Wednesday, January 24, 2018

Memahami Gender dan Peran Seksual melalui Film Mulan (1998)

Laki-laki dan perempuan itu beda
Dari sisi fisiologis saja laki-laki dan perempuan itu berbeda… Tidak hanya postur badan saja yang berbeda; bahkan metabolisme tubuh, struktur otak, dan juga hormon-hormon yang ada dalam tubuhnya. Sehingga karena inilah, kemudian adalah hal yang alami jika kemudian laki-laki dan perempuan memiliki sejumlah kecenderungan perilaku dan karakter yang berbeda. Lalu, berbagai perbedaan ini membentuk pola sosial yang berbeda juga antara keduanya. Karena keduanya (laki-laki dan perempuan) memiliki potensi, serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
Gender adalah sekelompok karakteristik atau sifat yang diasosiasikan dengan jenis kelamin seseorang (laki-laki atau perempuan) (Wikipedia).
Itulah kemudian timbul tuntutan peran yang berbeda antara laki-laki dan perempuan… Laki-laki bekerja ke luar rumah, perempuan menjaga rumah dan merawat anak-anak. Atau laki-laki bekerja sebagai tentara dan perempuan bekerja sebagai perawat, dan sebagainya, dan sebagainya… Yang seringkali membentuk pemahaman yang overgeneralised tentang seperti apa laki-laki dan seperti apa perempuan. Ya kan walaupun memang sebagian besar pria memiliki kemampuan spasial yang lebih baik, bukan berarti semua wanita adalah pengendara yang buruk kan… dan banyak lagi, dan banyak lagi…
Gender Role atau Sex Role adalah peran sosial meliputi serangkaian perilaku dan sikap yang secara umum diterima, sesuai, atau diharapkan untuk seseorang berdasarkan jenis kelaminnya (Wikipedia).
So, muter-muter ini poinnya apa?

Poinnya ada dua teman-teman… Pertama, bahwa laki-laki dan perempuan itu memiliki perbedaan dalam beberapa hal, punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kedua, karena itu, kemudian ada semacam prototype suatu aktivitas maupun profesi untuk laki-laki atau perempuan. Dimana hal tersebut harus dipahami, namun tidak untuk digeneralisir berlebihan. Adalah benar, pada umumnya profesi tentara yang banyak berhubungan dengan kekuatan fisik lebih cocok untuk laki-laki; namun tidak menutup kemungkinan bahwa seorang perempuan pun bisa menjadi tentara jika memang dia ‘mampu’.


Nah, kedua hal itulah yang tidak sengaja ternyata bisa saya sampaikan kepada Ganesh sembari menonton Film Mulan yang rilis pada tahun 1998. ‘Tidak sengaja’, karena awalnya saya tidak punya niat untuk itu. Semuanya mengalir begitu saja saat menonton bersama Ganesh, melalui pertanyaan-pertanyaannya yang membuat saya banyak menjelaskan kedua hal ini (gender dan sex role) secara sederhana kepadanya.

Penasaran?

Here it goes

Film Mulan ini adalah film animasi besutan Walt Disney yang mengangkat cerita rakyat Negeri Cina, tentang tokoh wanita pemberani bernama Hua Mulan (dalam film Fa Mulan) yang menggantikan ayahnya yang sudah uzur maju ke medan perang.

Film ini diawali dengan cerita tentang sosok Mulan sebagai seorang gadis yang cerdas dan lincah. Sosok yang berbeda tuntutan masyarakat Negeri Tirai Bambu saat itu kepada seorang gadis, yang harus penuh sopan santun dan tata krama, lemah lembut, serta tidak ‘ngeyel’ atau banyak berdebat… Pokoknya, seorang perempuan harus terlihat kalem dan penurut… kira-kira seperti itu.

Kebayang kan…

Nah, karena sikap Mulan yang lugas ini.. dia kemudian mengalami banyak benturan antara tuntutan sosial di lingkungannya dan apa yang ada dalam pikirannya. Ada kalanya benturan ini kemudian membuatnya harus melakukan sesuatu tidak diinginkannya. Atau kemudian lingkungan memandangnya negatif karena perilakunya yang tidak sesuai dengan nilai ideal tersebut. Ingat lagu 'Reflection' yang menjadi soundtrack film ini? Kira-kira seperti itulah gambaran kegalauan hati Mulan saat itu…

Dan cerita mengalir sampai saat dimana pada suatu hari Negeri China diserang oleh pasukan jahat yang dipimpin oleh Shan Yu… Yang karena serangan itu, Raja China kemudian memerintahkan setiap keluarga untuk mengirimkan seorang laki-laki ke medan perang. Dan karena dalam keluarga Fa sendiri tidak ada anak laki-laki, maka ayah Mulan yang telah uzur pun mengajukan diri untuk memenuhi titah raja tersebut.

