Wednesday, October 9, 2013

Porseni BUMN 2013

‘Saya suka bernyanyi’, mungkin banyak orang yang tahu. Saya selalu bersenandung hampir di semua kesempatan; di rumah, di kantor, sambil menjaga Ganesh bermain, sambil mantengin komputer di kantor dan tentu saja, yang paling klasik adalah menyanyi di kamar mandi :D. Tapi, hanya sedikit yang tahu, bahwa saya menyukai lagu yang menantang dengan segala teknik dan tingkat kesulitannya. Alasannya sederhana saja, karena saya tidak bisa menyanyikan lagu-lagu menantang yang penuh power dan nada tinggi itu di sembarang tempat atau saya akan dianggap berisik, haha :D. Sekali waktu saya pernah ikut lomba karaoke di kantor dan mendapat kesempatan menyanyikan lagu ‘Hero’-nya Mariah Carey dan mendapat juara dua. Selain itu, tidak ada rekognisi yang berarti selain dari komentar suami, “Mama, ga capek ya nyanyi terus?” atau celotehan Ganesh, “Mama suaranya habis…” sambil memandangi saya mencoba menyanyikan nada-nada panjang pada lagu ‘The Power of Dream’-nya Celine Dion.

Apakah suara saya bagus? Hmm, jujur, kalau menurut saya sih suara saya cukup enak didengar kok :D. Tapi yang jelas, bagaimanapun saya terdengar, saya sangat menikmati berhasil menaklukkan cengkok-cengkok diva seperti Celine Dion, Whitney Houston, Mariah Carey, Christina Aguilera dan sebagainya.

Singkat cerita, suatu pagi saya mendapat whats*pp dari suami, “Mama, ada Porseni BUMN, ayo ikutan!” Wah, serius nih? Hmm, baiklah… Pada awalnya saya berpikir bahwa merekam performance dalam bentuk video dan meng-upload di Youtube itu semudah memasang kamera handphone di kamar dan bernyanyi. Tapi dengan berbagai pertimbangan dari suami dan teman, akhirnya saya setuju untuk melakukan shooting di studio musik kantor dengan menggunakan handycam dan sound system yang ada. Menurut saya sih, lumayan ribet, tapi ternyata suami sangat mendorong dan teman-teman pun mendukung untuk membuat rekaman yang sedikit lebih profesional. OK, baiklah, saya pasrah saja deh

Maka mulailah saya berburu teman-teman untuk membantu mulai dari teknisi sound system dan handycam, serta beberapa komentator dan penyemangat. Hari Sabtu, 5 Oktober 2013, tim pun berkumpul di lokasi terlambat satu jam dari rencana karena beberapa hal. Hmm, merakit sound system ternyata cukup rumit dengan puluhan colokan dan kabelnya. Tapi alhamdulillah meskipun memakan waktu yang cukup lama, akhirnya semua siap dengan tangan dingin Tama dan Madhon serta Wandi yang memberikan instruksi dari jauh, sementara saya hanya bisa mengamati mereka bekerja. Suara mic cukup jernih dan dapat ditangkap dengan baik oleh handycam maupun input langsung ke komputer.

And here we go…
  1. Take one, ‘The Power of Dream’-nya Celine Dion yang merupakan lagu usulan dari suami saya. Dan ternyata lagi-lagi, saya harus mengakui bahwa menyanyi di depan kamera itu lebih sulit daripada menyanyi di kamar mandi… tegangnya itu lho :D. Tapi, lama kelamaan saya bisa mengacuhkan si kamera dan bernyanyi dengan lancar.
  2. Take two, ‘I Will Always Love You’-nya Whithney Houston… Karena sebagian tenaga sudah terkuras untuk beberapa kali take lagu pertama, lagu ini menjadi lebih sulit ditaklukkan, terutama di bagian awal yang lembut dan membutuhkan pernafasan yang prima.
  3. Take three, ‘Then You Look At Me’-nya Celine Dion… Diantara dua lagu sebelumnya, lagu ini adalah yang paling enak dinyanyikan; mungkin karena sudah begitu familiar dengan seluk beluk lagu ini karena sering disenandungkan.

Total saya menyanyikan tiga lagu seperti rencana, dalam sepuluh kali pengambilan video dan beberapa kali inisiasi. Benar-benar perjalanan yang menguras energi, apalagi paginya saya hanya sarapan milkshake saja. Di tengah jalan pun saya sempat ragu bisa menyelesaikan pengambilan tiga lagu yang direncanakan, tapi dengan kesabaran semua teman yang selalu menyarankan saya untuk beristirahat dulu setiap kali mengeluh capek, akhirnya ketakutan itu tidak menjadi kenyataan.

Setelah pengambilan video, pekerjaan selanjutnya adalah memilih take yang paling bagus, menyusunnya menjadi sebuah video untuk di-upload ke Youtube. Dalam tahap ini pun saya tidak bisa berbuat banyak, dan meminta tolong teman untuk membantu. Selama dua hari, teman saya ini (Tama) begitu baik memilih dan meng-edit video mana yang layak di-upload. Saya sendiri, hanya bisa komplain dan mengomentari video yang dihasilkan, sampai akhirnya puas dengan video yang di-upload saat ini. Total, teman saya ini membuat lebih dari lima buah video untuk saya.

Sebuah proses selama kurang lebih tiga hari yang terasa panjang dan penuh dengan kegalauan sampai akhirnya, “Bravo!” akhirnya video itu di-upload hari ini, tanggal 8 Oktober 2013.


Meskipun merasa kurang sempurna dari sisi vokal dan performance, saya sangat puas dengan video ini. Semua ini sudah pasti tidak akan terwujud atas bantuan semua teman-teman dalam tim yang begitu setia membantu, memberi masukan dan semangat pada saya, sebagai berikut:
  1. Sound system technician: Tama, Wandi dan Madhon
  2. Handycam technician: Rio
  3. Video editing: Tama
  4. Kru pengambilan video: Nanda dan Etha
  5. Komentator dan penasehat: Elis, Kawur, Rezka dkk.
  6. Serta tentu saja suami saya yang memantau dari jauh perkembangan project ini, memberikan masukan dan pecutan rasa percaya diri… terima-kasih :D
Harapan saya tentu saja video ini mendapat respon yang cukup baik dari semua pihak, hehe :D. Tapi, seandainya pun tidak berhasil lolos, saya sangat senang mengalami proses yang penuh kebersamaan dan rollercoster emosi *lebai! :D.

Jadi bagaimana video ini menurut teman-teman? :D

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

2 comments:

  1. ternyata ribettt y mbak...,gut laakkk
    :D

    ReplyDelete
  2. Iya.. ribet, tapi menyenangkan :D
    Makasih Rezka :*

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...