Wednesday, October 18, 2017

Ello The Surviving Cat #2: Bertemu dengan Orang-Orang Baik…

Hari itu, setelah sempat bersitegang dengan seorang kawan karena perkataannya yang bagi saya arogan dan tidak simpatik; saya pun menelpon Hotel Lusi sesuai saran seorang teman saya untuk memastikan bahwa Ello bisa saya titipkan disana selama acara…

Acara ini adalah sebuah rapat koordinasi dalam lingkup unit induk kami. Pesertanya adalah Kantor Induk dan sepuluh sektor di bawahnya yang tersebar di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Acaranya sendiri diadakan di sebuah hotel, mengingat peserta yang cukup banyak sehingga tidak tertampung di ruang rapat kantor. Dan karena banyaknya agenda yang perlu dibahas dan waktu yang terbatas, acara pun disusun dari pagi hingga malam hari. Sedang tugas saya sendiri adalah sebagai panitia registrasi, yang tentu tugasnya di awal acara; serta bertugas menyanyi pada saat makan siang… Ya, kesepakatan awal pada saat rapat terakhir, saya diberikan tugas untuk mengisi pada saat acara makan siang, ini pun sudah saya koordinasikan dengan seksi acara… Jadi, saya pikir sebenarnya saya punya waktu kosong aman dari pukul 14.00 hingga 17.00 untuk pulang ke rumah menyusui Ello. Tapi, karena alasan yang saya ceritakan dalam ELLO THE SURVIVING CAT #1: AWAL YANG SULIT maka saya pun memilih opsi mencari hotel yang mengijinkan hewan peliharaan menginap.

Dan alhamdulillah, Hotel Lusi yang lokasinya hanya hitungan menit dari tempat acara ini tidak keberatan saya meninggalkan Ello di kamar selama acara. Selain itu, tarifnya pun sangat terjangkau, sehingga saya tidak ragu lagi membawa Ello ke sana esok paginya.


Monday, October 9, 2017

Sup Ikan Patin a.k.a. Ikan Kuah

Ini masakan yang cukup legendaris dalam katalog masak-memasak pribadi saya untuk anak-anak. Sejak jaman Ganesh kecil, sampe sekarang Mahesh… dua-duanya sama-sama suka dan ga bosen-bosen sampai sekarang. Which that's mean, 'sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui'… sekali masak, dua anak suka, haha…

Iya, karena selera dua anak ini seringkali berbeda; si kakak anti pedes, eh si adek hobi pedes; yang satu suka tahu, yang satu anti tahu, de el el. Nah, karena itu, dalam seminggu paling tidak sekali lah masak 'Sup Ikan Patin' ini… yang sama Mahesh seringkali disebut 'Ikan Kuah'.


Karena (sebut saja) kelegendarisannya, saya kira resep ini sudah saya dokumentasikan di blog. Eh, kok pas dicari enggak ada, padahal kaya inget-inget sudah pernah nulisnya… Tapi, sudah dicari di draft blog dan di arsip laptop emang ga ada. So, positif, memang resep ini belum pernah ditulis, jadi, ya sok mari ditulis aja mumpung sempet. Karena saya ini orangnya pelupa, daripada berkali-kali ngubek-ubek internet kalo lupa, atau ga yakin sama takaran bumbunya yang sudah pas sama lidah anak-anak…

Bahan untuk membuat 'Sup Ikan Patin' ini sederhana saja; cuma ikan patin, tomat, bawang merah putih, bawang daun, jahe, dan serai. Sedikit berbeda dengan pindang khas Sumatera yang juga memakai kunyit, daun salam, dan kecap manis. Ini, pakai kecap juga sih, tapi kecap ikan, haha… yang rasanya jelas jauh berbeda dengan kecap manis ya…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...