Melihat hal ini, tentu saja Mulan tidak tinggal diam… Setelah gagal membujuk ayahnya untuk tidak menjalankan perintah tersebut, maka dia akhirnya mengambil baju perang dan pedang ayahnya, menyamar menjadi laki-laki dan pergi menggantikannya.

Dan disanalah segala masalah dan tantangan dimulai… Mulan yang notabene adalah seorang perempuan, tentu tidak memiliki fisik yang sekuat laki-laki tentu kesulitan dengan latihan berat yang harus dilakukan. Pun perilakunya yang tentu saja berbeda dengan laki-laki yang cenderung 'kasar' dan bercanda dengan fisik, membuatnya sulit diterima diantara teman-teman laki-lakinya. Oh ya, dan jangan lupa, karena Mulan perempuan dan semua teman-temannya laki-laki, itu juga berarti dia tidak bisa mandi di sungai bersama teman-temannya, dan bahkan harus sembunyi-sembunyi menyingkir.

Well, dari sini keliatan kan kalau dari film ini ada banyak hal-hal berkaitan dengan gender dan peran seksual yang bisa diajarkan kepada anak, di antaranya:
  • Bahwa perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan fisik yang menyebabkan keduanya memiliki potensi yang berbeda. Dalam film ini ditunjukkan bagaimana laki-laki memiliki fisik yang lebih kuat daripada perempuan, sehingga Mulan kesulitan untuk mengikuti latihan sebelum maju ke medan perang. Sampai-sampai pada saat harus berlatih fisik membawa beban (memikul dua buah ember) sambil berlari, Mulan tidak bisa menyusul teman-temannya dan akhirnya dibantu oleh pelatihnya.
  • Bahwa itu juga mengapa kemudian ada profesi yang secara umum lebih cocok untuk laki-laki atau perempuan. Misalnya dalam hal ini yang menjadi tentara di medan perang… laki-laki secara umum lebih cocok, karena memiliki fisik yang lebih kuat. "Coba deh Anesh bayangin, kalo tentara itu gampang capek dan ga bisa ngangkat beban berat… nanti gampang ketangkap musuh deh… Baru bawa meriam misalnya, eh larinya jadi pelan banget… kan gampang ketangkap musuh…"
  • Bahwa karena fisiknya lebih kuat, seorang pria selayaknya membantu seorang wanita dalam hal yang relatif berat secara fisik. "Jadi, kalau Anesh liat ada cewe bawa barang berat, dibantuin ya…"
  • Bahwa, meskipun perempuan memiliki fisik yang lebih lemah, bukan berarti dia lebih tidak mampu dibanding laki-laki. Seperti halnya Mulan yang dengan lebih lemah secara fisik, namun selalu ketekunan dan sifat pantang menyerah yang membuatnya cakap dalam hal ilmu bela diri. Juga kecerdikannya dalam segala hal, sehingga bahkan dia bisa mengalahkan puluhan tentara musuh sekaligus dengan menembakkan meriam ke gunung es dan menyelamatkan raja dari serangan Shan Yu. Jadi, jangan pernah meremehkan seorang wanita…
  • Bahwa pria dan wanita memiliki 'daerah pribadi' yang berbeda. Daerah pribadi adalah bagian tubuh yang hanya boleh dilihat dan disentuh oleh orang itu sendiri, serta papa-mama dan pengasuh pada saat masih kecil. Karena itu, ada adegan dimana para pria berlatih dengan bertelanjang dada, sementara Mulan tetap memakai baju. Juga kenapa Mulan harus diam-diam pergi dan tidak boleh mandi di sungai bersama teman-teman laki-lakinya.
Kurang lebih poin-poin itu yang tanpa kesengajaan saya sampaikan kepada Ganesh melalui pertanyaan-pertanyaannya. Seperti, "Emang kenapa kalo cewe pergi perang? Emang kenapa kalo Mulan mandi di sungai sama teman-temannya…" dll.

Benar-benar tidak direncanakan sebelumnya…

Nah, tapi ada satu pertanyaan yang saya masih agak bingung jawabnya… "Kenapa emangnya kalo cewe harus dandan?" Itu pertanyaan Ganesh melihat Mulan harus berdandan tebal pada saat bertemu dengan (sebut saja) bibi mak comblang profesional. Seorang yang mengetes kepantasan seorang wanita untuk menjadi seorang istri dan kemudian dijodohkan. Saya nangkepnya sih seperti itu… semoga tidak salah tangkap…

Jika Ganesh sudah cukup dewasa (17 tahun), pastilah saya akan jelaskan bahwa itu adalah satu hal untuk menarik perhatian lingkungan, terutama lawan jenis. Pria secara alami memiliki ketertarikan pada hal yang indah secara visual, itu kenapa kemudian wanita berdandan. Walaupun kemudian, alasan wanita untuk berdandan kemudian telah berevolusi sedemikian rupa sehingga tidak lagi sesederhana itu.

