SOCIAL MEDIA

search

Saturday, May 30, 2020

Mau Kemana Setelah Pandemi Covid-19 Terkendali?

Tidak terasa… Sudah dua bulan lebih dunia tiba-tiba berubah menjadi tempat yang asing untuk ditinggali. Benar-benar asing, hingga kita harus meraba-raba, sangat berhati-hati dan bahkan dianjurkan keras untuk tinggal di rumah saja.

Mall yang biasanya ramai menjadi sepi, demikian juga dengan cafe dan restaurant tempat mencairkan kebosanan… bangku-bangku tampak kosong tanpa pengunjung. Dan oh, serta tentu saja tempat favorit anak-anak seperti bioskop, play land, dan (sureprisingly) sekolah. Mereka bahkan harus tutup sementara karena aktivitas di dalamnya memang rawan penyebaran virus COVID-19.

Inhaleexhale… 

Harus diakui, pandemi ini memang sudah merubah tatanan kehidupan yang kita kenal selama puluhan atau bahkan ratusan tahun. Pandemi ini memaksa kita untuk menahan diri dan merekonstruksi lagi segala kebiasaan yang sudah kita jalani.

Juga memaksa kita berandai-andai ketika menyadari bahwa menunda-nunda waktu itu kadang berarti kehilangan kesempatan untuk melakukan apapun rencana kita. Termasuk rencana menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta… meski itu sesederhana melewatkan Hari Raya Idul Fitri bersama-sama.


Tahun ini… karena pandemi, kami harus legowo melewatkan Idul Fitri berjauhan di pulau yang berbeda-beda. Saya dan anak-anak di Pulau Sumatra, sementara suami di Pulau Kalimantan.

Sedih?

Jelas lah… Anak-anak entah sudah berapa kali bertanya dan meminta papa untuk cepat pulang.…Beberapa waktu sempat melewatkan malam dengan mimpi tentang papanya… Termasuk juga marah karena papanya tidak kunjung pulang…

Sedih, tapi tetap semangat kok… Ya, ini kondisi yang sulit, apalagi semuanya terjadi secara mendadak, tanpa ada persiapan sama sekali. Banyak rencana yang gagal dieksekusi, banyak juga penyesalan dan kegelisahan membayangkan kapan semua ini akan berlalu… tapi di satu sisi juga kondisi ini membuat kita berandai-andai bagaimana menghabiskan waktu bersama keluarga seandainya pandemi ini sudah terkendali.

Yang terakhir ini saya banget lah… Pandemi ini membuat saya melihat betapa banyak waktu yang terlewati sesungguhnya harus disyukuri. Segala kemudahan untuk bertemu dan bersama… semua yang kita anggap biasa, sesungguhnya adalah anugerah yang luar biasa.

Jujur, saya ini bukan tipe yang doyan liburan. Sebagai seorang introvert sejati, saya menikmati waktu berdiam diri di rumah dan tidak terlalu merasa tertantang untuk menjelajahi dunia (especially Indonesia). Tapi, ternyata kondisi pandemi ini membuat jiwa melankolis saya bergejolak karena untuk melanglang jarak bertemu dengan orang-orang yang saya cintai.

Saya ingin ke Kalimantan Selatan menemui suami saya… Saya juga ingin ke Jogja menemui Ibu saya… Ingin menjelajah Pulau Jawa dari tengah ke barat untuk bertandang juga ke tempat keluarga besar saya…

Banyak ya…

Tapi, setelah saya pikir-pikir… tempat yang paling ideal untuk keluarga kami, termasuk anggota junior yang berusia 9 dan 5 tahun, Jogja jadi pilihan terbaik. Itung-itung hadiah buat anak-anak yang sudah bersabar di rumah aja selama berbulan-bulan.

Gambar di capture dari sumber Google 'Tempat Wisata Terpopuler di Daerah Istimewa Yogyakarta'

Nah, ini nih tempat-tempat wisata di Jogja yang kayaknya bakalan disukai sama anak-anak… Dan yah, kalo kami orang-tua sih ngikut aja lah ngangon mereka.

