Sunday, April 29, 2018

Tampil Cantik dengan Produk Handmade di Qlapa.com

'Modis'… dulu, mana kata itu dalam kamus hidup saya. Di tahun 90-an, saya adalah remaja sangat tidak peduli pada penampilan! Boro-boro matching-in warna, saya malahan merasa bangga jika berani jalan-jalan ke mall dengan setelan kolor dan t-shirt yang cukup pantas disebut baju tidur… Tindakan yang tampaknya sangat percaya diri, namun sesungguhnya adalah manifestasi dari ketidaknyamanan saya menjadi pusat perhatian.


Itu dulu…

Semakin dewasa, mau tidak mau kemudian saya harus berubah. Awalnya karena selalu gagal di sesi wawancara kerja, saya pun mengikuti nasehat Bude untuk lebih memperhatikan perihal penampilan; karena mau tidak mau itu adalah hal yang penting untuk posisi kerja tertentu, seperti posisi HR Admin incaran saya…

Sejak itu, kok lama-kelamaan saya merasa 'tampil cantik' itu enak juga dan menjadi pusat perhatian juga sama sekali tidak menyakitkan. Jadi kenapa tidak? Apalagi setelah menikah… suami getol banget beliin berbagai baju, sepatu, dan pernak-pernik lainnya demi membuat istrinya makin cantik… Makin sempurna lah transformasi saya…

Sampai-sampai, sekarang suami suka 'takjub' dengan penampilan saya yang menurutnya 'aneh-aneh'… Yang, yaa… sepertinya itu kata lain dari preferensi saya yang cukup spesifik pada produk handmade.  'Unik' identik dengan 'aneh', masuk akal kan…


Pengolahan manual membuat uniknya tekstur, warna, dan pola serat rotan, kain goni, mendong, dan pandan; warna-warni batu-batuan alam asli; dan juga uniknya motif batik, tenun, dan kain tradisional tampil prima. Dimana hal ini, tidak dapat dilakukan oleh mesin karena masing-masing membutuhkan treatment yang personal. Demikian juga pada bahan-bahan modern seperti benang nilon dan kain kanvas…

Proses handmade membuat berbagai macam detail dari bahan-bahan ini mungkin untuk ditampilkan.

Pun kreatifitas tinggi dan passion pengrajinnya membuat produk handmade tidak hanya berkelas dan bernilai seni tinggi, tapi juga sarat akan cerita hidup para pengrajinnya…

Salah satunya yang sempat viral adalah cerita istri Perdana Menteri Singapura yang memakai tas tangan karya seorang anak penyandang autisme saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (Tempo.co).


Yup, di balik benda-benda handmade, pun tersimpan cerita-cerita personal dan inspiratif para pengrajinnya yang beraneka… Satu hal yang membuat produk handmade semakin bernilai bagi banyak orang.

Itu kenapa, saya hampir tidak pernah lepas dari sentuhan mereka di setiap kesempatan… Bukan hanya saat kondangan, tapi juga saat ke kantor, dan acara harian lainnya; saya suka sekali memakai pakaian batik atau tenun, perhiasan berbahan batu atau kayu, juga tas dari kain goni maupun daun pandan.

Mereka membuat saya merasa cantik…




Dan tentu saja bukan sekedar penilaian subjektif saja ya, karena teman-teman pun seringkali memuji penampilan saya, dilanjutkan komentar bahwa entah itu tas, kalung, atau pakaian handmade yang saya kenakan juga cantik, belinya dimana, dan sebagainya… Yang tidak bisa dipungkiri sih, kadang membuat saya ragu, "Jadi yang cantik saya atau pernak-pernik handmade-nya ya?" Haha…

Nah, kalau menurut teman-teman sendiri bagaimana? Bisa dibilang lumayan cantik lah ya… Dan berikut sedikit tips tampil cantik dengan produk handmade menurut versi saya:
  • Be yourself. Pilih gaya dan tampilan yang nyaman dan menarik menurut kita, jangan terlalu terpaku pada mode atau apapun.
  • Tentukan tema. Untuk menghasilkan penampilan yang berkarakter, kita perlu mengikuti satu tema tertentu; misalnya sporty kah, colourful kah, atau tema warna… earthy kah, candy colour kah, dan sebagainya.
  • Simpel dan jangan berlebihan. Karena fitur utama yang harus ditampilkan tetap adalah diri kita. Menurut saya, tampilan yang terlalu ramai justru akan mengaburkan karakter kita.
  • Pilih produk handmade yang berkualitas. Kualitas sama dengan jaminan elegannya suatu produk. Tidak harus mahal; yang terpenting adalah pemilihan bahan yang baik, pengerjaan yang 'rapi', dan desain yang indah.
Produk handmade sendiri, karena skala produksinya yang relatif kecil, pemasarannya pun tidak terlalu luas. Dulu, mendatangi langsung pengrajin atau toko-toko seni di daerah (nyaris) adalah satu-satunya cara mendapatkan mereka dalam versi terbaiknya (baca: berkualitas).


