimpi Bersama Jaringan 3G” berhasil masuk tiga besar dalam XL Awards 2013! Wow, benarkah?! Benar-benar tidak percaya, karena jujur saja tulisan itu menurut saya tidak terlalu istimewa dan membuatnya pun cukup dadakan. Saking sureprised-nya saya sampai tidak bisa mencerna penjelasan Mas Okta XL Awards tentang lokasi dan waktu acara (benar-benar payah ya!). Dan saya pun minta dikirimkan email saja, yang ternyata emailnya tidak segera datang :(. Bayangkan kegalauan saya saat menunggu email sakti itu, berkali-kali saya berpikir kalau saya salah dengar :(.

Sampai akhirnya sekitar jam 19.00 WIB saya kembali menghubungi Mas Okta dan dia janji akan mengirimkan email undangan 5 menit lagi. Iya, pasti panitia sedang sibuk menghubungi undangan dari 6 kategori yang dilombakan, yang menurut perkiraan saya pihak XL Awards mengundang 10 besar dari masing-masing kategori. Berarti mereka menghubungi 60 orang dalam waktu 1 hari, hmm, memang cukup makan waktu. Apalagi kalau ada banyak orang yang ribet seperti saya, balik telpon untuk memastikan, hehe :D.

Potongan Undangan Pengumuman Pemenang XL Awards 2013

Lima menit berlalu, dan tada! Emailnya benar-benar datang. Hari Senin, jam 11 siang di Jakarta… hmm, ternyata butuh effort yang cukup besar untuk hadir; sebut saja mengurus cuti, tentang Ganesh dan juga teman dating di acara tersebut. Iya, saya ini payah sekali soal navigasi plus suka pelupa, jadi butuh teman sebagai penunjuk arah :D. Ribet, apa lebih baik diwakilkan saja ya? Duh, tapi sayang sekali rasanya harus melewatkan momen seperti ini lagi. Bulan Juli 2013 lalu saya sudah mewakilkan kehadiran saya pada saudara sepupu saya untuk menerima penghargaan sebagai Juara 1 Blog Competition (read the post here) yang diadakan oleh Teach for Indonesia bekerjasama dengan beberapa instansi. Nyatanya menang lomba menulis itu gampang-gampang susah dan unpredictable, entah kapan lagi bisa menang. Yup, saya memutuskan untuk hadir :).

Perjuangan dimulai dengan menghubungi atasan saya untuk minta ijin cuti dua hari and goal! Setelah itu, hunting tiket, yap another goal! Sekarang mulai mencari teman nge-date, hmm, yang ini cukup alot… Karena acara diadakan Hari Senin, sudah pasti kebanyakan teman dan saudara saya masuk kerja. Tapi untungnya saya teringat pada Bude saya, beliau seorang guru. Pengalaman saya, ada kalanya guru tidak banyak mendapat jam pelajaran dalam satu hari, mari kita coba! And.. finally it’s a goal too! Bude saya bilang dia cuma piket di hari itu, jadi bisa ijin untuk mengantar saya. Yuhuu! Soal Ganesh juga solved! Saya akan mengajaknya bersama pengasuh ke Palembang, meninggalkan mereka berdua sementara saya terbang dengan pesawat paling pagi dan kembali dengan pesawat paling malam. Artinya, saya hanya meninggalkannya satu hari saja. Soal keperluan logistik Ganesh dan pengasuh, juga bisa diatur, saya bisa minta tolong dengan penjaga penginapan langganan kami di Palembang.

Wednesday, November 6, 2013

Pesta, Ajak si Kecil atau Tidak ya…

Hari ini, Selasa 1 Muharram 1435H… Mungkin karena libur, ternyata ada undangan resepsi pernikahan dari seorang teman. Seperti biasa, pagi ini kembali terjadi perbincangan antara saya dan suami dengan tema, ‘Ajak Ganesh atau ga ya?’. Pertanyaan ini selalu ada sejak Ganesh berusia kurang lebih 6 bulan, karena sejak usia ini kami mulai berpikir bahwa dia sudah bisa diajak ke acara semacam itu, just like his peers.

