Monday, April 7, 2014

Optimisme, Ketekunan & Keikhlasan untuk ‘Indonesia Hebat’

Indonesia itu hebat lho… Maksud saya benar-benar ‘hebat’, sebagaimana definisi dalam ‘Kamus Bahasa Indonesia’, yaitu “terlampau; amat; sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dsb)”. Iya, Indonesia benar-benar hebat dalam artian positif…

***

Indonesia memiliki generasi muda yang cerdas dalam bidang sains dan diakui dalam skala internasional. Tidak percaya? Baru-baru ini, siswa-siswi Indonesia berhasil meraih 7 medali emas dalam ajang ‘The 3rd Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools’ (ASMOPS)2. Tahun 2014 ini, dari ajang yang berbeda, IPhO (International Physics Olympiad), Indonesia berhasil menyabet 4 emas dan 1 perak3. Dan nyatanya, Indonesia memang sudah biasa memenangi berbagai olimpiade sains dunia, hingga dalam waktu 20 tahun Indonesia telah mengantongi 103 medali emas, 86 medali perak dan 129 medali perunggu4.

Rahmat Waluyo, Siswa kelas IX SMP 2 Semarang, peraih medali Emas dan Perak
Olimpiade Sains Junior tingkat Internasional (IJSO)
Foto dari: TEMPO/Budi Purwanto2

Indonesia juga memiliki Ricky Elson, seorang teknokrat yang ahli dalam teknolog motor penggerak listrik, yang tidak main-main, dia telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang selama 14 tahun dia bekerja disana4. Setelah itu, kembali ke Indonesia, Ricky dipercaya untuk menjadi pelaksana penugasan pengembangan teknologi listrik nasional dan juga aktif melakukan penelitian mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Ciheras Tasikmalaya. Luar biasa bukan? Dan hebatnya lagi, kini kincir angin rancangan Ricky adalah yang terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak!5

“Selo” si mobil listrik karya Ricky Elson bersama tim
Foto dari: Koran Jakarta6

Lalu tentu saja, yang begitu melegenda di bidang sains Indonesia adalah B.J. Habibie, perancang pesawat N-250, pesawat kedua pengguna teknologi fly by wire di dunia yang dipamerkan pada Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Pesawat dalam negeri yang dibuat oleh putra-putra Indonesia dalam wadah PT IPTN (sekarang berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia). Dan sekarang, B.J. Habibie kembali  meneruskan cita-citanya membangun pesawat produksi dalam negeri yang pernah pupus karena krisis ekonomi dengan R-80 yang direncanakan akan mengudara tahun 2016 atau 20177.

Pesawat N250 buatan Indonesia
Foto dari: Liputan6.com8

Selain itu, masih banyak lagi prestasi Indonesia di bidang sains… Jadi, percaya kan kalau Indonesia hebat di bidang sains? Kalau Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia yang cerdas dan berprestasi. Tapi, mengapa Indonesia tidak pernah menonjol di bidang teknologi? Ribuan (atau bahkan puluhan ribu) mobil yang bersliweran di jalanan tiap hari, semuanya adalah produk luar negeri. Begitu juga dengan pesawat terbang, pembangkit listrik dan produk teknologi lainnya, hampir semua harus kita import dari luar negeri. Sesuatu yang aneh bukan? Dan bukan hanya itu, berdasarkan hasil survey Programme for International Student Assessment (PISA) di bawah Organization Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 20129, malah menyebutkan pelajar Indonesia berada di peringkat paling bawah dari 65 negara dalam pemetaan kemampuan matematika, membaca dan sains. Sampai-sampai Elisabeth, seorang WNA yang tinggal dan menaruh perhatian besar pada Indonesia menulis dalam artikel blognya, “Indonesian Kids Don’t Know How Stupid They Are”!10

Sebuah judul yang provokatif memang, tapi rasanya saya lebih setuju dengan kalimat, “Indonesian Kids Don’t Know How Smart They Are”. Iya, karena menurut saya, kegagalan sistem pendidikan kita saat inilah yang membuat potensi generasi muda kita tidak dapat berkembang secara optimal. Selain juga karena permasalahan rendahnya kualitas guru, kesenjangan kualitas pendidikan di daerah pelosok (luar Jawa) dan juga wabah korupsi yang membuat 20% anggaran pendidikan dari APBN banyak salah sasaran. Oh ya, dan sistem negara kita yang masih kurang menghargai riset membuat para ilmuan kita memilih mengepak tasnya dan berkarya di negara lain. Yang akibatnya, tentu saja kita kehilangan penemuan-penemuan yang mampu membuat negara kita berada di garis depan perkembangan teknologi, sehingga luar negeri menjadi konsumen teknologi kita dan bukan sebaliknya.

