SOCIAL MEDIA

search

Tuesday, January 13, 2026

2025 DAN TAHUN-TAHUN YANG TELAH BERLALU...

 Ga tau kenapa, tapi sejak kemarin kepikiran blog yang sudah lama sekali tidak tersentuh ini. Bahkan, postingan terakhir itu 11 Agustus 2024, dan itu pun placement article pesenan klien (sebut saja begitu). Saking lamanya ga login, sempet khawatir lupa password-nya, tapi entah bagaimana ceritanya, ternyata masih terlogin otomatis di laptop. Langsung masuk saja...

Somehow, memang begitu lah kadang cara kerja semesta... Dia memberikan sinyal yang kadang begitu samar, sehingga hampir selalu diabaikan, tertutup riuhnya duniawi. Tapi, dia selalu setia menunggu kita mendengarnya dan kemudian memberikan jalan-jalan yang memang sudah disiapkan Tuhan untuk kita.

Sekali lagi, jalan-jalan yang kadang kita abaikan...

Dunia memang penuh hiruk pikuk, menawarkan hal yang tampak begitu nyata untuk diikuti. Akan tetapi, ternyata kata hati lah yang memang sesungguhnya kompas terbaik dalam perjalanan manusia... paling tidak, itu menurut kisah saya.

Itulah yang diajarkan 2025 dan tahun-tahun yang telah berlalu...

Sebuah timeline yang sungguh lama menurut waktu manusia. Tapi, sepadan dengan pelajaran dan keyakinan yang kemudian didapatkan. Mungkin memang demikian lah sebagian manusia belajar, perlu waktu yang lama dan cara yang berat.

Akhir 2025 adalah saat dimana saya kembali ke diri dan meneruskan perjalanan bersamanya dengan segala rasa suka cita.

Saya muda selalu berjalan dengan kompas hati, karena keriuhan dunia sungguh tidak terasa tidak menyentuh hakikat dari segala sesuatu. Saya belajar untuk mencari tahu dengan membaca, bukan hanya rangkaian huruf, tapi apa-apa yang terjadi di sekitar saya. Saya belajar untuk berkontemplasi dengan menyepi, menulis diary, dan berdoa pada Tuhan yang sungguh terasa selalu dekat dan mendengarkan apapun kebimbangan saya, Saya mengikuti jalan-jalan yang terbuka, yang meski menakutkan namun hati saya bilang, "Itu adalah jalan yang diberikan Tuhan..."

Sungguh sebuah keyakinan yang luar biasa besar membayangkannya saat ini...

Dulu, begitulah cara saya berjalan... Perjalanan yang membawa saya menjadi seorang wanita yang memegang teguh sikap, moral, martabat dan integritasnya. The unshakable me... Yang kadang menjadi bingung dengan apa yang banyak orang sebut sebagai logika dan bersikap realistis. Ada momen dimana saya memaksa diri menjadi realistis dan tidak percaya lagi dengan keajaiban dan keberuntungan, meski dia selalu menjadi penyelamat dalam kisah saya sebelumnya.

Tahun-tahun sebelumnya adalah 'pengujian' dan akhir 2025 adalah 'kesimpulan'...

Mungkin hidup memang tidak lah hanya selalu didasarkan logika dan penghindaran luka. Hidup adalah tentang membaca pesan semesta, memahami, menerima pencerahan, memupuk keyakinan, dan berjalan ke arah yang benar. Dulu, saya sepakat jika orang menilai betapa rumit dan naif cara berpikir saya. Akhir 2025, saya tersadar betapa selama ini saya telah berkhianat pada diri sendiri, sementara dia selalu membisikkan pesan dan menunjukkan jalan-jalan baik untuk saya.

Bagi orang lain mungkin saya rumit, itu kenapa saya memilih menyimpan riuh pemikiran untuk diri sendiri... khawatir jika itu adalah sesuatu yang berlebihan. Dan akhir 2025 saya dibisikkan bahwa kerumitan cara berpikir itu mungkin adalah sesuatu yang bisa menjadi insight bagi orang lain. Bahwa kerumitan cara berpikir itu adalah gift dari Tuhan yang menyimpan sebuah misi dalam kehidupan.

Setiap jiwa tentu lahir dengan gift masing-masing, pun memiliki misi masing-masing berkaitan dengan 'siapa' dirinya.

Akhir 2025 membuat saya menjadi diri autentik yang sesungguhnya. Dulu saya hanya berpikir bahwa menjadi autentik adalah tentang menerima diri dalam artian yang lebih pada atribut permukaan -bentuk fisik, cara bicara, kaya atau miskin, dan sebagainya. Merasa berharga dan bangga akan atribut itu dan bersikap apa adanya (tanpa faking apapun). Tapi, ternyata...

Menjadi autentik adalah penerimaan dan sikap apa adanya pada apapun diri kita. Bukan hanya atribut fisik dan permukaan, tapi termasuk nilai atau value diri, pandangan hidup, cara berpikir, misi jiwa, dan bahkan jalan hidup kita.

Termasuk jika orang menganggap pemikiran kita terlalu abstrak dan rumit. Kerumitan itu adalah gift dari Tuhan, kita memang seharusnya seperti itu dan semua itu pun untuk menjalankan misi hidup kita dari-Nya.

Abstrak bukan? Tapi, saya yakin di antara teman-teman yang membaca ini pun ada yang memahami maksud dari tulisan ini. Itu artinya kita satu frekuensi. Tapi, jika tidak pun tidak apa, karena Tuhan memang menciptakan makhluknya berbeda-beda untuk menjalankan misi yang berbeda-beda juga.

Yah, demikian lah tulisan original saya setelah kurang lebih 3 tahun yang lalu. Blog ini adalah salah satu monumen bagi saya, cukup memorable dan nostalgic. Mungkin next-nya akan kembali seperti saat dia dibuat, akan menjadi tempat saya mencurahkan insight sehingga bisa ditemukan orang-orang yang memerlukannya.

Wish me luck ya...

With Love, 
Nian

No comments :

Post a Comment

Hai! Terima-kasih sudah membaca..
Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan disini atau silakan DM IG @nianastiningrum for fastest response ya ;)