Entah kami yang terlalu khawatir atau apa, tapi mengajak Ganesh ke acara ‘semacam itu’ bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan tanpa pertimbangan matang sebelumnya.

‘Semacam itu’ refers to situasi yang ramai dengan ratusan tamu, suara sound system yang menggelegar dan tentunya suhu udara yang kadangkala tidak nyaman; well itu jelas bukan situasi yang nyaman, apalagi untuk seorang anak menurut saya. Iya, karena anak belum bisa mengkomunikasikan dengan jelas ketidaknyamanannya atau melakukan tindakan tertentu untuk mengurangi rasa tidak nyamannya. Misalnya nih, kalau kita kepanasan lalu cari kipas, atau kalau merasa berisik kemudian menutup telinga atau menjauh.

Itu pertimbangan pertama, selain itu, hal kedua yang membuat saya ragu untuk mengajak Ganesh adalah karena karakter dan perangainya. Ganesh adalah anak yang punya ide dan kemauannya sendiri, artinya kalau mengajak dia ya harus siap dengan kemungkinan terburuk; yaitu dia meninggalkan lokasi resepsi dan memilih untuk bermain di halaman gedung (misalnya). Yah, kalau acaranya tidak terlalu formal dan lokasinya memungkinkan untuk hal semacam itu, baru Ganesh bisa diajak, kalau tidak ya berdua lagi deh :D.

Pertimbangan ketiga adalah lamanya acara dan lamanya Ganesh akan ditinggalkan. Ada kalanya kami kondangan keluar kota dan harus menginap… Nah, kalau begini sih, saya sudah pasti tidak bisa dikompromi lagi akan mengajak Ganesh dengan segala konsekuensinya. Saya paling tidak bisa meninggalkan anak sampai malam, jadi meskipun ribet, saya akan mengajaknya. Titik! :D. Tapi, kalau acaranya masih di dalam kota dan tidak terlalu lama, maka tergantung poin satu dan dua.

Seperti kondangan hari ini; karena acaranya cuma sekitar 3 jam termasuk perjalanan (kami sengaja datang mepet acara selesai :D), tempatnya semi outdoor (pasti sound system-nya kenceng) dam perkiraan tamu bakalan banyak. Acaranya sendiri meskipun formal sebenarnya masih memungkinkan Ganesh untuk keluar arena dan bermain, tapi lokasinya yang panas dan di pinggir jalan, sepertinya tidak terlalu pas untuk bermain. Jadi, akhirnya kami sepakat untuk pergi berdua saya… Biarkan Ganesh di rumah bersama simbah pengasuh, toh hanya 3 jam kan…

“Lalu, kalau Ganesh tidak diajak, di rumah sama siapa dong?” Alhamdulillah kami mempunyai pengasuh yang sangat sabar. Jadi, Ganesh aman di rumah sementara kami kondangan. Dia bisa bermain, bisa makan menu rumahan kesukaannya tepat waktu dan tidak perlu rewel karena suasana yang tidak nyaman. 

“Ganesh di rumah dulu ya…
Mama sama Papa cuma sebentar kok :*”


Saturday, November 2, 2013

Keluarga ‘Si Bolang’ Pergi ke Mal

Ya, ‘Si Bolang’ rasanya sebuah julukan yang tepat untuk Ganesh karena kesehariannya… Iya, benar, setiap hari memang Ganesh ngebolang kok :D. Kami memang tinggal di sebuah kota kecil bernama Tanjung Enim, sebuah kota yang dibelah oleh sebuah Jalan Lintas Sumatera. Hmm, jangan membayangkan jalan ini sebesar jalan lintas propinsi di Jawa ya… Jalan ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Jalur Pantura, meskipun kendaraan yang melintas tidak kalah besar. Secara Tanjung Enim terkenal dengan tambang barubaranya, jadi otomatis banyak truk pengangkut batubara dan alat berat yang melintas di jalan kelas III ini.Lho… ini kok malah jadi curhat soal kota kami ya :D.