Yang jelas ga pernah absen setiap kali ke Jogja itu ya Taman Pintar! Ini bener-bener tempat favorit anak-anak banget, dan kalau sudah kesini pulangnya pasti kalo venue-nya udah tutup. Iya, seniat itu mereka! Karena memang wahananya banyak dan menarik semua. Kami aja udah dua kali kesana dibela-belain dari pagi sampai tutup, belum selesai dicoba semua wahananya.

Terus Kawasan Hutan Pinus Mangunan, yang anak-anak pun beberapa kali nanyain kapan kesana lagi. 

Wajar sih karena hutan pinus memang selalu punya suasana yang magical… bikin kita berimajinasi akan petualangan yang seru. Jadi, anak-anak suka banget tuh jalan-jalan di antara pohon pinus sambil mungutin bunganya sambil sesekali terkaget-kaget kalau ada hewan atau tumbuhan yang mereka belum pernah liat.

Terus satu lagi tempat kesukaan anak-anak, yaitu Kidzona di Jogja City Mall! Iya, saya aja terwow-wow liat play land segede ini, karena di Lampung emang ga ada. Dan anak-anak kalo udah main disini, bisa dari buka mall sampai tutup lagi. Makanya kami selalu ambil paket seharian, cuma break pas makan siang, terus balik lagi kesana deh…

Kawasan wisata lain… ya tentu saja masih banyak yang bakalan kami jelajahi dan kayaknya sih juga ada potensi jadi favorit anak-anak selanjutnya. Next time ke Jogja, saya pengen sih ajak mereka ke Keraton Jogja dan Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark.

Screen Capture dari pencarian 'Wisata Terpoputer di Daerah Istimewa Yogyakarta: Jogja Bay Pirates Andventure Waterpark'

Kalau ke Jogja, sudah pasti kami menginap di rumah orang-tua saya atau Mbah Uti-nya anak-anak, tapi sepertinya perlu dipertimbangkan jika berencana mengunjungi tempat wisata tertentu untuk cari hotel yang dekat untuk memangkas waktu tempuh… 

Kenapa?

Pertama, karena tempat wisata itu asyiknya memang pagi-pagi, jadi belum terlalu ramai dan kita masih leluasa bermain. Sementara mengkondisikan dua anak cowo umur 9 dan 5 tahun untuk bangun pagi, mandi dan sarapan cepet itu susah banget! Ditambah dengan jarak yang lumayan… Hmm, biasanya sih rencana itu berakhir jadi wacana saja…

Kedua, ya karena anak-anak sendiri ya butuh waktu yang sangat luas untuk memuaskan hasrat bermain mereka. Dan ini kembali seperti poin pertama sih, idealnya ya berangkatnya pagi, supaya mereka bisa puas bermain sebelum wahananya tutup.

Lagian sayang kan kalau sudah jauh-jauh kesana dan anak-anak kurang puas? Jadi sepertinya kalau memang berencana ke tempat wisata yang cukup jauh dari rumah Mbah Uti-nya anak-anak, ya mendingan cari hotel di Jogja yang lebih dekat dengan lokasi.

Sounds great ya?

Tapi kan hotel di Jogja, apalagi dekat tempat wisata semacam Malioboro itu harganya selangit, gimana tuh?

Iya sih, sempet kepikiran juga… Tapi kemudian setelah searching di internet, ternyata ada juga kok hotel di Jogja yang sangat affordable, tapi juga terstandard.


Yup, seperti layanan yang ditawarkan RedDoorz ini misalnya… Wifi, televisi satelit, air mineral, linen bersih, kamar mandi bersih dan perlengkapan mandi… rasanya cukup banget ya untuk menjamin kenyamanan tinggal kita.


Selain itu, Reddoorz pun sangat memperhatikan kebersihan propertinya dan telah memiliki sertifikasi resmi HygienePass dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), yaitu persyaratan pembersihan khusus terutama selama pandemi COVID-19 serta prosedur dari pertama kali check-in hingga check-out, yaitu:
  • Pengukuran suhu saat check-in baik staf maupun tamu
  • Pelaporan kondisi kesehatan dan riwayat perjalanan setiap hari di awal jam kerja untuk staf dan tamu
  • Seluruh staf wajib menggunakan masker
  • Penyediaan pembersih tangan dengan kandungan alkohol 80% di area resepsionis dan area umum
  • Pembersihan dan desinfeksi properti secara berkala
Ini tentu adalah poin penting berdasarkan pengalaman kita terkait pandemi COVID-19. Bagaimanapun juga, hygiene adalah hal yang sangat penting untuk keamanan kita.