Sampai akhirnya, pengrajin mulai memanfaatkan website dan media sosial untuk memasarkan produknya. Yang tentunya adalah solusi bagi pengrajin untuk memasarkan produknya, dan juga konsumen, namun juga sebuah tantangan bagi kedua belah pihak…

Bagi konsumen adalah tantangan untuk menemukan produk yang berkualitas; sementara bagi pengrajin adalah tantangan untuk meyakinkan calon pembeli akan kualitas pelayanan dan juga produknya.

Dan, salah satu solusi dari tantangan ini diberikan oleh Qlapa.com!

Tampilan website Qlapa

Situs yang mulai beroperasi sejak 1 November 2015 ini merupakan penghubung antara pengrajin dan konsumen.

Disini, saya bisa menemukan (nyaris) apapun benda handmade yang dibutuhkan; mulai dari produk-produk fashion (tas, aksesoris dan pakaian), furniture, hingga produk kuliner. Qlapa.com bagaikan etalase online dari para pengrajin benda-benda handmade di mana pun mereka berada. Dan lebih dari itu, Qlapa.com memiliki berbagai kelebihan yang membuat saya terus menjadi pelanggan sejak tahun 2016:
  • Produk berkualitas dan terkurasi. Tim Qlapa akan menyeleksi satu persatu produk handmade dan hanya yang memenuhi standard kualitas serta memiliki target pasar yang sesuai yang akan ditampilkan di situs ini.
  • Aman. Qlapa.com berfungsi sebagai perantara transaksi antara pengrajin dan pembeli, dimana Qlapa.com baru akan meneruskan dana kepada pengrajin setelah barang diterima.
  • Memberdayakan pengrajin di seluruh Indonesia. Jika dulu para pengrajin produk handmade hanya bisa menjual produknya melalui toko-toko di daerahnya atau berusaha mencari pasar sendiri secara online dengan segala kesulitannya. Melalui Qlapa.com, mereka bagaikan dibawa ke sebuah pasar yang selalu ramai dikunjungi oleh pecinta handmade dari seluruh penjuru nusantara (bahkan dunia). 
  • Memesan dengan customize. Untuk barang-barang tertentu, kita bisa meminta detail tertentu… Sangat cocok untuk cinderamata…
  • Ada aplikasinya mobile-nya! Wow, ini nih yang meningkatkan kenyamanan berbelanja di Qlapa.com sejak beberapa waktu lalu… Dengan adanya aplikasi berbasis Android, berbelanja barang handmade menjadi benar-benar mudah dan menyenangkan. Kapan saja tertarik, tinggal searching di aplikasi, masukkan ke dalam keranjang, dan checkout… 
Qlapa.com bagaikan angin sejuk pegunungan bagi pecinta produk handmade seperti saya. Kapan saja, dimana saja setiap, kali membutuhkan… tinggal search… kain tenun, rok lilit, gelang, apapun itu… masukkan keranjang, checkout, dan barang akan dikirim ke alamat tujuan. Tanpa rasa khawatir!


Makanya wishlist Qlapa.com tidak pernah kosong, haha… Ada saja barang impian yang tertinggal di sana dan menunggu direalisasikan saat kantong memadai.

Terima-kasih ya Qlapa.com, sudah perburuan benda handmade menjadi begitu mudah… dan juga membuat saya terlihat cantik tentu saja. Sebagai konsumen, saya sangat puas dengan produk-produk Qlapa.com…

Teman-teman, sudah pernah belanja di Qlapa.com belum? Hati-hati ya, sekali coba pasti bakalan jadi langganan kaya saya deh…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Friday, April 27, 2018

Each Marriage They Create Chemistry…

…kemudian mereka pun menikah dan hidup bahagia selamanya…

Hayoo… ada ga nih teman-teman yang menganggap kalimat di atas sebagai parameter paripurnanya suatu cerita percintaan? Kalimat pamungkas yang banyak kita temui pada cerita dengan genre fairy tale, semacam Cinderella, Rapunzel, Keong Mas, dan lusinan lagi yang jadi cerita favorit saya sejak dulu. Cerita-cerita yang membentuk relationship goal saya kala itu, bertemu seorang 'pangeran' baik yang mencintai saya, menikah, dan hidup bahagia selamanya…

Goal, yang tercapai sih… Saya menemukan seorang pria baik yang mencintai saya dan kemudian menikah… Juga merasa bahagia dengan pernikahan saya, tapi ya bukan berarti 'udah gitu aja selesai'. 'Bahagia' bukan berarti just happy all the time… hanya pelangi 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, tanpa hujan dan badai sama sekali. Tanpa perbedaan pendapat, perselisihan paham, dan perang dingin.