Kembali ke topik awal… Dengan keadaan kota yang cukup lengang ini, otomatis Ganesh punya banyak tempat yang bisa dijelajahi setiap harinya; sebut saja TK Electrina yang berada tepat di sebelah rumah kami, sapi yang suka parkir di gerbang komplek, tanaman putri malu yang tumbuh liar di kanan kiri jalan dekat rumah, rumah tetangga kecil temannya main, dan banyak lagi. Berikut ini adalah beberapa foto aktifitas Ganesh sehari-hari:

Main Tanah & Ngobrol sama Kucing
Main Air & Kemah-kemahan
Jemput Mama Pulang Kantor & Observasi Bekicot
‘Berangkat Sekolah’

Thursday, October 31, 2013

Ekspedisi 68

Inginnya sih begitu judul acara jalan santai yang akan diadakan pada Hari Jumat tanggal 1 November 2013 nanti. Jalan santai yang akhirnya disebut “Jalan Sehat” ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke 68 tanggal 27 Oktober 2013 lalu. Rutenya cukup pendek, yaitu dari Gedung Serba Guna PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Bukit Asam menuju ke unit pembangkit yang berjarak 1 Km dan dilanjutkan tawaf mengelilingi area pembangkit yang menurut perkiraan saya berjarak 1 Km. Pesertanya sendiri cukup banyak; yaitu Pegawai dan keluarga, serta Tenaga Alih Daya… yah, prediksi saya sih ada lebih dari 300 orang yang akan berderet menyusuri jalanan pada hari itu. Dalam bayangan saya, keadaan itu seperti sekumpulan penduduk pada jaman berburu dan meramu (pelajaran sejarah SMA) yang sedang mencari lokasi baru untuk menetap :D. Penuh misteri, tantangan dan hal baru… kata ‘ekspedisi’ sangat sesuai menurut saya…

Pengumuman “Jalan Sehat”
Jumat, 1 November 2013 
Program yg digunakan: Microsoft Publisher & CollorZilla
Fonts: Missed Your Exit; Archistico; Another Typewriter
Gambar diambil disini*

Monday, October 21, 2013

Mendidik Seorang Pemimpin: It Takes a Village…

Dulu semasa mengikuti kuliah Psikologi Perkembangan, dosen saya pernah bercerita bahwa untuk mendidik seorang anak menjadi seorang pribadi yang utuh sungguh bukan pekerjaan yang sederhana. Beliau waktu itu menggambarkan untuk mendidik seorang anak membutuhkan ‘penduduk sebuah desa’, sebagaimana buku karangan Hillary Clinton pada tahun 1996; ‘It Takes a Village: And Other Lessons Children Teach Us.’ Waktu itu, saya merasa cukup dapat menangkap pesan yang disampaikan dosen saya tersebut; namun sekarang, pada saat saya menjalani sendiri menjadi seorang ibu, saya bary sadar sepenuhnya bahwa mendidik seorang anak-anak benar-benar bukan pekerjaan yang sederhana. Ini adalah pekerjaan yang melibatkan begitu banyak aspek, it do takes a village dan ini adalah hal yang bersifat holistik.

BAKAT VS LINGKUNGAN
Bagi saya, mendidik anak menjadi seorang pemimpin, berarti mengupayakan segala cara yang mengoptimalkan bakat (aspek genetis) anak saya. Setiap anak itu unik. Sejak masa konsepsi mereka sudah memiliki gen yang membawa potensi masing-masing; potensi pertumbuhan (karakter fisik) dan juga potensi perkembangan (karakter psikologis). Setiap anak, sejak dalam kandungan sudah memiliki blue-print pertumbuhan dan perkembangan masing-masing; bisa menjadi apa kelak pada saat mereka dewasa. ‘Bisa menjadi apa’ bukan ‘akan menjadi apa’ bakat ini hanya bahan baku, sedangkan akan menjadi apa bahan baku ini tergantung bagaimana lingkungan menempanya. Ibaratnya tepung terigu, akan menjadi cake yang lezat atau teronggok begitu saja hingga berbau apek itu tergantung pengolahannya (hanya perumpamaan). Seorang anak bisa saja memiliki bakat untuk memiliki tinggi badan 170 cm, namun karena malnutrisi, bisa jadi dia mentok di 150 cm. Sama halnya dengan seorang anak yang memiliki potensi verbal di atas rata-rata, namun karena kurangnya stimulasi menjadi biasa-biasa saja. Bagaimana, setuju kan dengan pendapat saya? Lalu bagaimana usaha saya mengoptimalkan bakat yang dimiliki Ganesh, berikut yang saya lakukan…

