Tuesday, January 22, 2013

Verbally Approved? Let's Analyze...


Beberapa hari yang lalu saya dan suami mengantar Ganesh ke dokter anak untuk mendapatkan imunisasi 18 bulannya; Polio, DTP dan Hib. Pada saat akan berangkat sebenarnya kami sempat ragu, apakah masih bisa bertemu dengan dokternya atau tidak, mengingat jadwal praktek dokter yang sangat “fleksibel” (hehe, jam tutup prakteknya mengikuti habisnya pasien), tapi alhamdulillah deh, ternyata sampai di sana masih ada beberapa orang mengantri, sehingga kami tidak pulang dengan tangan kosong :D.

Antrian di depan kami sore itu tidak terlalu banyak, tapi masih cukup bagi kami untuk sibuk merayu Ganesh supaya mau ditimbang dan melihat poster-poster informasi yang ada di ruang resepsionis dokter itu. Kemudian, sepulang dari dokter suami saya bercerita:

Suami   :   “Tau ga Ma? Tadi Papa lihat di poster yang ada di dokter tadi, perkembangan verbal Ganesh nih lumayan cepet lho… Dia bisa menguasai ketrampilan verbal anak usia 2.5 tahun.”

Hmm, masuk akal sih dan kami memang sudah sudah berpikir seperti itu sebelumnya melihat tingkah-polah Ganesh dan reaksi dari lingkungannya. Yah, sekarang bisa dibilang kalau Ganesh ini idola warga komplek rumah kami; mulai dari yang dia sebut “Bude”, “Pakde”, “Mbak” dan “Om” :D. Setiap pulang kantor, pasti ada saja cerita dari pengasuh, bagaimana orang-orang begitu bersemangat mengajak Ganesh ngobrol dan kemudian terkagum-kagum karena menurut mereka “Ganesh masih kecil tapi sudah pintar ngomong”. Cerita itu dikuatkan juga dengan komentar tetangga-tetangga pada saya; yang dibilang Ganesh lucu, bisa ngomong banyak, kayak beo sampai ada yang komplain kalau seharian Ganesh ga saya ajak main ke rumahnya, haha :D.

Ganesh si Banyak Tingkah

Well, usia Ganesh saat ini 1.5 tahun atau 18 bulan. Sebelum berusia 1 tahun, kata bermakna yang bisa dia ucapkan adalah “Mama” dan “Papa” (tapi “Papa” lebih fasih sih). Nah, menginjak usia 14 bulan, kemampuan verbalnya benar-benar berkembang dengan akselerasi yang mengagumkan; pada saat itu dia mulai mengenali barang-barang di sekitarnya; seperti “agar-agar”, “mobil” dan sebagainya. Kemudian, sekarang; bagi kami dia benar-benar terlihat advance dalam hal berbahasa. Di usianya yang 18 bulan ini dia mampu:

  1. Menirukan (hampir) setiap kata yang dia dengar pertama-kali, walau terkadang untuk kata-kata yang sulit dia ambil suku kata paling belakang saja; misalnya: “Novita” menjadi “Ta”.
  2. Menyebut namanya sendiri dengan cukup lengkap; “Ganesha Abinawa Parmana” menjadi “Ganesh-Cha-Abiwa-Na”.
  3. Mengerti dan menggunakan dengan benar kata-kata abstrak (yang tidak dapat digambarkan secara visual) seperti “Dulu”, “Ikut”, “Pulang” dan sebagainya.
  4. Menyusun kalimat sederhana (S-P-O) dengan benar; misalnya: “Adek mau nenen dulu”, “Mama pulang kantor”, “Air hujan habis” dan sebagainya.
  5. Mengungkapkan keinginannya dengan kata/kalimat sederhana; seperti dengan kata “Ikut”, “Mau”, “Enggak”, “Mau roti”, “Haus mau minum” dsb.
  6. Menyebutkan nama atau menunjuk pada beberapa anggota tubuhnya; seperti mata, hidung, rambut, mulut, telinga, kaki, tangan, dkk.
  7. Memahami perintah dan kalimat “sederhana” seperti “Buahnya ada berapa Dek?” kemudian dia buru-buru menghitung dengan jarinya walaupun hitungannya belum benar. Atau perintah seperti, “HP Papa bunyi tuh Dek, ambilin dong.”