Dengan standard fasilitas seperti di atas, lokasi yang strategis dan harga mulai dari dibawah seratus ribu itu kan worthed sekali. Daripada harus bersusah payah bersiap-siap sejak pagi buta karena lokasi yang jauh dan transportasi yang relatif sulit dicari kan.

Semua fasilitas itu dalam harga yang sangat ramah di kantong…

Apalagi kalo Bapak Ibuk dan adek-adek mau ikut jalan-jalan sekalian, kayaknya ga bikin kantong bolong deh pesen dua kamar lagi cari yang deketan lokasinya… Jadi malam-malam bisa ngeluyur rame-rame deh… wakakak…

Bayanginnya aja happy ya…

Tapi, kemudian ingat dong kalau kurva kasus COVID-19 kita masih cukup tinggi… Inhale… Exhale… 

Iya, mungkin sekarang memang masih harus bersabar sedikit lagi… Bersabar untuk membatasi mobilitas, untuk tidak banyak keluar rumah, untuk selalu pakai masker, menjaga kebersihan diri secara ekstra, dan banyak lagi.

Tenang, sabar dulu… karena kesabaran kita juga lah yang akan membantu mengendalikan pandemi yang meluluh-lantakkan raga dan asa kita ini.

Sementara, kita simpan dulu rencananya… sembari berusaha dan berdoa semoga pandemi ini segera terkendali. Badai pasti berlalu kok… nanti, pasti kita bisa jalan-jalan bersama-sama orang yang kita cinta lagi…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Monday, May 18, 2020

The Whole Brain Child #5: Mengintegrasikan Banyak Bagian dari Diri

Woohoo! Akhirnya sampai juga di bagian kelima buku ini! Yang sebenarnya sih udah beberapa bulan lalu sih selesai bacanya, tapi sungguh, belum sempat bikin review-nya sampai hari ini. Dan please jangan bilang ini good thing karena pandemi covid-19 ya… Karena sejatinya kegiatan jadi jauh lebih riuh karena anak-anak belajar di rumah. Hmm, atau lebih tepatnya lebih riuh dan stressfull sih…

OK, intronya segitu aja… sekarang kita kembali ke topik bab 5 Buku The Whole-Brain Child berjudul 'The United States of Me: Integrating Many Parts of The Self'…

***

Untuk memahami chapter ini, saya akan bercerita tentang seorang gadis bernama Asti yang sesungguhnya memiliki begitu banyak potensi; namun, alih-alih mampu mengembangkan potensinya itu, dia justru merasa dirinya tidak mampu karena takut gagal.

Asti memiliki suara yang cukup bagus sehingga guru keseniannya kala duduk di bangku SD memasukkannya untuk seleksi Porseni pada cabang bernyanyi. Namun, Asti sengaja bernyanyi dengan tidak maksimal pada saat seleksi sehingga tidak dipilih mewakili sekolahnya. Kala itu, yang ada dalam kepalanya adalah ketakutan jika dibilang orang 'jelek', jadi dia pura-pura saja memang tidak bisa.

Asti pandai dalam pelajaran Bahasa Indonesia, pada saat duduk di bangku SMP tidak jarang dia mendapat nilai sempurna pada saat ujian. Pun dia adalah satu-satunya siswa kelas 1 di SMA-nya yang lolos seleksi untuk masuk ekskul jurnalistik. Namun, dia sengaja mencari alasan untuk tidak aktif di kegiatan jurnalistiknya, karena takut jika dia tidak akan mampu, bahwa kemampuan menulisnya tidak terlalu bagus, dan sebagainya. Jadi, dia pun berdalih diminta untuk fokus pada sekolah oleh orang-tuanya dan tidak diijinkan ikut kegiatan ekskul.

Asti pun pandai dalam pelajaran matematika… Pada satu caturwulan gurunya pernah mengatakan pada orang-tuanya bahwa nilai raportnya seharusnya adalah 10, karena angkanya 9 dengan koma tinggi. Namun karena angka 10 itu adalah angka sempurna, maka di raport hanya ditulis 9. Dan apa yang terjadi selanjutnya, kemudian justru Asti berkeringat dingin dan gagal pada saat mengerjakan ulangan-ulangan matematikanya… dia dipenuhi ketakutan bahwa sesungguhnya dia tidak mampu.