***

Indonesia itu hebat… Daratan dan lautan kita membentang dari Sabang sampai Merauke, dan disana tersimpan berbagai potensi, mulai dari pertanian, peternakan dan juga barang tambang.

Sejak jaman dahulu kala, nenek moyang kita adalah petani-petani yang tangguh yang mampu menghasilkan bahan makanannya sendiri. Bahkan, karena melimpahnya hasil bumi Indonesia kala itulah yang mengantar pedagang-pedagang Eropa bertandang ke Indonesia untuk mencari rempah. Iya, waktu itu, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah dunia dan mendapat julukan ‘Spices Island Country’. Pada masa itu beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai penghasil rempah dunia; seperti Kepulauan Maluku dan Sulawesi yang merupakan satu-satunya produsen cengkeh dan pala dunia sampai abad 18, Lampung dan Bangka sebagai penghasil lada, Sumatera Barat penghasil kayu manis, NTT penghasil kemiri, serta Bali dan Lampung adalah penghasil panili. Begitu tersohornya rempah Indonesia kala itu, hingga memiliki brand image yang mendunia, seperti ‘Muntok White Pepper’, ‘Lampung Black Pepper’, ‘Koerintji Cassiavera’, ‘Banda & Siao Nutmeg’11.

‘Lampong Black Pepper’ ternyata masih terkenal di dunia internasional
Hasil pencarian melalui Google Dengan kata kunci ‘Lampong Black Pepper’
Senin, 06 April 2014

Bukan hanya itu, Indonesia dengan luas wilayah dan tanahnya yang subur juga memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan sektor peternakan. Bahkan menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syafruddin Said, Indonesia juga telah memiliki teknologi maju di bidang peternakan, sehingga Indonesia mampu mengembangkan varietas sapi yang unggul13. Indonesia hebat bukan? Tapi mengapa sampai saat ini, Indonesia masih seringkali melakukan import daging sapi? Sama halnya dengan import komoditas pertanian, seperti kedelai. Iya, kebijakan di bidang pertanian dan peternakan mungkin memang belum berpihak pada petani dalam negeri. Sehingga banyak petani yang meninggalkan lahannya dan mencari mata pencaharian lain. Karena kenyataannya menjadi petani itu sulit, banyak biaya yang harus dikeluarkan, dan birokrasi pemasaran hasil panen pun membuat keuntungan menjadi tidak seberapa besar.

Demikian juga kenyataan bahwa Indonesia pun kaya berbagai mineral tambang, bahkan merupakan produsen nikel terbesar ketiga di dunia. Namun sayangnya, sebagian besar diekspor dalam bentuk bijih nikel (belum diolah dan dimurnikan), di antaranya hampir 50% untuk industri China. Padahal, jika nikel ini melalui proses pengolahan dan pemurnian, maka mendapatkan nilai tambah hingga 38 kali lipat. Hal inilah yang membuat Asosiasi Metalurgi dan Mineral Indonesia (AMMI) meminta pemerintah kukuh melaksanakan pengolahan dan pemurnian mineral dan bijih nikel14. Indonesia itu hebat kok, dengan kualitas SDM yang baik dan kebijakan pemerintah yang mendukung, pasti kita bisa terus mengolah Sumber Daya Alam (SDA) yang ada untuk kesejahteraan negara kita.

***

Indonesia itu negara yang indah lho… Indonesia memiliki alam yang indah. Ada Pulau Bali yang merupakan 1 dari 10 pulau paling romantis di dunia versi Majalah Travel. Dan juga adegan Julia Robert yang bersepeda dalam film ‘Eat Pray Love’ membuat Ubud menjadi satu dari 10 lokasi dengan nuansa spiritual yang kental15. Itu hanya satu dari ratusan lokasi indah lain di Indonesia yang belum dikenal luas; sebut saja ‘Taman Laut 17 Pulau Riung’ (NTT), ‘Air Terjun Madakaripura’ (Jawa Timur), ‘Kompleks Makam Raja Banggae’ (Sulawesi Barat), dan banyak lagi yang bisa dilihat dalam website resmi pariwisata Indonesia16.

