Tuesday, March 21, 2017

Aditya Car Wash & Cafe: Tempat Cuci Mobil Anti Mati Gaya

Siang itu, sepulang arisan… **saya yang arisan, ngajak anak-anak, dan suami yang antar jemput 😀** setelah awalnya berniat pulang saja, mendadak suami punya ide untuk mencuci mobil dulu. "Apa kita ke tempat cuci mobil yang waktu itu aja ya?" katanya. Dan langsung saya sambut, "Iya, ayok ke tempat waktu itu aja…" 


Beneran lho, ini suami ngajakin nyuci mobil… Dan ekspresi saya yang begitu excited itu juga bukan dibuat-buat. Tempat cuci mobil yang dimaksud suami itu memang berbeda dengan tempat cuci mobil kebanyakan. Disana, sembari menunggu mobil yang sedang dibersihkan, kita disediakan sebuah cafe dengan suasana yang begitu asri plus makanan dan minuman yang disajikan secara 'serius'!

Iya, 'serius', karena mereka begitu memperhatikan detail dari makanan dan minuman yang disajikan, baik dari segi penyajian maupun rasa. Kali pertama ke tempat ini, saya cukup amazed dengan cara mereka memotong telur rebus untuk soto secara melintang yang tidak biasa. Juga penyajian minuman yang selalu dipisahkan dari gulanya, membuat orang yang tidak terlalu suka manis seperti saya tidak kerepotan.

Tuesday, March 14, 2017

Don't Let 'You' Get You

Whoa, abstrak bener nih judulnya ya… Judulnya ini terinspirasi lagunya P!nk berjudul 'Don't Let Me Get Me', yang menceritakan situasi dimana si P!nk merasa bahwa dirinya ini memiliki begitu banyak kekurangan, sehingga berharap bahwa berharap bahwa dirinya adalah orang lain…
"Don't let me get me
I'm my own worst enemy
It's bad when you annoy yourself
So irritating
Don't wanna be my friend no more
I wanna be somebody else"
Sesuatu, yang pernah terjadi pada diri saya dan dalam beberapa kesempatan masih membuat saya risih akan keberadaannya. Dia adalah diri saya, dan dia bernama sifat perfeksionis. Atau lebih tepatnya sifat perfeksionis yang akut dan cenderung mal-adaptif. 

Huhu, yeah, begitulah saya, unfortunately punya beberapa sifat ekstrim yang (awalnya) membuat saya merasa kurang nyaman dengan diri sendiri. Sesuatu yang dulu saya pikir harus ditendang jauh-jauh dari diri saya; tapi ternyata tidak bisa! The only way to move on is to deal with that part of me… Terus maju, meskipun sesekali merasakan ganjalan dalam hati, dan juga menertawakan diri sambil berkata, "Oh, I hate myself…"


Hahaha, OK, sebelum makin abstrak penjelasan saya… baiklah, akan saya ceritakan sedikit tentang sebuah sifat perfeksionis yang cenderung mal-adaptif tadi…

Tuesday, March 7, 2017

Never Underestimate a Child: Sebuah Cerita Menyapih Anak

Halo ibu-ibu… apa kabar? Adakah yang sedang bergelut dengan episode dramatis bernama menyapih anak? Jika iya, mungkin cerita saya ini bisa menjadi bahan penyemangat dan penguat hati dalam proses menyapih buah hatinya. Dua kali menyapih anak, tentu ceritanya berbeda. Bukan sekedar karena anaknya beda karakter, tapi juga pengalaman saya juga bertambah.

Cerita menyapih anak pertama bisa dibaca disini: GANESHA’S ‘BYE BYE NENEN’ MOMENT…

Dan waktu itu… 3 tahun lebih dari masa itu; saya memutuskan untuk menyapih anak kedua saya, Mahesh, yang saat itu berusia 2 tahun 3 minggu. Sebuah keputusan yang sebenarnya berat bagi saya walaupun Mahesh sudah berusia 2 tahun lebih. Namanya juga ibu melankolis… Mendengar anak saya kala itu selalu menolak setiap saya tanya, “…Adek, Adek kan sudah gede, ga usah nenen lagi ya…” jelas saya belum sampai hati untuk menyapihnya. Ya, mungkin saat ini saya masih menyusuinya, seandainya tidak mendapat panggilan mengikuti diklat selama 2 minggu lamanya. Yang 3 hari 2 malam di antaranya mengharuskan saya menginap di tenda, tanpa komunikasi dengan dunia luar. Mau tidak mau, saya harus menyiapkannya, karena Mahesh memang sudah tidak minum ASIP sejak sebulan terakhir. Dan nenen baginya lebih untuk sekedar mencari kenyamanan psikologis.

Lebih dari 1 tahun yang lalu, saya pernah mengundurkan diri dari diklat yang sama dan meminta penundaan semaksimal mungkin. Jadi, saat akhirnya dipanggil kembali, hati pun berkata bahwa saya harus berusaha kali ini. Apalagi anak saya sudah berusia 2 tahun lebih, sudah bisa disapih. Jadi, rasanya saya harus mencoba dulu, daripada begitu resisten dan langsung menolak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...