Orang-orang melihat Asti sebagai seorang yang cerdas dan berbakat, namun justru dia merasa dirinya tidak cukup bagus dan takut gagal…

Jadi, apa yang terjadi sebenarnya dengan Asti?

Dan, setelah ditelusuri ternyata dalam kesehariannya Asti seringkali diinterupsi dan dikritik bahwa apa yang dilakukannya tidak benar oleh orang-tuanya. Hal ini terjadi sejak kecil, sehingga Asti pun merasa tidak percaya diri akan kemampuannya sendiri. Dia merasa tidak cukup baik, tidak pintar, dan tidak bisa karena sehari-hari ide-idenya selalu membuahkan interupsi dan kritik dari orang-tuanya.
Asti terlalu fokus pada satu aspek dalam dirinya, yaitu 'ketakutan bahwa dirinya tidak cukup baik'. Dia lupa bahwa dirinya sesungguhnya terdiri dari banyak aspek, dan ketakutan itu hanya lah satu dari banyak aspek itu.
***

Untuk itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu kasus-kasus seperti ini, kita bisa membantu mereka untuk memetakan pemikiran pribadi dan pemikiran orang lain (mindsight).  Dimana dalam chapter ini dibahas mengenai memahami pemikiran pribadi dengan menggunakan konsep lingkaran sebagai berikut:


Bagian luar lingkaran ini menggambarkan hal apa saja yang menjadi perhatian dan kita sadari; baik pemikiran atau perasaan, mimpi dan keinginan, ingatan, persepsi akan lingkungan, dan sensasi pada tubuh kita. Sementara pusat dari lingkaran adalah pikiran kita yang menyadari apa yang terjadi di sekitar. Dimana ini merupakan peran dari prefrontal cortex.


Pada kasus Asti, dia terlalu fokus pada kekhawatiran bahwa dirinya tidak cukup baik, sehingga menimbulkan ketakutan dan kegelisahan setiap kali melakukan hal-hal yang sesungguhnya dia mampu. Dan melalui lingkaran ini, diharapkan Asti dapat melihat lebih banyak aspek dalam dirinya dan memahami bahwa ketakutan itu sesungguhnya hanyalah satu bagian kecil dari dirinya… SAMA SEKALI BUKAN DIRINYA!

Yup, ketakutan itu adalah satu hal dari dirinya, namun bukan berarti keseluruhan dirinya, sehingga semestinya Asti mampu memberikan perhatian yang proporsional pada keseluruhan aspek dirinya tersebut.
Atau bahasa sederhananya, "Dirimu itu terdiri dari begitu banyak aspek, dan ketakutan itu hanya satu darinya. It's OK untuk merasa takut, tapi sungguh dia hanya sebagian kecil dari dirimu, jadi jangan terlalu terpaku padanya."
Kesadaran akan hal ini selanjutnya akan menciptakan insight yang secara biologis diwujudkan dengan firings dan wirings baru pada neuron otaknya. Hal ini akan membuatnya tidak terlalu powerless menghadapi ketakutan-ketakutan dan obsesinya, bukan hanya saat ini, namun juga di masa depan. Karena menyadari bahwa sesungguhnya dirinya lah pengendali dari semua aspek dari diri tersebut.

Nah, selanjutnya hal ini bisa kita lakukan untuk mengenalkan mindsight ini pada anak-anak (oh ya, nomornya melanjutkan tips dari The Whole-Brain Child chapter sebelumnya):

#8 Mengajarkan pada Anak Bahwa Emosi Itu Datang dan Pergi

Sebagaimana yang dijelaskan pada chapter sebelumnya bahwa adalah hal yang sangat penting bagi anak-anak untuk mengenali perasaan dan emosinya. Namun, di disamping itu, pun adalah hal yang penting bagi anak untuk menyadari bahwa perasaan dan emosi tersebut adalah hal temporer dan berubah-ubah.
Perasaan dan emosi adalah 'kondisi' bukan 'sifat'. "Aku bukan bodoh, aku hanya merasa bodoh saat ini…" 
So, hal yang pertama kita lakukan adalah membantu anak mengenali emosinya dan kemudian membantunya mencapai insight bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang temporer serta datang dan pergi.