Kelihatannya memang bisa dibilang kemampuan verbal Ganesh cukup terasah ya? Saya jadi ingin membandingkan dengan baseline yang lebih objektif nih, hehe :D

OK, kita mulai dari poster yang dilihat suami saya… kayaknya semacam ini nih:

Poster PerkembanganBayi & Balita
[Klik Gambar untuk Memperbesar]

Yah, kalau dilihat dari sana memang Ganesh sudah bisa menunjuk bagian tubuh; yaitu: kaki, tangan, perut, mata, telinga, rambut, hidung dan pipi :D

Selanjutnya, setelah mencari buku-buku dan browsing beberapa artikel tentang “langage development”, saya mendapatkan dokumen ini dari website Iowa State University:


Perkembangan Bahasa pada Bayi Usia 0 sd 18 Bulan

Untuk perkembangan bahasa untuk bayi usia 0 sd 18 bulan, tentunya sudah dilewati dan dikuasai oleh Ganesh yang berusia 18 bulan. Bagaimana dengan perkembangan bahasa selanjutnya? Let’s see… (deg-deg-an nih :D).


Perkembangan Bahasa pada Bayi Usia 18 sd 36 Bulan

Hmm, untuk perkembangan bahasa bayi usia 18 bulan sd 2 tahun, menurut penilaian saya sudah dikuasai semua oleh Ganesh, sbb (poin yang tidak disebutkan sudah dijelaskan sebelumnya):

  1.  Mengucapkan sekitar 50 kata, tapi bisa memahami lebih dari itu: walaupun belum pernah benar-benar menghitung, tapi saya yakin kalau Ganesh bisa mengucapkan dan memahami lebih dari 50 kata.
  2.  Mengucapkan setiap kata yang diucapkan oleh orang lain: yes, he did it… walaupun untuk kata-kata yang panjang atau sulit belum sepenuhnya sama (hmm, ini dihitung ga ya? :D)
  3. Berbicara pada diri sendiri dan mengoceh dengan ekspresif: ya, kadang geli juga mendengar Ganesh berbicara sendiri seperti, “Jan wes, bocah kok koyo ngene” atau “Budak ini, nakal nian” dan sebagainya. Oh ya, bahasa Ganesh memang campuran antara Bahasa Indonesia, Jawa dan Melayu; karena saya dan suami seringkali berbahasa Jawa, sedang orang disekitar kami termasuk pengasuh berbahasa Melayu.
  4. Menggumam atau mencoba menyanyi: hehe, ya… Ganesh melakukan hal lucu ini juga. Terkadang, pada saat saya memintanya menyanyikan lagu-lagu yang sering ia dengar; seperti “Gajah”, “Tik Tik Bunyi Hujan” dsb, dia benar-benar mencoba menyanyikannya; dengan meninggikan suaranya, menambahkan cengkok dan memperpanjang pelafalan. Hmm, mungkin kurang terbayang ya, nanti lain waktu saya coba rekam Ganesh sewaktu menyanyi.

Beberapa kemampuan bahasa untuk anak usia 2 sd 3 tahun juga sudah dia kuasai; hanya poin terakhir yang menurut saya belum; walaupun lagi-lagi, saya belum pernah benar-benar menghitung :D. Berikut beberapa poin di atas berkaitan dengan Ganesh:
  1. Mampu mengidentifikasi sampai dengan 10 gambar dalam buku: beberapa waktu yang lalu suami membelikan Ganesh buku berisi berbagai gambar sesuai alphabet, dan kami begitu senang main “tunjuk dan sebut namanya”… Ganesh bisa mengenali berbagai benda yang ada disitu.
  2. Mulai mengucapkan kata-kata plural dan lampau: misalnya “Banyak banget” atau “Ganesh main tadi.”

Pastinya saya senang sekali dengan pesatnya perkembangan bahasa Ganesh ya, dan bangga sekali rasanya mendengar orang-orang memujinya :). Tapi saya tetap berpendapat bahwa setiap anak memiliki potensinya masing-masing, dan sebenarnya adalah hak setiap anak untuk menjadi pribadi yang bahagia dengan mengembangkan potensinya itu. Kami bangga dengan kemampuan bahasa Ganesh, sama dengan pada saat dia bisa berjalan di usia 1 tahun 2 bulan, dimana teman-temannya rata-rata sudah berjalan di usia 1 tahun :) . Every child is unique, that’s it!

Oh ya, kalaupun ada teman-teman yang merasa perkembangan bahasa anaknya tidak terlalu menonjol, tidak perlu terlalu khawatir. Yang paling penting adalah tetap memberikan rangsangan dan motivasi kepada anak untuk berbicara. Seperti Dr. Su Laurent yang menyebutkan bahwa beberapa anak memang memerlukan waktu yang lebih lama untuk mempelajari bahasa, dan beberapa dari mereka adalah anak-anak yang cerdas :).

With Love,
Nian Astiningrum
-end-


Readings:
David, Shaffer R. & Kipp, Katherine. 2007. Developmental Psychology: Childhood and Adolescence, Seventh Edition. Canada: Thomson Wadsworth.

Lurent, Su. Dr. 2009. Ensiklopedia Perkembangan Bayi (Terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Oesterreich, Lesia. 2004. Understanding Children: Language Development. Iowa State University.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...