Pertumbuhan. Anak yang sehat dan tumbuh optimal sudah pasti harapan setiap ibu, termasuk juga saya. Karena itu, sejak dinyatakan positif hamil, sejak itu juga saya mulai memberikan perhatian ekstra pada asupan nutrisi. Googling-googling dan mencari tahu apa yang baik dan buruk untuk perkembangan bayi dalam kandungan. Dari hasil googling tersebut, mulailah saya mensortir makanan apa saja yang masuk kategori ‘big no!’, sebaiknya dihindari dan baik untuk dikonsumsi. Berikut adalah daftar contoh makanan yang masuk dalam kategori saya tersebut:

Kategori Makanan/Zat Ibu Hamil Versi Saya
‘Makanan’ termasuk zat yang masuk ke tubuh lainnya

Friday, October 18, 2013

Ganesha’s ‘Bye Bye Nenen’ Moment…

Dulu, setiap kali memandangi Ganesh berusaha ‘nenen’ pada saya yang waktu itu masih kaku memberikan ASI untuknya; saya selalu berpikir, jika dia sedang merasa kesepian dan rindu dengan kenyamanannya semasa dalam kandungan… tempat dimana dia mendapatkan segala yang dibutuhkannya tanpa perlu ‘berusaha’. Sedih dan terharu rasanya… (sambil menarik nafas panjang). Setelah itu, kembali perasaan yang sama muncul saat harus kembali bekerja dan mulai melatih Ganesh untuk minum ASI dengan media lain (waktu itu akhirnya menggunakan soft cup feeder karena Ganesh menolak menggunakan botol dot). Dia lagi-lagi harus beradaptasi untuk belajar melepaskan rasa nyamannya saat nenen pada waktu-waktu tertentu, dan tentu saja itu membuatnya protes dan menangis…

“Dalam perjalanan hidup manusia, belajar meninggalkan kenyamanan terkadang harus dilakukan untuk sampai pada titik nyaman yang lain,” itulah yang saya rasakan waktu itu dan itu pula yang kemudian membuat saya menguatkan hati untuk menghadapi tangis-tangis lain Ganesh dalam proses belajarnya. Hmm, tapi tentu saja bukan lantas main kejam-kejaman kaya ibu tiri di cerita Cinderella ya… :D. Maksud saya adalah bahwa dalam perkembangan hidup anak, mau tidak mau, dia harus terus berkembang, dan di dalamnya terkadang membutuhkan perubahan yang terasa tidak nyaman pada awalnya. Nah, tugas kita sebagai orang-tua adalah membimbing dan membantu anak melalui proses itu… proses beradaptasi setelah dilahirkan, proses penyapihan, proses berada di sekolah sendiri, dan seterusnya sampai akhirnya dia menjadi seorang anak yang mandiri. Panjang ya… Tapi percaya deh, perlahan-lahan tanpa kita sadari satu demi satu masa itu akan sampai juga.

