Monday, November 25, 2013

XL Awards 2013: First Awarding Moment

Minggu pertama Bulan November 2013 benar-benar minggu yang penuh dengan kejutan, baik yang mengejutkan secara positif maupun sebaliknya. Just shocking, karena tidak ada diantaranya yang berpengaruh secara langsung pada diri saya; it’s about them, not me… Saya cuma penonton saja. Sampai pada Hari Jumat tanggal 8 November 2013, hari masih cukup pagi saat saya mendapatkan telepon dari nomor asing yang mengabarkan bahwa karya saya “Merajut Mimpi Bersama Jaringan 3G” berhasil masuk tiga besar dalam XL Awards 2013! Wow, benarkah?! Benar-benar tidak percaya, karena jujur saja tulisan itu menurut saya tidak terlalu istimewa dan membuatnya pun cukup dadakan. Saking sureprised-nya saya sampai tidak bisa mencerna penjelasan Mas Okta XL Awards tentang lokasi dan waktu acara (benar-benar payah ya!). Dan saya pun minta dikirimkan email saja, yang ternyata emailnya tidak segera datang :(. Bayangkan kegalauan saya saat menunggu email sakti itu, berkali-kali saya berpikir kalau saya salah dengar :(.

Sampai akhirnya sekitar jam 19.00 WIB saya kembali menghubungi Mas Okta dan dia janji akan mengirimkan email undangan 5 menit lagi. Iya, pasti panitia sedang sibuk menghubungi undangan dari 6 kategori yang dilombakan, yang menurut perkiraan saya pihak XL Awards mengundang 10 besar dari masing-masing kategori. Berarti mereka menghubungi 60 orang dalam waktu 1 hari, hmm, memang cukup makan waktu. Apalagi kalau ada banyak orang yang ribet seperti saya, balik telpon untuk memastikan, hehe :D.

Potongan Undangan Pengumuman Pemenang XL Awards 2013

Lima menit berlalu, dan tada! Emailnya benar-benar datang. Hari Senin, jam 11 siang di Jakarta… hmm, ternyata butuh effort yang cukup besar untuk hadir; sebut saja mengurus cuti, tentang Ganesh dan juga teman dating di acara tersebut. Iya, saya ini payah sekali soal navigasi plus suka pelupa, jadi butuh teman sebagai penunjuk arah :D. Ribet, apa lebih baik diwakilkan saja ya? Duh, tapi sayang sekali rasanya harus melewatkan momen seperti ini lagi. Bulan Juli 2013 lalu saya sudah mewakilkan kehadiran saya pada saudara sepupu saya untuk menerima penghargaan sebagai Juara 1 Blog Competition (read the post here) yang diadakan oleh Teach for Indonesia bekerjasama dengan beberapa instansi. Nyatanya menang lomba menulis itu gampang-gampang susah dan unpredictable, entah kapan lagi bisa menang. Yup, saya memutuskan untuk hadir :).

Perjuangan dimulai dengan menghubungi atasan saya untuk minta ijin cuti dua hari and goal! Setelah itu, hunting tiket, yap another goal! Sekarang mulai mencari teman nge-date, hmm, yang ini cukup alot… Karena acara diadakan Hari Senin, sudah pasti kebanyakan teman dan saudara saya masuk kerja. Tapi untungnya saya teringat pada Bude saya, beliau seorang guru. Pengalaman saya, ada kalanya guru tidak banyak mendapat jam pelajaran dalam satu hari, mari kita coba! And.. finally it’s a goal too! Bude saya bilang dia cuma piket di hari itu, jadi bisa ijin untuk mengantar saya. Yuhuu! Soal Ganesh juga solved! Saya akan mengajaknya bersama pengasuh ke Palembang, meninggalkan mereka berdua sementara saya terbang dengan pesawat paling pagi dan kembali dengan pesawat paling malam. Artinya, saya hanya meninggalkannya satu hari saja. Soal keperluan logistik Ganesh dan pengasuh, juga bisa diatur, saya bisa minta tolong dengan penjaga penginapan langganan kami di Palembang.
***

Pukul 05.50, setelah mengalami insiden kecil karena taksi pesanan tidak kunjung datang dan nyaris ketinggalan pesawat, akhirnya saya terbang ke Jakarta. Sampai di Jakarta, saya langsung mencari Bus DAMRI seperti pesan Bude saya; jurusan Lebak Bulus. Begitu mendapat bus, langsung saya mencari tempat duduk di sebelah kiri seperti pesan Bude, karena pemberhentian saya di Pengadilan Jakarta Barat itu ada di sebelah kiri. Hihi, senang rasanya punya Bude yang perhatian dan hapal betul kalau keponakannya ini sering nyasar :D.
***

Setelah melalui kemacetan di beberapa titik jalan di Jakarta, saya pun bertemu dengan Bude sekitar pukul 09:00 WIB dan langsung mencari taksi untuk mengantar kami ke XXI Club di Jl. M.H. Thamrin No. 9. Perjalanan menuju lokasi ternyata memakan waktu lebih singkat, kami sampai di tempat tujuan sekitar 30 menit kemudian. Sepertinya masih terlalu awal, karena meja resepsionis pun belum siap, hehe :D. Sembari menunggu, kami pun berganti pakaian sesuai dress code yang ditentukan, yaitu batik. Iya, karena perjalanan yang cukup jauh, dress code disimpan dulu di tas, daripada dipenuhi garis-garis bekas duduk.

