Monday, March 18, 2013

Road to ASIX [1]: Preparation

Beberapa hari yang lalu saudara sepupu saya yang baru saja melahirkan, bertanya kepada tentang cara saya memberikan ASI selama bekerja. Disaat yang berbeda teman dekat saya juga akan mempunyai bayi baru Bulan Maret ini dan beberapa kali menanyakan hal yang sama. Hmm, jadi pengen share tentang tips dan trik saya bisa memberikan ASIX nih… Siapa tahu ada teman-teman yang punya tantangan spesifik seperti saya dan bisa menggunakannya sebagai referensi :).

OK, dulu saya berpikir bahwa memberikan ASI adalah hal yang alamiah, sehingga hanya memerlukan sedikit proses belajar untuk bisa menjalaninya. Tapi, ternyata semua itu salah! Dalam perjalanan saya memberikan ASI untuk Ganesh, ada banyak “kebingungan”, “salah sana-sini”, “tanya-tanya” dan “perbaikan prosedur”, hehe :D.  Sebuah perjalanan yang cukup panjang dan akan melelahkan untuk ditulis (dan dibaca) sekaligus :D. Karena itu, di chapter pertama ini, saya hanya akan mengulas tentang persiapan yang bisa dilakukan sebelum bayi lahir.

So, berikut adalah list hal yang harus kita cari sebagai persiapan memberikan ASI untuk bayi kita. Saya sertakan juga toko online tempat saya berbelanja barang tersebut, siapa tahu teman-teman memiliki masalah seperti saya, yaitu lokasi yang cukup terpencil sehingga tidak ada toko yang menyediakan barang tersebut :D
  • INFORMASI. Ya, secepat mungkin setelah sadar bahwa Anda hamil, carilah berbagai informasi mengenai pemberian ASIX untuk persiapan. Salah satu media yang sangat saya sarankan adalah milist asiforbaby, karena di dalamnya ada begitu banyak informasi mengenai pemberian ASIX. Begitu saya bergabung waktu itu, saya langsung dikirimkan berbagai file, salah satunya adalah tentang penyimpanan ASIP (ASI Perah) yang sangat penting untuk diketahui. 


  • BREAST PUMP. Breast pump atau pompa ASI praktis kita perlukan, tidak hanya jika kita berniat menyetok ASI, tapi juga untuk kelangsungan pasokan ASI dan menjaga kondisi tubuh pada saat ASI over supply. Mengenai jenis breast pump yang ideal, menurut pengalaman saya, breast pump electric lebih nyaman daripada tipe manual. Pada awalnya saya menggunakan breast pump manual, tapi hanya tahan beberapa bulan, karena menurut saya, menggunakan breast pump manual cukup effortfull terutama setelah kita mulai bekerja, karena proses memompa menjadi lebih lama dan tentunya lebih menguras tenaga, so I suggest electric breast pump… dan saya sendiri menggunakan Medela Swing. Saya beli di asibayi.
  • BOTOL PENYIMPANAN ASIP. Sebenarnya terdapat beberapa media yang bisa digunakan untuk menyimpan ASIP; seperti dengan menggunakan kantong khusus ASIP atau botol kaca ASIP tutup karet; tapi saya memilih menggunakan botol kaca ex-You C 1000 yang sudah dibersihkan dan disterilkan. Alasannya adalah praktis dan ekonomis. Lokasi saya cukup pelosok dan tidak terdapat toko yang menyediakan perlengkapan seperti seperti ASIP storage, jadi mau tidak mau harus mencari ke luar kota.
  • BRA MENYUSUI. Sebenarnya saya belum mencoba mencoba bermacam-macam merk bra menyusui, saya langsung jatuh hati dan setia dengan bra menyusui dari brand Wacoal. Menurut saya, sangat praktis karena cukup menggunakan satu tangan untuk membuka dan menutup cup saat proses pemberian ASI. Saya beli di Wacoal.
  • BREAST PAD. Pada awalnya, saya tidak memasukkan breast pad dalam list kebutuhan pasca melahirkan. Tapi, pada saat beberapa hari pasca melahirkan ASI mulai over supply dan LDR seringkali datang membuat saya kewalahan, saya mulai menggunakan breast pad. Pertama kali saya menggunakan breast pad sekali pakai karena lebih lembut. Baru setelah tubuh mulai beradaptasi, saya beralih ke washable breast pad. Saya beli di asibayi.


Breast Pad Warna-Warni Kesukaan Saya

  • REFRIGERATOR. Jika kita akan menyetok ASIP, praktis kita memerlukan kulkas untuk menyimpan ASIP. Apakah kulkas satu pintu dengan freezer menyatu dengan tempat menyimpan makanan lain cukup memadai? Freezer yang tersendiri tentu akan lebih stabil suhunya dibandingkan freezer yang menyatu dengan tempat menyimpan bahan makanan lain; karena relatif lebih jarang dibuka dan suhunya lebih dingin karena mekanisme penutupan lebih rapat sehingga tidak bocor. Akan tetapi, walaupun demikian, freezer pada kulkas satu pintu cukup memadai kok, hanya saja, lama penyimpanan lebih singkat (2 minggu) dibandingkan freezer pada kulkas dua pintu (3 sd 4 bulan)*; disamping fakta bahwa dengan kita akan direpotkan dengan bunga es pada kulkas satu pintu :D
  • COOLER BAG. Jika Anda ibu bekerja yang perlu memompa di tempat kerja, pastinya cooler bag akan diperlukan untuk membawa ASIP hasil perahan di kantor sampai ke rumah. Saya sendiri belum pernah menggunakan cooler bag karena lokasi rumah dan kantor sangat dekat (hanya 5 menit), sehingga waktu yang diberikan korporat sebanyak 2 X 30 menit untuk memberikan ASI bisa saya gunakan untuk pulang ke rumah. So, kalau ingin tahu cooler bag yang ideal, teman-teman bisa googling review-nya atau misalnya review dari urbanmama berikut. Dapat dibeli di asibayi.

Hmm, begitulah kira-kira “barang-barang” yang harus kita siapkan untuk memberikan ASIX versi saya, semoga bermanfaat :)

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Source:
*Nutriclub. Menyimpan ASI Perah. http://www.nutriclub.co.id/feeding_and_nutrition/breastmilk_immunity/article/menyimpan_ASI. Diakses tanggal 18 Maret 2013

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...