Foto Ganesh dari Usia 4 Bulan Hingga 2 Tahun 2 Bulan
Kalau dibandingin begini, baru keliatan kalau dia memang semakin besar :*

Sunday, October 13, 2013

Kebijaksanaan dalam Sebuah Kecantikan

Arimbi
Tokoh Wayang Istri dari Werkudara
Dalam Cerita Kuno Jawa
Gambar dari sini1

“Bathuke nyela cendhani, alise nanggal sepisan; kulite ngulit langsep; mripate ndamar kanginan; pipine nduren sajuring; irunge ngudhup mlathi; lambene manggis karengat…”

Semua wanita pasti ingin cantik. Tapi, cantik itu sebenarnya seperti apa sih? Hmm, kalau secara normatif sih, cantik itu berarti memiliki penampilan sesuai dengan gambaran ideal yang ada di masyarakat. Contohnya ya seperti istilah Jawa untuk menggambarkan wajah yang ideal di atas; dahi yang indah, proporsional, dan bercahaya seperti terbuat dari pualam; alis yang sempit memanjang, tipis dan rapi seperti bulan pada tanggal satu; kulit yang kekuningan seperti buah langsat; mata yang bercahaya seperti nyala lampu minyak yang bergerak-gerak tertiup angin, pipi yang montok, halus, putih kekuningan seperti buah durian; hidung yang mancung runcing seperti kuncup bunga melati; dan bibir yang merah merekah seperti buah manggis2. Wah, tidak terbayang cantiknya seorang wanita dengan wajah seperti itu, mungkin penggambarannya seperti tokoh pewayangan wanita Srikandi atau Arimbi ya… Kira-kira ada kah seorang wanita yang begitu beruntung memiliki wajah sempurna seperti itu? Saya yakin ada! Meskipun mungkin dalam interpretasi yang berbeda-beda.

KEBIJAKSANAAN DALAM SEBUAH KECANTIKAN
Menjadi cantik sudah barang tentu merupakan impian setiap wanita, sama halnya dengan saya. Hal inilah yang mendorong (hampir) setiap wanita berusaha untuk tampil cantik sesuai dengan definisinya masing-masing. Apakah ini hal yang negatif? Hmm, bisa ‘ya’, bisa juga ‘tidak’… Ada banyak hal yang terkandung dalam usaha kita untuk tampil cantik yang bisa membawa kepada kebaikan maupun keburukan; berikut pendapat saya…

Niat dan Alasan yang Baik. Segala sesuatu, insyaallah akan menjadi baik jika didasari oleh niat dan alasan yang baik, begitu juga usaha untuk tampil cantik. Berusaha tampil cantik untuk kepentingan profesional pekerjaan yang halal menurut saya adalah alasan yang sangat tepat, apalagi tampil cantik untuk suami kita, itu wajib dilakukan! Meskipun suami menerima kita (istrinya) apa adanya, tapi adalah hal yang positif bukan untuk membuatnya kagum dan bangga karena istrinya selalu berusaha tampil cantik :). Demikian juga dalam dunia kerja, misalnya saja saya yang mengemban amanah perusahaan sebagai HR & Admin Officer; yang nota bene banyak berhubungan dengan pegawai lain, tentu penampilan merupakan hal yang penting. Karena dalam pekerjaan, saya bertugas merepresentasikan perusahaan kepada pegawai di dalamnya; dan tidak mempedulikan penampilan merupakan suatu bentuk ketidaksetiaan saya pada amanah yang diberikan perusahaan.

Didasarkan pada Kebutuhan Penampilan Kita. Cantik memang berhubungan erat dengan preferensi seseorang; ada kalanya seseorang menganggap wanita berkulit putih itu cantik, tapi ada pula yang lebih suka memiliki kulit sawo matang yang eksotis. Menurut saya pribadi, sesungguhnya setiap wanita memiliki potensi cantiknya masing-masing, dimana potensi inilah yang harus kita maksimalkan dengan berbagai cara yang ada. Mengenai make up misalnya; kita harus selalu merujuk pada kondisi kulit dan kebutuhan penampilan kita, untuk itulah kita harus mengenali karakteristik wajah dan kulit kita sebelum memilih make up. Ada kalanya seorang wanita perlu membuat shading tertentu agar hidungnya tampak lebih mancung, dimana hal ini tentu tidak perlu dilakukan oleh wanita yang sudah memiliki hidung mancung alami. Demikian juga dengan blush on untuk membuat rona segar di pipi, jika pipi Anda sudah merona alami tentu hal ini tidak perlu dilakukan. Memang cantik itu persoalan preferensi pribadi, tapi saat seseorang mengaplikasikan kosmetik dengan berlebihan atau tidak tepat, menurut saya itu sama sekali tidak cantik :D

