Monday, February 27, 2017

Finally! New Blog Look!

Sebenarnya sudah dari lama banget, pengen make over tampilan blog. Sudah beberapa kali coba-coba ubah tampilan blog lewat template designer bawaan blogger dan tutorial yang bersliweran di internet… tapi, selalu mentok. I don’t get the look that I want dan akhirnya kembali lagi ke tampilan awal, lalu terakhir palingan ganti header dan favicon saja. Beberapa kali juga pengen ganti tema warna, tapi selalu dan selalu… sulit sekali move on dari warna pink, yang sebenarnya sudah tidak terlalu saya gandrungi lagi. **Hmm, yang namanya zona nyaman itu memang sulit ditinggalkan, even saat kita sebenarnya sudah tidak terlalu nyaman dengannya**

Warna pink blog lama yang bikin susah move on

Singkat cerita, akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa saya harus minta bantuan pada seseorang yang memang ahli coding untuk merubah tampilan blog semirip mungkin dengan keinginan saya. Dimana, hal ini sudah tidak bisa difasilitasi dengan blogger template editor alias harus ngutak-atik template HTML-nya.

Dan bertemulah saya (melalui dunia maya) dengan Mbak Handriati yang sukses me-make over beberapa blog, seperti salah satunya milik Grace Melia yang menurut saya cukup eye-catchy dan detail. **‘Cukup’ saja, karena sepertinya selera kami memang berbeda dan saya jelas sedang ingin move on dari warna pink yang menjadi tema blog mbak Grace ya… :D** And back to Mbak Handriati, akhirnya saya pun berhasil membuat appointment dengannya, setelah sempat ter-pending karena dia baru saja melahirkan. Yeay!

Next step, kemudian saya berusaha memvisualisasikan keinginan saya; yang ternyata seperti yang sudah-sudah, proses ini tidak gampang. Ada trial-and-error, karena terkadang apa yang saya pikir bagus, saat direalisasikan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Bukan karena masalah orang yang merealisasikan gambaran saya itu, tapi saya sendiri yang gagal membayangkan hasil akhir dari imajinasi saya. Waktu itu, saya sempat ingin tema warnanya abu-abu, putih dan merah (dalam bayangan saya seperti es krim strawberry), tapi kemudian, saat kerangkanya sudah jadi, kok menurut saya ga OK, huhu… 

Cara memvisualisasikan ide yang tidak berhasil :(

Memang, biasaya jika harus mengerjakan sesuatu yang berbau desain, ya saya harus utak-atik, liat hasilnya, ubah lagi jika tidak sesuai, sampai akhirnya dapat hasil yang pas. Which is, hal ini tentu tidak mungkin dilakukan saat saya meminta orang lain untuk mengeksekusi ide saya. Ya akhirnya bolak-balik ga kelar-kelar kan… Dan saya rasa hasilnya pun tidak akan memuaskan.

So, sadar bahwa cara pertama ini kurang efisien, akhirnya saya coba memvisualisasikan imajinasi saya lewat aplikasi Microsoft Publisher; which is ga rumit dan saya bisa mendapatkan gambaran yang lebih konkret terkait warna dan tampilan. Tinggal bikin kotak-kotak untuk layout blog-nya, diberi warna, disesuaikan posisi dan juga font-nya untuk membantu merealisasikan ide saya. Dan alhamdulillah, cara ini berhasil!

Waktu itu, saya mengirimkan desain dan tema warna fixed seperti ini:


Botanical Hue from design-seeds

Winter Tones from design-seeds

Dengan modal desain saya tersebut dan pallete warna spesifik yang saya inginkan, Mbak Handriati pun merealisasikan blog impian saya. Yang, tunggu dulu, tentu tidak secepat itu, mengingat bawaan saya yang ribet dan perfeksionis :D. 

Setelah kerangka blog berbentuk, saya banyak meminta perubahan-perubahan yang sifatnya printilan dan detail sekali; misal minta font spesifik, di-bold, di tengahin, warna hurufnya apa, bentuk kolom ‘search’, kurang simetris dan sebagainya. Iyah, mata saya sepertinya memang punya fitur untuk gampang mendeteksi ‘ketidaksempurnaan’; baik sekedar celah kecil atau sesuatu yang tidak simetris :D. Dan itu mengganggu saya, jadi yah, terima-kasih Mbak Handriati, atas kesabarannya meng-handle permintaan printil-printil saya ya… Hingga akhirnya, saya benar-benar puas dengan tampilan blog ini.

Nah, template sudah, selanjutnya mulailah saya memikirkan desain header, satu elemen yang sangat besar pengaruhnya pada tampilan sebuah blog. Dan karena saya hanya bisa urun ide tapi tidak bisa merealisasikan, karena kemampuan menggambar manual maupun digital yang minimal, saya pun berniat mencari ilustrator yang style-nya sesuai keinginan saya. Waktu itu, Mbak Handriati memberikan beberapa alternatif opsi beberapa orang yang dikenalnya jago gambar. Yang akhirnya, setelah mencari dan melacak, saya ketemu dengan Mbak Puty Puar, yang pinter dan buka jasa bikin doodle lucu-lucu. Begitu liat karya Mbak Puty di instagram-nya, saya langsung jatuh cinta…

Untuk pengerjaan header ini tidak memakan waktu cukup lama, saya hanya sekali memberikan gambaran yang saya inginkan. Gambarnya saya dapat dari googling, seorang wanita yang sedang menggenggam mic dengan ekspresi sedang berpikir, yang kabel mic-nya kemudian tersambung dengan tulisan ‘Lemon Juice Story’. Yang alasannya adalah: pertama, karena saya suka bernyanyi. Dan kedua, itu menggambarkan saya mengungkapkan sebuah cerita atau pemikiran saya melalui mic-yang terhubung dengan blog ini ‘Lemon Juice Story’. Atau bisa digabungkan, bahwa blog ini adalah salah satu cara saya mengekspresikan diri… kira-kira begitu.

