Friday, July 24, 2015

The Wonder Weeks: Alasan Indah di Balik Kerewelan Bayi

Semua pasti setuju bahwa merawat bayi itu membutuhkan kesabaran tersendiri; karena mereka sepenuhnya tergantung pada kita dalam segala hal, sepanjang waktu dengan kemampuan komunikasi yang masih terbatas. Seringkali menangis menjadi satu-satunya bahasa yang harus diterjemahkan menjadi berbagai ketidaknyamanan mereka; seperti lapar, kepanasan dan sebagainya. Jelas ini bukan hal yang mudah bukan, apalagi pada saat bayi rewel, lebih dari biasanya. Stok kesabaran harus benar-benar ditingkatkan untuk menghadapi bayi yang mendadak menjadi serba salah dan hobi menangis itu. Melelahkan, itu pasti, tapi ternyata ada alasan yang positif di balik kerewelan bayi itu, paling tidak itulah hasil penelitian dari Hetty van de Rijt, Ph.D. dan Frans Plooij, Ph.D, pasangan suami istri yang sama-sama berkecimpung dalam dunia Psikologi Pendidikan. Sebuah konsep yang diperoleh melalui penelitian selama bertahun-tahun yang mereka dokumentasikan dalam buku ‘The Wonder Weeks’. Sebuah konsep yang menjelaskan bahwa ada masa-masa tertentu dimana bayi akan rewel karena adanya perkembangan mental tertentu yang tengah terjadi.


Dalam buku mereka, ‘The Wonder Weeks’ yang pertama kali terbit di tahun 1992, van de Rijt dan Plooij menyebutkan adanya 10 tahapan perkembangan mental bayi pada 20 bulan pertama hidup mereka. Dimana 10 tahapan perkembangan mental ini, seringkali ditandai dengan perilaku rewel (fussy) yang seringkali spesifik pada usia-usia tertentu; yaitu minggu ke-5, 8, 12, 19, 26, 37, 46, 55, 64 dan 75. Misalnya saja pada saat melalui tahapan ‘Changing Sensation’ pada minggu ke-5, perilaku rewel bayi berupa perilaku berteriak, menangis dan menolak (sulit) untuk tidur. Dimana hal ini merupakan akibat dari kebingungannya karena dibombardir dengan berbagai stimulus yang awalnya tidak dirasakan karena organ, metabolisme dan indera yang belum matang.

Hal ini pula yang terjadi pada minggu-minggu selanjutnya, yaitu ke-8, 12 dan seterusnya. Tentu saja dengan karakteristik kerewelan yang berbeda, karena perbedaan perkembangan mental yang terjadi saat itu. adapun secara singkat, perkembangan-perkembangan mental yang terjadi pada usia-usia tersebut secara lengkap adalah sebagai berikut:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...