Selain itu, seni dan budaya Indonesia juga tidak kalah indah dan dikagumi oleh dunia internasional. Masterpiece karya seni Indonesia yang cukup dikenal di luar negeri tentu saja adalah Batik. Yang konon disukai dan sering kali dipakai oleh Ratu Elizabeth II, Ratu Sophie, Ratu Juliana dan bahkan Bill Clinton. Lalu, ingatkah lagu ‘To Love You More’ ciptaan David Foster yang dipopulerkan oleh Celine Dion? David sendiri mengaku bahwa lagu itu terinspirasi musik Keroncong Indonesia. Selain itu, masih banyak karya seni budaya Indonesia yang begitu indah dan dengan promosi yang memadai pasti membuat dunia berpaling; sebut saja berbagai sendratari, musik Gamelan, Kain Songket dan sebagainya.

‘Air Terjun Madakaripura’ (Jawa Timur)
Foto dari Indonesia.travel16
‘Kompleks Makam Raja Banggae’ (Sulawesi Barat)
Foto dari Indonesia.travel 16

Hanya saja, memang rasanya baik potensi pariwisata maupun seni budaya belum tergarap optimal. Terkadang sarana prasarana maupun pemeliharaan yang memadai dari objek wisata tidak dipersiapkan dengan baik, akibatnya slogan yang sudah terpampang tidak sesuai dengan pengalaman di lapangan. Dan pengunjung pun kecewa, sehingga potensi pariwisata tersebut tidak bisa bersinar dan mendapatkan apresiasi yang seharusnya. Begitu juga dengan seni budaya, kurangnya perhatian pada seniman, regenerasi, dan juga ‘panggung pentas’ untuk menampilkan, membuat berbagai hiburan tradisional Indonesia tenggelam ditelan arus modernisasi.
***

Ya, Indonesia memang hebat… Tidak terhitung potensi negara ini, baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusianya. Semua itu adalah modal yang membuat Indonesia tidak memiliki alasan untuk tidak bersinar di dunia. Hanya saja, pengelolaan yang belum memadai, tidak maksimal dan apapun istilahnya; membuat semuanya tenggelam. Wabah ketidakpedulian dan korupsi di berbagai bidang membuat negara ini terseok-seok melangkah ke depan. Oh ya, sudah tahu bahwa Indonesia menduduki peringkat 114 dari 175 negara terbersih menurut Corruption Perception Index yang dilakukan oleh Transparency International pada tahun 2013 lalu. Itu sama halnya bahwa Indonesia menduduki peringkat 61 dari 175 negara terkorup di dunia. 

Infografik: Visualisasi Corruption Perception Index 2013
Didownload dari http://cpi.transparency.org17

Hmm, jelas bukan, pada saat suatu bangsa dikelola dengan rendahnya kepedulian, sebesar apapun potensinya, tidak akan bisa maju dan mensejahterakan masyarakatnya. Para pelajar tidak bisa mengoptimalkan potensinya karena terjebak dengan sistem pendidikan yang suram. Para teknokrat tidak bisa mengembangkan teknologi di negerinya sendiri karena sulitnya mendapatkan dana riset, bahkan beberapa diantara mereka harus ke luar negeri agar mendapatkan penghargaan yang seharusnya. Pariwisata dan seni budaya pun tidak tergarap dengan baik karena kurangnya perhatian. Benar-benar menyedihkan bukan?

Ah, tapi mengetahui semua kenyataan itu, bukan lantas kita harus berputus-asa, karena kita semua inilah harapan bangsa ini untuk menjadi lebih baik dan menunjukkan kehebatannya. Salah satunya adalah dengan bersuara dan memilih calon-calon pemimpin bangsa ini, karena berita baiknya adalah bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki pemimpin-pemimpin yang peduli serta kompeten secara teknis dan psikologis. Pemimpin-pemimpin yang tidak hanya mumpuni di bidangnya, tapi juga memiliki hati yang bersih, kepedulian dan keteguhan hati untuk memegang prinsip kebenaran. Pemimpin-pemimpin yang akan memikirkan dan mengambil keputusan atas dasar kepentingan Negara Indonesia dan warganegaranya. Iya, disini memang kita cuma bisa berusaha memilih orang-orang yang sekiranya mengemban amanat sebagai wakil rakyat, berdasarkan penilaian yang mungkin tidak selalu valid. Selalu ada kemungkinan bahwa kita sudah berusaha menilai dan memilih yang terbaik, tapi kenyataan berkata lain, hal-hal yang kita hindari masih saja terjadi. Namun, tetap saja jauh lebih baik jika kita mengambil peluang yang ada daripada menyerah dan menutup mata pada siapa kita mempercayakan Indonesia tercinta ini. Jadi… tanggal 9 April 2014 nanti, pastikan kita mengikuti PEMILU ya…