#9 SIFT: Menyadari Apa yang Terjadi dalam Dirinya

Untuk memahami perasaan dan emosi yang mempengaruhi dirinya, maka anak perlu diajarkan untuk mengenalinya melalui SIFT: Sensation, Images, Feeling, dan Thought (sensasi, gambaran, perasaan dan pemikiran).

Yup, setiap emosi sesungguhnya pun mempengaruhi berbagai aspek dalam diri kita, baik fisik maupun psikis. Misalnya jantung yang berdegup kencang dan sakit perut yang menyertai kegelisahan, keinginan untuk memukul yang menyertai kemarahan atau frustrasi, dan sebagainya.

Selanjutnya, dengan cara ini diharapkan anak dapat mengenali emosinya lebih mendalam, bukan hanya merasa baik-baik saja atau merasa buruk, tapi lebih detail seperti 'kecewa', 'gelisah', 'cemburu', atau 'exciting'.

Dengan mengenali emosi secara lebih mendalam ini kita akan mendapatkan pemahaman bagaimana sensasi tubuh kita membentuk suatu emosi dan emosi kita membentuk pemikiran kita, sebagaimana gambaran dalam pemikiran kita. Sehingga dengan demikian kita mampu memisahkan antara emosi dengan diri kita, bahwa "Aku hanya merasa bodoh saat ini, bukan bodoh…"

#10 Melatih Konsep Mindsight: Kembali ke Pusat Kendali

Selanjutnya, setelah memahami bahwa dirinya terdiri dari banyak aspek, kita perlu mengarahkan anak untuk mampu kembali kepada dirinya sebagai pengendali, tidak terpaku pada satu aspek dalam dirinya saja. Dan ini adalah ketrampilan yang perlu diajarkan pada anak… 

Misalnya pada kasus Asti yang merasa gelisah dan nervous karena harus tampil di hadapan teman-teman dan orang-tua murid lainnya.

Menyadari hal ini, mamanya pun berusaha membantunya lebih menyadari apa yang terjadi dalam dirinya dengan latihan sebagai berikut:

OK Asti, sementara kamu berbaring, gerakkan pandangamu dalam ruangan ini. Tanpa menggerakkan kepalamu, kamu bisa melihat lampu di atas meja. Sekarang lihat fotomu yang tergantung di dinding… kelihatan bukan? Sekarang lihat rak buku di sudut ruangan ini? Apakah kami bisa melihat buku Harry Potter yang ada disana?

Nah, kamu bisa memahami bukan, bahwa kita bisa mengarahkan perhatian kita pada hal-hal di sekitar kita? Sekarang mari kita coba pada hal-hal yang terjadi dalam diri kita…"
"Sekarang tutup matamu, dan mari kita fokus pada pemikiran, perasaan, dan pengindraanmu… Mari kita mulai dengan apa yang kamu dengar… Mari kita hening sejenak dan mendengar apa yang ada di sekitar kita.

Bisakah kamu mendengar suara mobil yang baru melintas? Suara kucing mengeong di luar sana? Kamu menyadari suara-suara itu karena kamu diam dan memusatkan perhatianmu untuk mendengar mereka.

Sekarang, aku ingin kamu memusatkan perhatianmu pada pernafasanmu. Pertama, sadari bagaimana udara masuk dan keluar dari hidungmu… Sekarang rasakan bagaimana dadamu bergerdak naik dan turun… Sekarang sadari bagaimana perutmu bergerak setiap kali kamu menarik dan menghembuskan napas.

Sekarang, aku akan diam kembali sejenak. Asti tetap fokus pada nafasmu. Mungkin pemikiran tertentu akan datang dalampikiranmu, termasuk tentang pertunjukan yang akan dilakukan Asti. Tidak masalah. Saat kamu menyadari bahwa kamu memikirkan sesuatu atau mulai merasa khawatir, kembali lah fokus pada nafasmu. Ikuti gelombang tarikan dan hembusan nafasmu.

