Friday, October 3, 2014

Scandal: When Marion Ravn Bring Back Her Confidence

Hola… adakah diantara teman-teman yang mengidolakan Marion Raven? Itu lho, salah satu pentolan M2M yang populer tahun 2000-an lalu. Girlband asal Norwegia yang digawangi olehnya bersama Marit Larsen, yang akhirnya kandas pada tahun 2002 setelah album keduanya ‘The Big Room’ bisa dibilang tidak terlalu sukses, sesukses album pertamanya ‘Shades of Purple’ (2002). Dimana saat itulah drama Marit maupun Marion dimulai. Marion yang kala itu dipertahankan pihak label dan mendapatkan kontrak untuk merilis album solo, banyak dituding sebagai seorang yang berkhianat pada sahabatnya sendiri, semacam membuang sahabatnya untuk meraih ambisinya di dunia musik. Iya, menurut saya sih wajar pihak label lebih condong ke Marion, karena dari sisi penampilan maupun vokal memang lebih komersil.

Hmm, tapi tentunya sih cuma mereka berdua yang tahu cerita sesungguhnya. Tapi karena kejadian itu akhirnya Marion harus menemui beberapa kendala dalam ambisinya untuk menjadi penyanyi internasional setelah album solo pertamanya ‘Here I Am’ (2005) gagal rilis di US meskipun sebenarnya cukup sukses di negara lain. Setelah merilis album pertama itu, Marion pun memutuskan kontrak dengan label raksasa yang menaunginya dan memilih bergabung dengan sebuah label indie untuk merilis musik di US. Dan lahirlah album ‘Set Me Free’ (2007) yang tidak terlalu terdengar di US sana… Sampai akhirnya bahkan gagal merilis album berikutnya ‘Nevermore’ karena single yang dirilis gagal di pasaran. Sejak itu, Marion pun seolah memilih beristirahat sejenak dari dunia musik dan lebih fokus ke dunia akting.

Dan sementara itu, Marit, yang tepat setelah bubarnya M2M memilih ‘bersembunyi’ dari dunia keartisan dan melanjutkan sekolahnya akhirnya cukup percaya diri untuk merilis album pertamanya ‘Under the Surface’ (2006). Sebuah album yang seolah tanpa ambisi namun berhasil mencapai sertifikasi double platinum di negara asalnya Norwegia. Disusul dengan album kedua ‘The Chase’ (2008) yang sukses dengan single-nya ‘If a Song Could Get Me You’ hingga mencapai puncak chart di beberapa negara. Hmm, lagunya memang catchy dan menyentuh sekali sih, apalagi kalau kita sedang pengen balikan sama mantan pacar, hehe :D

Back to Marion, karena ini kan tulisan untuk dia ya… Setelah bisa dibilang mengalami surut pada karir musiknya, pada tahun 2013 dia pun percaya diri untuk merilis album ‘Songs from A Blackbird’ pada tahun 2013, enam tahun setelah album terakhirnya. Di album ini, cukup mengejutkan Marion memilih genre pop daripada rock yang dulu diusungnya. Hmm, mungkin dia merasa karirnya di genre rock kurang hoki sehingga memutuskan putar haluan kembali ke jalur pop, sama seperti halnya jalur musik yang dianut Marit. Single pertama, ‘Colors Turn to Grey’, bisa dibilang tidak terlalu sukses, namun dia terus dengan keputusannya dan merilis album yang konon banyak dibiayai secara mandiri. Dan akhirnya, album ini direspon cukup baik di Norwegia hingga mencapai posisi chart ketiga, hmm, akhirnya!

Dan kini, dengan kesuksesannya di album popnya tersebut, Marion seolah mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dan kembali merilis album bertajuk ‘Scandal Vol.1’. Awalnya album ini akan dirilis sebagai sebuah album saja, tanpa Vol.1 dan Vol.2, tapi (mungkin) karena begitu bersemangatnya Marion, dia menciptakan begitu banyak lagu yang sayang untuk dibuang begitu saja, dan akhirnya diputuskan bahwa lagu-lagu ini akan dirilis dalam 2 album.

Tracklist:
Scandal
You’ll Get Up Again
In Dreams
The Beginning of the End
Never Gonna Get It
Scoundrels Like You
Never Ask Why
We’re Heading Off Course
(gambar diambil dari @MarionRaven)

22 September 2014 lalu, ‘Scandal Vol.1’ resmi dirilis di Norwegia! Berisi 8 buah lagu yang diciptakannya bersama beberapa musisi Norwegia lain, album ini menurut saya sangat enak didengar. Nuansa adem dan mistiknya terasa sekali, sama dengan album pertamanya, hanya berbeda genre saja. Paling suka dengan perpaduan musik akustik dan suara Marion yang lembut, membuat saya betah mendengar album ini berulang-ulang sampai dengan 2 hari saat ini. Hmm, bayangkan jika jam kerja itu 8 jam dan durasi albumnya sendiri 30 menitan, berarti saya memutar ulang album ini sebanyak 16 kali :D. Ah, musiknya memang pas banget dengan selera saya, pemilihan kata-katanya juga enak didengar…

So, apakah ada yang penasaran dengan lagu-lagunya? Hmm, sayangnya album ini baru rilis di Norwegia… Tapi kita bisa kok intip-intip di akun Youtube Marion dan streaming di beberapa website. Salah satunya adalah single pertama berjudul ‘In Dreams’ ini… Menurut saya ada banyak lagu di album yang lebih bagus dari single ini sih (favorit saya ‘You’ll Get Up Again), tapi lagu ini bagus juga kok… Monggo dinikmati ;)


With Love,
Nian Astiningrum

-end-

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...