Lalu, kenapa lemon kok ijo, bukannya lemon itu kuning? Mbak Puty juga sempat mengkonfirmasi hal ini, “Ini lemon apa jeruk nipis?” saat saya minta digambarkan jeruk nipis, tapi judul blog-nya ‘Lemon Juice Story’. 

Hmm, jadi begini ceritanya; asal mula nama blog ini sebenarnya dari pengalaman saya menggunakan air jeruk nipis untuk mengobati jerawat yang datang dan pergi sesuka hati sejak saya menginjak bangku SMA. Jerawat yang tetap saja kembali meski saya sudah perawatan ke klinik estetika, ke dokter kulit dan bahkan ke pengobatan alternatif. Yang akhirnya, saat hamil anak pertama, karena semua itu riskan saya hentikan dan setelah membaca beberapa referensi, mencoba menggunakan air jeruk nipis; yang ternyata perlahan-lahan membantu membuat wajah saya terhindar dari jerawat. Yah, bukan terus 100% bebas jerawat setiap saat sih; pada saat stress atau mau datang bulan, jerawat itu kadang hadir; tapi masih dalam kisaran normal, tidak lagi sebesar dan sebanyak dulu. That’s the point, ordinary insight(s) from ordinary walk of life, tentang menghilangkan jerawat dengan sari jeruk nipis. Yang dalam Bahasa Inggris sebenarnya di-translate ‘lime juice’, tapi karena kurang ear catchy akhirnya saya rubah menjadi ‘lemon juice’… toh sama-sama jeruk kan :D.

Nah, waktu itu, saya mengirim gambar ini nih ke Mbak Puty:


Lalu, saya minta wajahnya disesuaikan dengan wajah saya dan tema warna sesuai pallete warna yang saya pakai untuk blog. Dan, tada! Beberapa hari kemudian outline-nya jadi, dan saya hanya meminta revisi kostum dan font yang dipakai. Dan kenapa proses ini lebih sederhana, tidak seribet membuat template blog-nya? Itu karena saya berpikir bahwa setiap artis pasti punya keunikannya sendiri. Sehingga kalau saya terlalu banyak meminta revisi apalagi soal raut muka, malahan gambar yang saya dapat kurang nyeni. Karena itulah, pada header ini, saya cuma minta revisi dua hal itu saja (kostum dan font); walaupun jujur, awalnya sempat mikir, kok wajahku ga keliatan cantik ya… hahaha :D. Tapi, terbukti kan… feeling saya benar; hasilnya setelah diberi warna benar-benar cantik, lucu, imut dan unik. I really adore it lah pokoknya!

And then finally, one day di sela-sela kesibukan saya menjalani diklat yang cukup rempong dengan tugas yang mengalir, anak yang tidurnya malam, dan saya sendiri yang akhirnya kecapekan lalu seringkali ikutan ketiduran pas ngelonin (insyaallah diceritain di blogpost berikutnya)… saya pun memasang template blog yang ‘perfectly’ coded by Mbak Handriati dan header karya Mbak Puty. Yang rasanya, fiuhh, melegakan sekali, karena rasanya takut saja, kalau pas dipasang hasilnya kacau ga seperti harapan. Seperti pengalaman dulu menggunakan Artisteer, yang ternyata tidak seperti harapan. **Padahal waktu itu aplikasi Artisteer ini bisa jadi solusi buat saya yang punya keinginan spesifik soal desain, tapi ga ngerti coding**

Setelah dipasang, iyah, masih ada beberapa penyesuaian yang saya minta; seperti diubahin warna tulisan ‘Related Posts’, troubleshooting ‘Up’, dan sebaginya. Tapi, ga banyak lagi… Cuma sedikit penyesuaian, dan… tada! This is how my blog look like! Cute, fresh, neat and compact. Just like what I want ;). So thanks once again untuk Mbak Handriati yang sudah meng-coding blog ini dan juga Mbak Puty untuk header-nya. You two are awesome!

So, bagaimana menurut teman-teman, suka dengan tampilan blog baru saya?

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

11 comments:

  1. Bagus mb, moga makin semangat bgeblog y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin.. semoga mbak Mei.. itulah tujuannya :)

      Delete
  2. Replies
    1. Syukurlah, ga cuma saya yang merasa template baru ini lebih enak dilihat.. makasih Mbak Lia.. Yeay!

      Delete
  3. Header-nya lucu mbaaa.. :D Template-nya enak dilihat, pilihan pallet warnanya juga pas.. Utak atik tampilan blog itu seru ya mba.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. seru dan kadang bikin deg-degan kalo udah berhubungan dengan kode-kode HTML.. hahaha :D
      Makasih mbak :)

      Delete
  4. Wew, keren banget tampilan blognya Mak.... asli memang beda kalo yang ngerjainnya ngerti yang kita mau. Beneran, keren pisan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh.. makasih mbak.. alhamdulillah Mbak Handriati orangnya sabar banget :D

      Delete
  5. Saya suka filosofi nama blog ini hihihi...
    Salam kenal ya Mbak :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...