Setelah berganti baju, kami tidak bisa menahan rasa ingin tahu, disodorkan dengan beberapa foto dan komputer yang ternyata menampilkan karya yang masuk nominasi penghargaan XL Awards 2013 ini. Dari sinilah saya kembali merasa galau, “Beneran masuk tiga besar ga sih?” Dari sisi kuantitas saja, tulisan saya sudah jauh dibandingkan yang lain. Tulisan lain, bisa sampai lima atau enam halaman, sementara tulisan saya, cuma dua halaman saja! “Jangan-jangan panitia salah kasih informasi ya? Jangan-jangan bukan tiga besar, tapi sepuluh besar… atau malah 30 besar?” Nasi sudah menjadi bubur, saya sudah kepalang tanggung sampai di lokasi, pasrah deh kalau memang harus pulang dengan rasa malu… Malu sudah woro-woro sama teman-teman kantor :(.

Suasana Ruang Pameran Para Nominator XL Awards 2013
Foto dengan Tulisan Saya yang Ditampilkan di Pameran

Setelah puas melihat-lihat pameran karya para nominator, kami pun turun kembali ke tempat registrasi yang ternyata sudah dibuka. Pada saat menuliskan nama saya di buku tamu, Mas Okta panitia yang selama ini menghubungi saya menyapa, “Oh ini, Mbak Nian ya? Saya Okta Mbak…” Oh ini yang namanya Okta ya, mas ini nih yang menelepon dan mengabarkan kalau tulisan saya masuk tiga besar. Melihat peluang untuk meng-clear-kan informasi darinya yang saat itu menjadi sangat meragukan, saya pun bertanya, “Mas, sebenarnya tulisan saya dapet nomer berapa sih? Soalnya yang lain bagus-bagus banget lho…” Mas Okta pun menjawab, “Hmm, rahasia dong mbak…” “Tapi beneran masuk tiga besar kan? Saya sudah kadung sampai sini nih mas…” tanya saya lagi. “Iya Mbak…” jawabnya sambil tersenyum. Hmm, OK, sementara sedikit lega setelah mendapat klarifikasi dari Mas Okta ini :D.

Foto dengan Para Panitia
Yang berkacamata itu Mas Okta

Sekitar pukul 10:450 WIB, kami pun dipersilakan untuk naik dan menikmati coffee break dan beberapa saat kemudian diminta untuk masuk ke ruangan tempat acara. Secara tidak disengaja, kami duduk bersama finalis karya tulis kategori umum juga, dan kegalauan kembali dimulai. Pada saat berbincang-bincang dengan mereka, saya baru sadar bahwa yang diundang bukan hanya tiga besar, tapi finalis yang menurut prediksi saya adalah 10 besar untuk masing-masing kategori. “Ouch, Mas Okta ini tidak mungkin kasih informasi yang salah kan?” berkali-kali saya bertanya pada Bude. Dia pun berkali-kali meyakinkan, tapi tetap saja dag-dig-dug itu tidak hilang sampai akhirnya pemenang benar-benar diumumkan.

Ini ni Bude saya yang Jagoan itu :)
Suasana di dalam Ruangan Acara

Iya! Ternyata benar! Tulisan saya benar-benar diumumkan sebagai Juara 3! Wow! Tidak terkira leganya hati saya :). Merasa sangat bersyukur walaupun juara paling bontot :D. Saking senangnya, saya sampai lupa bersalaman dengan siapa saja pada saat menerima penghargaan secara simbolis di panggung, haha :D. Yang paling saya ingat cuma pada saat Bude saya dengan percaya dirinya, minta saya bersalaman ulang dengan Pak Nonot karena dia belum mendapat gambar yang bagus. Dan juga pada saat pembawa acara, Jodi Superbejo, meminta saya mengucapkan terima-kasih pada XL dalam Bahasa Palembang, yang gagal saya lakukan :D. Iya, entah karena terlalu senang atau grogi, mendadak lupa harus mengucapkan apa Í_Í. But it’s OK lah… toh sebenarnya Bahasa Palembang kan masih dalam Rumpun Melayu. Alih-alih mengucapkan, “Terima-kasih pada XL…” seharusnya saya mengucapkan “Mokasih pada XL…”. Hihi

Reka Ulang Penerimaan Hadiah & Salaman dengan Pak Nonot
Request Bude karena dia belum dapat gambarnya :D
Foto dengan Pak Nonot dan Para Pemenang Lainnya
“Maaf Om Jodi Superbejo, saya asli orang Jogja,
belum paham betul Bahasa Palembang, apalagi kalau lagi grogi :D”
***

Dan pemenang serta finalis untuk Lomba Karya Tulis Kategori umum adalah sebagai berikut:

JUARA 1
Mewujudkan Generasi Berencana Lewat Ranah Broadband
Penulis: Martino, S.Sos.