Selanjutnya setelah sekitar satu menit, Mama Asti meminta Asti membuka matanya dan duduk. Disini, kemudian dia menjelaskan bahwa teknik yang baru dilakukan tersebut adalah salah satu hal yang manjur untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Dan selanjutnya, memintanya mengulang bagaimana dia memusatkan perhatian pada tarikan dan hembusan nafasnya pada saat jantungnya berdebar karena akan tampil.
Saat mamanya membantu Asti fokus pada tarikan dan hembusan nafasnya, itu bukan semata bertujuan untuk meredakan kegelisahannya, tapi juga membantunya kembali ke pusat lingkaran dirinya, sehingga dia bisa menyadari aspek lain dari dirinya.
***

Yup, kurang lebih itulah inti dari chapter kelima Buku 'The Whole-Brain Child' ini… Yang jika saya rangkum secara singkat, lagi-lagi adalah mengenai betapa pentingnya kita mengajarkan anak untuk mengenali pemikiran, emosi, dan perasaannya. Serta betapa sesungguhnya dirinya terdiri dari begitu banyak aspek dan membantunya supaya tidak sekedar terpaku pada satu aspek, sehingga dapat memegang kendali akan dirinya.

Iya, kalau dirangkum memang simpel ya… Tapi secara autodidak, konsep ini begitu sulit saya rumuskan meski sudah menyadarinya sejak di bangku SMA. Saat itu saya selalu di penuhi dengan rasa takut dan khawatir akan banyak hal. Dan di saat yang sama selalu merasa bahwa apa yang saya rasakan itu identik dengan rasa di saat kita tersesat di kerumunan banyak orang hingga tidak tahu harus berjalan ke mana. Sehingga apa yang sebenarnya harus dilakukan adalah mencari tempat yang lebih tinggi sehingga saya bisa memetakan apa yang terjadi di sekitar kita.

Insight semacam ini memang cukup rumit bagi seorang anak-anak atau bahkan remaja, karena itu akan sangat bermanfaat bagi kita, orang-tua, untuk mengajarkan anak tentangnya.

And yes, Asti is me in the past

With Love,
Nian Astiningrum
 

Wednesday, April 1, 2020

Mahesha's 5th Dino Party

Ulang-tahun Mahesh sudah berlalu lebih dari dua bulan lamanya, dan akhirnya malam ini benar-benar menyempatkan waktu untuk membuat dokumentasi ulang-tahunnya yang kelima beberapa waktu lalu itu…

***

Ulang-tahun Mahesh itu tanggal 18 Januari, dan hari itu tanggal 3 Januari saya baru mulai berburu printilannya; mulai dari goodie bag, pesen kue tart, aksesoris ultah macam balon dan bunting, dan sebagainya. Sebenarnya ini rada mepet sih, tapi apa boleh buat, waktu itu kami baru pulang dari pulang kampung di Jogja… Dimana sebenarnya bukan ga bisa atau ga ada waktu sih sembari liburan sembari nyiapin, tapi emang suasananya bikin lupa semuanya, jadi… ya sudah lah, sepulang dari Jogja baru deh saya buru-buru kontak sana-sini untuk memastikan semuanya siap di hari yang di rencanakan.

Saya itu perfeksionis! Maunya meskipun sederhana, ultah Mahesh yang akan dirayakan di sekolah ini stick on satu tema dengan detail yang sesuai standard saya, tapi juga dengan budget yang masuk akal lah… Nah loh, susah kan…


#1# Goodie Bag dan Souvenir

Dan first thing first yang harus buru-buru dipastikan tentu saja adalah perihal goodie bag sekaligus souvenir.

Why?

Karena saya mau customize Saya mau goodie bag itu sekaligus souvenir, jadi lebih efisien dan hemat tentu saja, hehe…

Dan puas dengan goodie bag pada ultah Mahesh yang keempat tahun lalu, langsung saja saya kontak Baby Little Corner (Instagram: @babylittlecorner) dan berharap order saya masih bisa diterima mengingat seringkali order mereka cukup padat.

Baca juga: 



Dan tada! See that beautiful picture? Yes, alhamdulillah order saya masih bisa diproses dan pesanan pun datang tepat waktu. Terima-kasih untuk owner Baby Little Corner yang sudah sangat ramah melayani pesanan saya *kiss*

Oh ya, untuk goodie bag kali ini saya sengaja pilih model backpack string karena lebih luas dan leluasa untuk membawa berbagai barang. Jadi lebih berguna lah nantinya… Bisa buat bawa buku, bekal, atau mukena. Bordir tulisannya juga sengaja saya request minimalis dan tidak terlalu mencolok supaya orang lebih nyaman memakainya nantinya.