Skipskip… ini sih keluar dari topik ya… Tadi kan ngomongin soal bagaimana Film Mulan bisa menjadi alat bantu menjelaskan hal berkaitan dengan gender dan peran seksual. Kalau paragraf di atas, ya jelas ga mungkin dijelaskan pada anak umur 6 tahun seperti Ganesh.

"Nanti ya Anesh… Mama jelasin kalau Anesh sudah cukup umur akan Mama jelasin… Tentu saja kalau kamu belum nemu jawabannya sendiri…"

Sementara, untuk pertanyaan, "Kenapa emangnya kalo cewe harus dandan?" saya jawab saja, "Ya supaya cantik Anesh… Kalau di China yang dianggap cantik ya seperti itu… pake bedak tebal, lipstiknya merah, bibirnya dibentuk seperti itu, disanggul, dll… Setiap daerah kan punya budaya sendiri-sendiri, misalnya kalau di Jogja, cewe juga disanggul, tapi beda sanggulnya, terus jidatnya digambarin item-item…"

Dah, seperti itu aja… setelah itu segera pindah ke topik lain sebelum anaknya nanya-nanya yang susah dijelasin…

Back to Mulan… menurut saya film ini recommended! First of all, adegan dalam film ini aman untuk semua umur alias ga ada yang 'aneh-aneh'. Secondly, meskipun animasinya mungkin ga sebagus film-film animasi jaman sekarang, tapi ga bisa dibilang jelek juga… Dan yang jelas, dari sisi jalan cerita sangat bagus, ada banyak nilai moral yang bisa kita ajarkan pada anak melaluinya. Jadi, ibu-ibu… silakan mengosongkan jadwal setiap kali film ini tayang supaya putra-putrinya ga nonton sendirian dan kita bisa memasukkan nilai-nilai kebaikan pada mereka. Kayaknya sih, di stasiun TV beberapa kali diputar ya? Atau cari saja filmnya di iTunes dan sebangsanya… 

Happy watching ;)

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Monday, January 8, 2018

Pengalaman Operasi Gigi Miring (Impaksi) di Lampung

Hari itu, pada suatu pagi… entah kenapa, saya merasakan sensasi ngilu di gigi bagian belakang saya. Hanya ngilu sedikit saja, tidak benar-benar sakit seperti sakit gigi yang digambarkan orang… tapi saya langsung khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada gigi saya. Rasa ngilu siang itu, serta merta merontokkan kepercayaan diri saya… Mendadak saya ingat, bahwa meskipun rajin gosok gigi setiap pagi dan malam sebelum tidur, semua itu seringkali saya lakukan dengan buru-buru. Bahkan, bukannya semenjak menjadi ibu, tidak terhitung berapa kali saya ketiduran saat ngelonin anak dan lupa gosok gigi… *Tepok jidat* Bisa-bisanya saya begitu percaya diri selama ini, merasa bahwa gigi saya begitu bagusnya, hingga tidak pernah minimal memeriksa kondisi gigi sendiri…

Dan benar saja, saat saya melihat gigi saya terasa ngilu itu… saya menemukan sebuah lubang yang besar di gigi geraham bungsu saya!


Langsung, pagi itu saya cari info dokter yang praktek pagi, dan meminta ijin untuk periksa gigi sebentar ke rumah sakit dekat kantor. Dan eng-ing-eng, yang tadinya saya kira gigi saya akan ditambal atau gimana, ternyata langsung divonis kalau dia harus dicabut! Bukan karena berlubang, karena menurut dokternya lubang gigi itu timbul karena gigi bungsu saya nabrak gigi sebelahnya kalah!  So, daripada menimbulkan masalah yang lebih pelik, si gigi bungsu ini harus diangkat! Dan bukan itu saja, dokter bilang kalau posisi gigi saya miring atau impaksi, kemungkinan tidak bisa dicabut, tapi harus dibedah… Sehingga hari itu saya mendapat pe-er untuk pergi ke klinik lain untuk melakukan rontgen gigi…

Huhu, saya sudah pasrah saja… sadar diri dengan keteledoran saya selama ini… *Mendadak ingat, iklan layanan di TV sewaktu saya kecil, setiap 6 bulan sekali kan harusnya kita periksa ke dokter gigi. Andai saja, saya ga terlalu sombong, mungkin gigi bungsu saya masih bisa diselamatkan. Dan saya tidak harus menghadapi, sesuatu bernama bedah gigi, yang jujur cukup membuat keder…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...