Hal lain yang bisa kita lakukan adalah sesuai dengan kapasitas dan posisi kita masing-masing. Jika Anda adalah seorang politisi, maka berpolitiklah dengan baik, jika Anda dipercaya untuk mewakili aspirasi rakyat, maka wakililah dengan baik. Perdalamlah pengetahuan tentang bidang yang akan Anda ambil kebijakan, dan suarakanlah hal yang mendukung kemajuan negara tercinta kita ini. Banyak-banyaklah berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan agar diberikan pencerahan untuk selalu mengambil keputusan yang berpihak pada bangsa dan warganegara Indonesia. Karena di tangan Andalah bangsa ini kami (rakyat) percayakan.

Jika Anda seorang pegawai pada instansi pemerintah, maka kelolalah bidang Anda dengan baik dan profesional. Selalu ingat, bahwa dengan uang rakyat Anda dibayar, maka, seberat apapun berjalanlah di rel kebenaran. Jika Anda seorang guru, maka didik dan binalah murid-murid Anda dengan tulus. Tanamkan pengetahuan dan nilai-nilai kebaikan dalam diri mereka sebagai bekal mereka di masa depan. Dimana mungkin salah satu dari murid Anda itulah calon pemimpin bangsa ini. Siapa pun kita, apa pun profesi kita, pasti ada hal sekecil apa pun yang bisa kita lakukan untuk bangsa ini.

Memang semua terlihat sulit dan bahkan mustahil, tapi pesimis tidak akan membawa kita bergerak kemana pun. Tetaplah bergerak dengan optimisme bahwa negara ini akan menjadi lebih baik. Terus tekun berproses dan memperjuangkan kebaikan yang bisa kita usung untuk negara ini. Walaupun pasti akan terasa berat, karena kita bagaikan melawan arus yang begitu deras. Ikhlaskan semua itu demi usaha kita membela negara tercinta kita. Pasti kita akan seringkali menemukan bahwa usaha kita tidak menghasilkan sesuatu yang besar seperti seharusnya, karena berbagai benturan dan halangan. Ada kalanya usaha keras kita untuk membenahi tidak mendapat apresiasi dan justru dicaci atau ditertawakan. Tetap maju dan berusaha, dengan optimisme, ketekunan dan keikhlasan untuk menjadikan Indonesia Hebat!