Mempercantik dan Melindungi. Selain berfungsi untuk mempercantik penampilan, sesungguhnya juga dapat berfungsi sebagai pelindung kulit kita dengan penggunaan yang bijak. Mengenali ingredient dan memastikan kosmetik yang kita gunakan tidak mengandung zat berbahaya merupakan langkah awal yang harus dilakukan sebelum menggunakan suatu kosmetik. Pastikan tidak ada hydroquinon, merkuri dan zat berbahaya lainnya. Selain itu, pastikan juga kandungan kosmetik tersebut baik untuk jenis kulit kita. Jika kulit Anda berminyak dan mudah berjerawat seperti saya, sangat disarankan untuk mencari produk kosmetik yang bebas minyak atau oil free supaya tidak memicu munculnya jerawat karena penyumbatan pori-pori.

Halal. Sebagai seorang muslim, ‘halal’ merupakan hal yang harus senantiasa diupayakan dalam berbagai hal, termasuk dalam kosmetik yang kita gunakan. Sebenarnya, awalnya saya pun beranggapan bahwa kosmetik yang penggunaannya hanya dioleskan di permukaan kulit tidak perlu terlalu dipertanyakan ke-halal-annya. Namun, semenjak hamil dan menyadari bahwa selalu ada kemungkinan bahwa apapun yang kita aplikasikan di permukaan kulit akan masuk ke dalam pori-pori dan masuk ke dalam aliran darah, saya menjadi lebih berhati-hati.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kosmetik halal? Menurut penjelasan Direktur Pelaksana LPPOM MUI Lukmanul Hakim pada Metronews.com; kosmetik halal adalah kosmetik yang dalam proses pembuatannya memenuhi persyaratan halal; yaitu menggunakan bahan yang halal dan suci, serta diproduksi dengan menggunakan fasilitas produksi yang bebas dari kontaminasi bahan haram dan najis3. Untuk menjaga diri dari zat dan proses yang haram dan najis tersebut, kita harus selektif memilih kosmetik yang akan digunakan; misalnya dengan membaca ingredient dan mencari tahu profil perusahaan untuk mengetahui seberapa perusahaan tersebut peduli pada issue ini. Adanya sertifikasi halal dalam hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan untuk memberikan rasa aman pada konsumennya. Jika suatu produk sudah memperoleh sertifikasi halal dari lembaga yang terpercaya (di Indonesia LPPOM MUI), artinya produk tersebut sudah lolos pengujian menyeluruh dari lembaga tersebut; baik dari bahan dan alat produksinya.

Thursday, October 10, 2013

Jumat Bersih Edisi Anjing Mandi

Hari ini Ganesh agak rewel sehingga saya datang cukup siang ke kantor. Duh, malu dan ga enak juga sebenarnya, tapi harus bagaimana lagi, saya paling ga bisa mengabaikan rengekan Ganesh :(.

Pagi ini di lorong depan ruangan, saya sudah dihadang oleh ‘Mr. One Stop Solution’-nya kantor saya… Yup, ini Hari Kamis teman-teman, dan besok adalah Jumat, waktunya kami melakukan kegiatan di luar rutinitas. Jumat ini tidak ada Senam Pagi seperti biasa, karena itu saya kembali didaulat untuk membuat pengumuman Jumat Bersih ;).

Pengumuman Jumat Bersih
Tanggal 11 Oktober 2013
Program yang digunakan: Microsoft Publisher; Picsay; CollorZilla
Fonts: SF Wonder Comic
Gambar diambil disini*

