Saturday, February 20, 2016

Pizza Makaroni

Sebenarnya sudah setahunan Ganesh mulai masuk ‘sekolah’, sejak Bulan Februari 2015, di kelas Kelompok Bermain kala itu. Sejak itulah ada tugas baru bagi saya, yaitu menyiapkan bekal, karena memang ada waktu makan bersama di ‘sekolah’-nya. Sudah hampir setahunan ternyata… hmm, tapi baru akhir-akhir ini saya dibuat pusing dengan urusan perbekalan ini. Karena, jika dulu saya bisa asal saja dengan menu-menu kilat seperti nasi dan telur dadar atau roti tawar dengan selai coklat; maka sekarang saya harus benar-benar berpikir bagaimana menyiapkan bekal yang mudah disantap dan peluang habisnya besar. Kenapa demikian? Hmm, agak panjang nih penjelasannya…

Jadi, pasca pindah sekolah sebulan yang lalu, Ganesh harus berangkat sejak pagi dan transit dulu di kantor saya untuk kemudian masuk siang dari pukul 10:30 hingga pukul 13:00. Lalu, sepulang sekolah pun dia harus transit lagi di kantor saya hingga pukul 16:00 saat saya pulang kantor. Nah, disitu berarti bekal Ganesh akan dimakan pada saat makan siang (sekitar pukul 12:30), maka bekal Ganesh harus cukup mengenyangkan dan bernutrisi, serta untuk efisiensi waktu maka harus bisa dihabiskannya sendiri tanpa bantuan orang dewasa lainnya. Karena jika tidak dan saya harus menyuapinya lagi, berarti waktu kerja saya kembali berkurang dan pulangnya bisa lebih sore lagi… :(

Nah, karena kerumitan itu, sejauh ini baru ada tiga menu yang memenuhi syarat di atas dan rutin menjadi bekal Ganesh (4 tahun 6 bulan) ke sekolah. Pertama adalah (tentu saja) nasi goreng kesukaannya, pasta dan yang terbaru adalah pizza makaroni.


Pizza makaroni ini sebenarnya terinspirasi dari resep bakwan makaroni yang saya temukan di internet. Tapi, karena pada percobaan pertama ternyata banyak memakan waktu untuk menggoreng satu per satu, maka saya tuang saja semua adonan ke dalam teflon kecil dan kemudian diiris-iris seperti pizza setelah matang, hehe :D. Jelas lebih hemat waktu dan bentuknya malahan lebih menarik (semoga bukan pembelaan :D). Dan berikut adalah langkah-langkah membuatnya…
Bahan:

1 genggam
Pasta (makaroni, fusilini atau bentuk apapun)
1 sendok makan
Tepung terigu
½ sendok makan
Tepung sagu
1 butir
Telur ayam
1 sendok makan
Daging sapi giling
Sesuai selera
Wortel
1 tangkai
Daun bawang
Secukupnya
Keju cheddar
Secukupnya
Merica bubuk

Cara Membuat:
1.
Rebus pasta hingga lunak/matang. Tiriskan dan sisihkan.
2.
Campur tepung terigu dan tepung sagu dengan sedikit air.
3.
Tambahkan telur dalam adonan tepung dan kocok/aduk hingga rata.
4.
Masukkan pasta, daging giling, wortel parut, daun bawang yang telah diiris tipis, keju cheddar parut, dan merica bubuk dalam adonan. Aduk rata.
5.
Tambahkan air jika diperlukan hingga adonan cukup kekentalannya. Jangan terlalu encer supaya pizza tidak lembek.
6.
Olesi teflon kecil dengan margarine dan ratakan adonan di atasnya.
7.
Panaskan di atas kompor dengan api sangat kecil dan ditutup. Balik pizza setelah bagian atas adonan mengering, lanjutkan hingga matang.
8.
Setelah matang, potong pizza sesuai selera.

Gimana… benar-benar gampang kan? Soal kandungan nutrisi juga cukup berbobot dan bertenaga; ada karbohidrat, protein, vitamin dan mineral… cukup OK untuk dijadikan menu makan siang. Dan karena bentuknya padat, bisa dipotong kecil-kecil untuk dimakan menggunakan garpu atau dipotong ukuran sedang untuk dimakan langsung dengan tangan. So far, Ganesh selalu menghabiskan bekal pizza makaroninya, atau menyisakan sedikit saat saya terlalu banyak membawakannya, hehe :D

Tertarik mencoba?

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

17 comments:

  1. wah ternyata dengan teflon panas aja jadi ya,,,mantab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bentuknya aja kaya pizza lho mbak.. bukan bener-bener pizza :D

      Delete
  2. resepnya pas buat bekal kerja, simpe dan mengenyangkan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan dicoba mbak.. semoga sesuai selera :)

      Delete
  3. Replies
    1. Hihi.. silakan mbak.. cuma ini mah ga kaya pizza rasanya.. lebih seperti bakwan :D

      Delete
  4. Wah Ganesh sekolahnya lama banget yaaaa...karena ketambahan transit. Resepnya oke banget nich, kebetulan Fira juga suka sekali pasta, boleh juga pasta yang dirumah dibuat pizza

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi.. iya lama banget :D
      Semoga Fira suka ya :)

      Delete
  5. Baru tahu pakai tepung terigu dan tepung segala makk.. Aku kira cukup dengan telur dan makaroninya aja. Sama seperti bikin pizza mie hehehe (gak ngerti masak) but thanks info nya, cukup mudah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya tepung ini untuk menyatukan saja.. karena telurnya cuma sedikit :D
      Sama-sama mak :)

      Delete
  6. Pake tepung sagu ya, fungsinya apa ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, saya kurang tau juga mbak.. maklum saya juga mengadopsi dari resep lain :D
      Kalo saya mah, coba-coba saja.. kemarin pas ada tepung sagu, jadi bisa dimasukin, kalo ga ada juga saya mah hajar-hajar saja pake tepung terigu aja :D
      *duh ga menjawab pertanyaan ya :D

      Delete
  7. ngiler nih saya ngebayanginnya... bikin ah :)

    ReplyDelete
  8. Wah gampang ya, porsinya juga cukup utk masak kilat, insyaAllah aq coba mak, tfs^^

    ReplyDelete
  9. Problem ku di sini cuma satu mbak, aku kurang lihai ngebalikin apa pun dari teflon :(

    Salam,
    Gianta

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...