Yah, asal tahu saja, dulu pas awal-awal menikah, prosentase akur dan berantemnya mungkin fifty-fifty ya...

Tapi, ya kami menerima situasi itu dengan kesadaran bahwa itu adalah bagian dari reaksi yang terjadi karena bertemunya kami dengan karakter yang sama-sama keras. Berusaha tetap berpikir logis dan tidak mendramatisirnya. Itulah yang akan saya ceritakan disini…

Thursday, February 22, 2018

Ini Perbedaan Paspor Biasa dan E-Paspor yang Kamu Harus Tahu

Sumber: nationalgeographic.co.id

Mendengar kata paspor, hiks, jujur saja, yang terlintas di kepala saya adalah kerepotan membuatnya. Kala itu, tahun 2012 saya sempat mengurus dokumen keimigrasian ini bersama suami dan anak pertama saya, Ganesh yang baru berumur kurang lebih 1 tahun… hmm, prosesnya sih tidak terlalu ribet, cuma foto, wawancara dan kemudian tunggu beberapa waktu hingga paspor terbit. 

Dan kemudian, 5 tahun kemudian, saat paspor kami bertiga akan habis masa berlakunya, kami kembali mengurus perpanjangan paspor sekaligus pembuatan paspor si kecil Mahesh yang belum berusia 1 tahun… di sinilah drama terjadi. Mungkin karena beda kota, 5 tahun lalu di kota kecil, dan saat perpanjangan di kota yang jauh lebih ramai… perpanjangan dan pembuatan paspor saat itu menjadi lebih 'rumit' dan panjang. Proses diawali dengan mendaftar online terlebih dahulu untuk mengisi data, baru datang ke kantor imigrasi untuk melengkapi data, foto dan wawancara.

Kedengarannya sederhana ya… tapi sungguh, pengalaman kedua ini cukup ribet karena antriannya cukup panjang, hingga kami yang membawa Mahesh bayi benar-benar kerepotan. Usut punya usut, ternyata kami memilih waktu yang salah untuk mengurus paspor, karena bertepatan dengan persiapan keberangkatan TKI ke luar negeri, sehingga antrian menjadi sangat panjang.

Baiklah, next time akan lebih memperhatikan pemilihan waktu pengurusan dokumen ini… Termasuk juga mau tetap memilih paspor biasa atau e-paspor, nah loh, istilah apalagi ini ya…

Kedua jenis paspor ini sama-sama bisa dipakai untuk syarat perjalanan ke luar negeri, namun masing-masing pun memiliki kelebihan dan kekurangan. Hmm, penasaran seperti saya? Berikut penjelasannya…

Paspor Biasa 

Sumber: depok.imigrasi.go.id

Paspor biasa adalah buku paspor yang selama ini kita gunakan untuk perjalanan ke luar negeri. Ketika kita bepergian dengan paspor ini, petugas imigrasi akan memeriksa lembar per lembar cap Negara yang ada di dalamnya dan kita harus memperpanjang ketika lembarannya habis. 

Wednesday, January 24, 2018

Memahami Gender dan Peran Seksual melalui Film Mulan (1998)