Wednesday, October 9, 2013

Porseni BUMN 2013

‘Saya suka bernyanyi’, mungkin banyak orang yang tahu. Saya selalu bersenandung hampir di semua kesempatan; di rumah, di kantor, sambil menjaga Ganesh bermain, sambil mantengin komputer di kantor dan tentu saja, yang paling klasik adalah menyanyi di kamar mandi :D. Tapi, hanya sedikit yang tahu, bahwa saya menyukai lagu yang menantang dengan segala teknik dan tingkat kesulitannya. Alasannya sederhana saja, karena saya tidak bisa menyanyikan lagu-lagu menantang yang penuh power dan nada tinggi itu di sembarang tempat atau saya akan dianggap berisik, haha :D. Sekali waktu saya pernah ikut lomba karaoke di kantor dan mendapat kesempatan menyanyikan lagu ‘Hero’-nya Mariah Carey dan mendapat juara dua. Selain itu, tidak ada rekognisi yang berarti selain dari komentar suami, “Mama, ga capek ya nyanyi terus?” atau celotehan Ganesh, “Mama suaranya habis…” sambil memandangi saya mencoba menyanyikan nada-nada panjang pada lagu ‘The Power of Dream’-nya Celine Dion.

Apakah suara saya bagus? Hmm, jujur, kalau menurut saya sih suara saya cukup enak didengar kok :D. Tapi yang jelas, bagaimanapun saya terdengar, saya sangat menikmati berhasil menaklukkan cengkok-cengkok diva seperti Celine Dion, Whitney Houston, Mariah Carey, Christina Aguilera dan sebagainya.

Singkat cerita, suatu pagi saya mendapat whats*pp dari suami, “Mama, ada Porseni BUMN, ayo ikutan!” Wah, serius nih? Hmm, baiklah… Pada awalnya saya berpikir bahwa merekam performance dalam bentuk video dan meng-upload di Youtube itu semudah memasang kamera handphone di kamar dan bernyanyi. Tapi dengan berbagai pertimbangan dari suami dan teman, akhirnya saya setuju untuk melakukan shooting di studio musik kantor dengan menggunakan handycam dan sound system yang ada. Menurut saya sih, lumayan ribet, tapi ternyata suami sangat mendorong dan teman-teman pun mendukung untuk membuat rekaman yang sedikit lebih profesional. OK, baiklah, saya pasrah saja deh

Maka mulailah saya berburu teman-teman untuk membantu mulai dari teknisi sound system dan handycam, serta beberapa komentator dan penyemangat. Hari Sabtu, 5 Oktober 2013, tim pun berkumpul di lokasi terlambat satu jam dari rencana karena beberapa hal. Hmm, merakit sound system ternyata cukup rumit dengan puluhan colokan dan kabelnya. Tapi alhamdulillah meskipun memakan waktu yang cukup lama, akhirnya semua siap dengan tangan dingin Tama dan Madhon serta Wandi yang memberikan instruksi dari jauh, sementara saya hanya bisa mengamati mereka bekerja. Suara mic cukup jernih dan dapat ditangkap dengan baik oleh handycam maupun input langsung ke komputer.

And here we go…
  1. Take one, ‘The Power of Dream’-nya Celine Dion yang merupakan lagu usulan dari suami saya. Dan ternyata lagi-lagi, saya harus mengakui bahwa menyanyi di depan kamera itu lebih sulit daripada menyanyi di kamar mandi… tegangnya itu lho :D. Tapi, lama kelamaan saya bisa mengacuhkan si kamera dan bernyanyi dengan lancar.
  2. Take two, ‘I Will Always Love You’-nya Whithney Houston… Karena sebagian tenaga sudah terkuras untuk beberapa kali take lagu pertama, lagu ini menjadi lebih sulit ditaklukkan, terutama di bagian awal yang lembut dan membutuhkan pernafasan yang prima.
  3. Take three, ‘Then You Look At Me’-nya Celine Dion… Diantara dua lagu sebelumnya, lagu ini adalah yang paling enak dinyanyikan; mungkin karena sudah begitu familiar dengan seluk beluk lagu ini karena sering disenandungkan.

Total saya menyanyikan tiga lagu seperti rencana, dalam sepuluh kali pengambilan video dan beberapa kali inisiasi. Benar-benar perjalanan yang menguras energi, apalagi paginya saya hanya sarapan milkshake saja. Di tengah jalan pun saya sempat ragu bisa menyelesaikan pengambilan tiga lagu yang direncanakan, tapi dengan kesabaran semua teman yang selalu menyarankan saya untuk beristirahat dulu setiap kali mengeluh capek, akhirnya ketakutan itu tidak menjadi kenyataan.