With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Referensi:
  1. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
  2. Tempo.co. (16-11-2013). Indonesia Juara Olimpiade Sains Asia. http://www.tempo.co/read/news/2013/11/16/095530093/Indonesia-Juara-Olimpiade-Sains-Asia. Diakses tanggal 04 April 2014.
  3. Id.Wikipedia.org. (29-03-2014). Olimpiade Fisika Internasional. http://id.wikipedia.org/wiki/Olimpiade_Fisika_Internasional. Diakses tanggal 6 April 2014.
  4. Kompas.com. (13-06-2913). Indonesia Koleksi 103 Medali Emas Olimpiade Sains. http://sains.kompas.com/read/2013/06/13/09225584/Indonesia.Koleksi.103.Medali.Emas.Olimpiade.Sains. Diakses tanggal 06 April 2014.
  5. Id.Wikipedia.org. (02-12-2014). Ricky Elson. http://id.wikipedia.org/wiki/Ricky_Elson. Diakses tanggal 06 April 2014.
  6. Koran-Jakarta.com. (01-12-2013). “Lamborghini” Karya Anak Negeri. http://www.koran-jakarta.com/?443-lamborghini%20-karya-anak-negeri. Diakses tanggal 06 April 2014.
  7. Kompas.com. (27-09-2013). Habibie: Pesawat R-80 akan Buat “Surprise” Dunia!”. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/09/27/0740216/Habibie.Pesawat.R-80.Akan.Buat.Surprise.Dunia. Diakses tanggal 06 April 2014.
  8. Liputan6.com. (18-02-2014). RI Buat Pesawat Baru Lagi dalam 6 Tahun ke Depan. http://bisnis.liputan6.com/read/830310/ri-buat-pesawat-baru-lagi-dalam-6-tahun-ke-depan. Diakses tanggal 06 April 2014.
  9. Detik.com. (08-02-2014). RI Terendah di PISA, WNA: Indonesian Kids Don’t Know How Stupid They Are. http://news.detik.com/read/2014/02/08/153124/2491125/10/1/ri-terendah-di-pisa-wna-indonesian-kids-dont-know-how-stupid-they-are. Diakses tanggal 06 April 2014.
  10. Pisani, E. (05-12-2013). Indonesian Kids Don’t Know How Stupid They Are. http://portraitindonesia.com/indonesian-kids-dont-know-how-stupid-they-are/. Diakses tanggal 06-04-2014.
  11. RempahIndonesia.org. (__________). Sejarah Rempah Nusantara. http://www.rempahindonesia.org/sejarah.html. Diakses tanggal 07 April 2014.
  12. VivaNews.com. (06-02-2013), Cerita Rempah Indonesia Semahal Harga Emas. http://vivabola.vivanews.com/news/read/388178-cerita-rempah-indonesia-semahal-harga-emas. Diakses tanggal 07 April 2014.
  13. OkeZone.com. (16-12-2013). Teknologi Peternakan di Indonesia Sudah Maju, Tapi… http://techno.okezone.com/read/2013/12/16/56/912934/teknologi-peternakan-di-indonesia-sudah-maju-tapi. Diakses tanggal 06-04-2014.
  14. Liputan6.com. (07-01-2014). RI Produsen Nikel Terbesar Ketiga Dunia, tapi 50% Buat China. http://bisnis.liputan6.com/read/793845/ri-produsen-nikel-terbesar-ketiga-dunia-tapi-50-buat-china. Diakses tanggal 06 April 2014.
  15. Liputan6.com. (28-10-2013). 20 Hal Sepele dari Indonesia yang Mendunia. http://news.liputan6.com/read/731535/20-hal-sepele-dari-indonesia-yang-mendunia. Diakses tanggal 07 April 2014.
  16. http://www.indonesia.travel/id
  17. CPI.Transparency.org. 2013. Ideographics: Visualising The Corruption Perception Index 2013. http://cpi.transparency.org/cpi2013/infographic/. Diakses tanggal 07 April 2014.

8 comments:

  1. Wooow, puanjangnya tulisan diatas, dan memang berisi semua yang hebat-hebat tentang Indonesia. Bunda belum bisa tuh menulis sebagus ini, Nian. Salut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bundaa.. semua orang punya karakter menulis yang berbeda kok.. kalau saya emang bisanya dg spesifikasi kaya gini, giliran nyoba nulis cerita fiksi, waks, amburadul.. *pas kita ikut kelas mbak Nunik itu baru berasa deh :D
      Bunda terus nulis ya, tulisan bunda bagus, inspiratif :)
      Makasih sudah mampir and comment pertamax ;)

      Delete
  2. Setujuuu, Indonesia Hebat..
    yang ini versi Indonesia hebat-ku mak..
    http://ophiziadah.blogspot.com/2014/04/indonesia-hebat-karena-para-penghebat.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah ngintip ke rumah mak Ophi, setujuu banget.. Indonesia itu hebat, banyak orang hebat di sekitar kita, SDA kita juga mendukung sekali, tinggal bagaimana pengelolaannya..
      Jangan lupa besok nyoblos PEMILU ya ;)

      Delete
  3. Indonesia hebat, negara kepulauan terbesar dg beraneka ragam suku, budaya, bahasa, wisata... uuuhhh apalagi pantai2 nya... sukses ngontesnya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sippp.. setuju bangett.. ga ada alasan Indonesia untuk jadi ga hebat..
      Makasih mak Wulan :)

      Delete
  4. Memang sayang ya, semua potensi yang ada kurang dikelola dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Bayu,
      Yang penting ya kita berusaha sesuai kapasitas kita.. *ikutan PEMILU kan kemaren :D
      Selain itu, ya kuncinya menurut saya 3 kata; optimisme, ketekunan & keikhlasan, insyaallah kita bisa membuat Indonesia menjadi (paling tidak sedikit) lebih baik.. amiin :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...