Laki-laki dan perempuan itu beda… Dari sisi fisiologis saja laki-laki dan perempuan itu berbeda… Tidak hanya postur badan saja yang berbeda; bahkan metabolisme tubuh, struktur otak, dan juga hormon-hormon yang ada dalam tubuhnya. Sehingga karena inilah, kemudian adalah hal yang alami jika kemudian laki-laki dan perempuan memiliki sejumlah kecenderungan perilaku dan karakter yang berbeda. Lalu, berbagai perbedaan ini membentuk pola sosial yang berbeda juga antara keduanya. Karena keduanya (laki-laki dan perempuan) memiliki potensi, serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
Gender adalah sekelompok karakteristik atau sifat yang diasosiasikan dengan jenis kelamin seseorang (laki-laki atau perempuan) (Wikipedia).
Itulah kemudian timbul tuntutan peran yang berbeda antara laki-laki dan perempuan… Laki-laki bekerja ke luar rumah, perempuan menjaga rumah dan merawat anak-anak. Atau laki-laki bekerja sebagai tentara dan perempuan bekerja sebagai perawat, dan sebagainya, dan sebagainya… Yang seringkali membentuk pemahaman yang overgeneralised tentang seperti apa laki-laki dan seperti apa perempuan. Ya kan walaupun memang sebagian besar pria memiliki kemampuan spasial yang lebih baik, bukan berarti semua wanita adalah pengendara yang buruk kan… dan banyak lagi, dan banyak lagi…
Gender Role atau Sex Role adalah peran sosial meliputi serangkaian perilaku dan sikap yang secara umum diterima, sesuai, atau diharapkan untuk seseorang berdasarkan jenis kelaminnya (Wikipedia).
So, muter-muter ini poinnya apa?

Poinnya ada dua teman-teman… Pertama, bahwa laki-laki dan perempuan itu memiliki perbedaan dalam beberapa hal, punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kedua, karena itu, kemudian ada semacam prototype suatu aktivitas maupun profesi untuk laki-laki atau perempuan. Dimana hal tersebut harus dipahami, namun tidak untuk digeneralisir berlebihan. Adalah benar, pada umumnya profesi tentara yang banyak berhubungan dengan kekuatan fisik lebih cocok untuk laki-laki; namun tidak menutup kemungkinan bahwa seorang perempuan pun bisa menjadi tentara jika memang dia ‘mampu’.


Nah, kedua hal itulah yang tidak sengaja ternyata bisa saya sampaikan kepada Ganesh sembari menonton Film Mulan yang rilis pada tahun 1998. ‘Tidak sengaja’, karena awalnya saya tidak punya niat untuk itu. Semuanya mengalir begitu saja saat menonton bersama Ganesh, melalui pertanyaan-pertanyaannya yang membuat saya banyak menjelaskan kedua hal ini (gender dan sex role) secara sederhana kepadanya.


Monday, January 8, 2018

Pengalaman Operasi Gigi Miring (Impaksi) di Lampung

Hari itu, pada suatu pagi… entah kenapa, saya merasakan sensasi ngilu di gigi bagian belakang saya. Hanya ngilu sedikit saja, tidak benar-benar sakit seperti sakit gigi yang digambarkan orang… tapi saya langsung khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada gigi saya. Rasa ngilu siang itu, serta merta merontokkan kepercayaan diri saya… Mendadak saya ingat, bahwa meskipun rajin gosok gigi setiap pagi dan malam sebelum tidur, semua itu seringkali saya lakukan dengan buru-buru. Bahkan, bukannya semenjak menjadi ibu, tidak terhitung berapa kali saya ketiduran saat ngelonin anak dan lupa gosok gigi… *Tepok jidat* Bisa-bisanya saya begitu percaya diri selama ini, merasa bahwa gigi saya begitu bagusnya, hingga tidak pernah minimal memeriksa kondisi gigi sendiri…

Dan benar saja, saat saya melihat gigi saya terasa ngilu itu… saya menemukan sebuah lubang yang besar di gigi geraham bungsu saya!


Langsung, pagi itu saya cari info dokter yang praktek pagi, dan meminta ijin untuk periksa gigi sebentar ke rumah sakit dekat kantor. Dan eng-ing-eng, yang tadinya saya kira gigi saya akan ditambal atau gimana, ternyata langsung divonis kalau dia harus dicabut! Bukan karena berlubang, karena menurut dokternya lubang gigi itu timbul karena gigi bungsu saya nabrak gigi sebelahnya kalah!  So, daripada menimbulkan masalah yang lebih pelik, si gigi bungsu ini harus diangkat! Dan bukan itu saja, dokter bilang kalau posisi gigi saya miring atau impaksi, kemungkinan tidak bisa dicabut, tapi harus dibedah… Sehingga hari itu saya mendapat pe-er untuk pergi ke klinik lain untuk melakukan rontgen gigi…

Huhu, saya sudah pasrah saja… sadar diri dengan keteledoran saya selama ini… *Mendadak ingat, iklan layanan di TV sewaktu saya kecil, setiap 6 bulan sekali kan harusnya kita periksa ke dokter gigi. Andai saja, saya ga terlalu sombong, mungkin gigi bungsu saya masih bisa diselamatkan. Dan saya tidak harus menghadapi, sesuatu bernama bedah gigi, yang jujur cukup membuat keder…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...