Setelah pengambilan video, pekerjaan selanjutnya adalah memilih take yang paling bagus, menyusunnya menjadi sebuah video untuk di-upload ke Youtube. Dalam tahap ini pun saya tidak bisa berbuat banyak, dan meminta tolong teman untuk membantu. Selama dua hari, teman saya ini (Tama) begitu baik memilih dan meng-edit video mana yang layak di-upload. Saya sendiri, hanya bisa komplain dan mengomentari video yang dihasilkan, sampai akhirnya puas dengan video yang di-upload saat ini. Total, teman saya ini membuat lebih dari lima buah video untuk saya.

Sebuah proses selama kurang lebih tiga hari yang terasa panjang dan penuh dengan kegalauan sampai akhirnya, “Bravo!” akhirnya video itu di-upload hari ini, tanggal 8 Oktober 2013.


Thursday, September 26, 2013

Sharon Corr: The Same Sun

Hmm, pokoknya saya bikin review album baru Sharon Corr! Ngaku-ngaku musik sebagai salah satu passion kok tulisan di blog soal musik cuma ada dua :(.

Tipe-tipe musik seperti album Sharon Corr ini memang selalu menjadi favorit saya sepanjang masa. Lagu-lagu pop akustik dengan vokal yang santai… hmm, serasa menghirup udara pegunungan :). Musisi lain dengan karakter yang mirip, yang juga selalu saya tunggu musiknya adalah Marit Larsen, Marion Raven, The Corrs sendiri. Sara Bareilles dan Christina Perri juga pas di telinga saya, meskipun tidak semerdu yang saya sebutkan sebelumnya menurut pendapat pribadi saya. Kalau dipikir-pikir, artis favorit saya terkesan kurang populer ya… Kalau menurut saya sih, musisi-musisi ini memang mempertahankan idealismenya masing-masing. Membuat musik untuk kepuasan batin, bukan untuk tujuan komersil semata. Jadi ya keep it going, terus menciptakan musik tanpa ada beban popularisme, cool right?

Dan sejak tahu berita album baru Sharon Corr bertajuk ‘The Same Sun’ akan release di Brazil pada 16 September 2013 lalu, setiap hari, setiap ada kesempatan, saya pasti langsung browsing dimana saya bisa mendapatkan album itu. Tapi, ternyata album ini memang kurang populer, sehingga sulit dicari! Baru Selasa pagi 24 September lalu, ketika menyempatkan online sebelum bersiap-siap ke kantor, saya menemukannya di i-Tunes Store Indonesia… Yuhuu! Kuota modem masih mencukupi, harganya juga tidak terlalu mahal (49 ribu saja), langsung deh semangat download album ini :D. Dan selama dua hari, saya masih asyik menikmati lagu-lagu sambil mengerjakan tugas kantor.

Cover Album ‘The Same Sun’
Gambar dari sini

Lagu-lagu di album The Same Sun yang mendayu-dayu, slow dan santai benar-benar membuat saya jatuh cinta. Album ini berisi 11 lagu, dan saya menyukai semuanya… meskipun ada beberapa yang menjadi favorit saya; sebut saja ‘Raindorps’, ‘Take a Minute’, ‘You Say’, ‘Thinking About You’ dan ‘Christmas Night’. Dibandingkan album Sharon sebelumnya; ‘Dream Of You’, Under The Same Sun ini lebih banyak menonjolkan piano dan gitar. Biola sebagai instrument Sharon dalam The Corrs tentu tidak ditinggalkan, namun tidak terlalu kuat seperti album sebelumnya. Dalam album ini juga tidak ada menyelipkan track lagu instrumental yang dengan jelas mengeksplor kemampuan Sharon sebagai seorang violist; tapi itu sama sekali tidak mengurangi keindahan album ini. Bahkan menurut saya, album ini lebih enak didengar dibandingkan ‘Dream Of You’.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...