JUARA 2
Pemberian Subsidi Bagi Operator Seluler Sebagai Langkah Strategis Membumikan Sinyal di Batas Negeri
Penulis: Hendris Wongso

JUARA 3
Merajut Mimpi Bersama Jaringan 3G
Penulis: Nian Astiningrum


FINALIS
Menjangkau Masyarakat Adat
Penulis: Akmal Abudiman

Dari Jalanan Sepi Menjadi Bisnis Warung Makan Delivery
Penulis: Raja David Hasugian

Menggenggam Dunia Menggapai Asa Meraih Mimpi dengan Teknologi Telekomunikasi di Daerah Pinggiran Kota dan Pedalaman Indonesia
Penulis: Diah Fitri Patriani

Mendongkrak Promosi Pariwisata Melalui ‘Ujung Jari’
Penulis: Ririn Handayani

Sinyal Kemandirian Indonesia dari Cyber Village dan Digital Society
Penulis: Nurul Habibah

Internet dan Telekomunikasi Murah: Salah Satu Solusi Untuk Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia
Penulis: Catur Sugiarto

4 Skenario Masa Depan Industri Telekomunikasi Indonesia
Penulis: Bryan Krida

Well, teman-teman pasti mengerti kan kenapa saya sampai berkali-kali galau sebelum akhirnya mendengar sendiri dan menerima penghargaan ini. Yes! Karena karya yang lain benar-benar sangat bagus! “Yah, tapi biarlah kenapa tulisan saya bisa menang ini menjadi misteri untuk sementara,” pikir saya saat itu. Rasa senang bercampur dengan mengantuk karena hanya tidur sekitar tiga jam malam sebelumnya, ditambah capek karena perjalanan dan juga perjalanan pulang yang masih panjang terasa lebih mendesak daripada mencari jawaban yang bisa dilakukan besok atau lusa :D. Sekitar jam 14:30 setelah selesai makan siang bersama, saya dan Bude meninggalkan tempat acara setelah berpamitan dengan beberapa panitia yang kami kenal disana.
***

Dan perjalanan kembali berlanjut… karena penerbangan saya masih cukup lama, saya pun diajak Bude menunggu di sekolahnya SMKN 10 Jakarta. Setelah itu, baru pada pukul 16:00 WIB, saya diantar Bude ke pemberhentian DAMRI terdekat. Pukul 21:00 WIB terbang ke Palembang setelah pesawat mengalami delay satu jam. Dan sekitar pukul 22:30 sampai di penginapan dan bisa cium-cium Ganesh yang sudah tidur. “Nggak rewel kok Bu, cuma beberapa kali bilang… ‘Mama cuma sebentar ya?’ Tapi ga nangis kok…”, lapor simbah pengasuh Ganesh saat tanya bagaimana Ganesh sewaktu saya tinggal. Pagi itu saya meninggalkannya sebelum dia terbangun, dan kembali malam setelah dia terlelap… sekitar 18 jam saya meninggalkannya hari itu, rekor terlama sampai saat ini. Tapi, alhamdulillah dia tidak rewel, walaupun cerita simbah kalau dia beberapa kali bilang, “Mama sebentar ya…” itu membuat saya terharu :(. Iya, saya memang sangat melankolis…

Tulisan Saya dalam Buku Karya Terbaik
Lomba Karya Tulis, Foto, Publikasi di Facebook & Twitter

So, saya cium-cium lagi si anak lanang ini… Sambil sesekali memandangi piagam, dan segala merchandise yang saya bawa dari acara itu. Saya masih tidak bisa percaya bahwa saya baru saja mendapatkan Juara 3 di XL Awards 2013, dengan tulisan yang saya buat kurang dari satu minggu pengumpulannya pun beberapa menit sebelum deadline. Benar-benar di luar prediksi! Saya rasa itu yang membuat penghargaan ini benar-benar terasa luar biasa :).

*P.S. Thanks for my husband… Sudah kasih masukan untuk menyempurnakan tulisan ini dan membantu hiruk pikuk pengiriman tulisan di menit-menit terakhir deadline, sementara Ganesh rewel. Dan juga untuk Ganesh yang sudah pinter banget ga rewel ditinggal Mama 18 jam :*

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

This are some comments for this post that not appearing after I switch back from Google+ comments to native blogger comments:


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...