Motif… tentu saja dinosaurus ya… dalam dua warna; biru tua untuk boys dan putih untuk girls!


#2# Kue Ulang Tahun

Dan selanjutnya, hal kedua yang tidak kalah krusial adalah kue ulang tahun, yang menurut prediksi saya seharusnya tidak akan terlalu ribet karena waktunya masih dua minggu, tapi ternyata salah! Mungkin karena habis libur panjang, beberapa bakery sudah close order dan begitunya dapat yang bisa, eh dia Hari Minggu tutup, padahal ulang-tahun Mahesh bakal dirayakan di Hari Senin… Duhh…

Tapi, untung deh, setelah tanya seorang teman kemudian saya coba kontak Shereen Cakes and Bread (instagram: @shereencakes) yang sebenarnya adalah salah satu bakery kenamaan di Bandar Lampung, makanya bikin keder dan ga pernah order cake kesana, karena takut ga kuat kantong, haha…

Tapi, eh tapi, ternyata harganya relatif ga mahal lho dibanding kue yang sering saya pesan… Isiannya bervariasi dari blackforest sampai lapis Surabaya dan yang paling penting mereka bisa mewujudkan desain request saya!


Yang desainnya tentu tidak jauh-jauh dari dinosaurus ya… Dan sengaja saya cari yang desainnya tidak terlalu kompleks tapi imut seperti di atas…


#3# Topi Ulang Tahun, Bunting Flag, Piring Kertas dan Plastik Snack

Nah, topi dinosaurus lucu yang bisa di-customisasi ini pre-order di merchant Tokopedia, Oh Little Man seperti ulang tahun Mahesh sebelumnya.


Sementara bendera bunting, piring kertas dan plastik snack-nya juga masih beli di merchant Tokopedia, Party Stock Indonesia.




Oh ya, kenapa ada plastik snack lagi ini padahal goodie bag udah ada itu untuk bapak-bapak dan ibu-ibu staf di sekolah Mahesh yang juga sering bantuin Mahesh. Isinya sama kok sama goodie bag-nya…


#4# Balon!

Believe it or not, balonnya itu beli dari luar negeri lho… cuma ya lewat market place sih… Jadi ga pake ongkir dan ga ribet. Cuma yang perlu diperhitungkan itu waktu pengiriman yang memang agak lama, jadi ga bisa dadakan…

Untuk acara ulang tahun Mahesh sendiri kemarin sekitar dua mingguan lah kami sudah pesan, dan itu pun ya sudah rada deg-degan sih bakalan sampai tepat waktu atau enggak, haha…



Jadi balon plus tangkainya yang warna putih dan hijau totol, angka '5', balon dinosaurus dan bintang-bintang untuk dekorasi itu beli di salah satu merchant Shopee, Enjoyparty.id.

Niat banget sampai tongkatnya beli di luar juga demi gratis ongkir teman-teman… Karena kan lebih dari nominal tertentu ada subsidi ongkir, hehe…


#5# Undangan

Dan yang terakhir… undangan… Belinya masih di Tokopedia pada merchant Geeta Design…

Kenapa pesan disana, ya pertama karena desainnya bagus, sesuai dengan preferensi saya dan harganya pun terjangkau.


Tentang undangan ini, ada sedikit cerita lucu sebenarnya…

Jadi, awalnya kan undangan sudah dibuat tanggal 18 Januari sesuai hari ulang tahun Mahesh, terus baru tersadar kalau tanggal 18 itu hari Sabtu dan sekolah libur pas dihubungi guru Mahesh. Karena undangan sudah tercetak, ya udah saya minta dibuatin versi lain karena untungnya belum dikirim itu undangan.

Dasar ceroboh!

***

Dari persiapan aja kayaknya lumayan ribet ya… Apalagi ini adalah kali pertama ulang-tahun anak tanpa ada suami di rumah, karena dengan LDM alias Long Distance Marriage. Meskipun untungnya pas suami pulang sempat bantu nyiapin goodie bag, beli beberapa snack yang kurang, sampai mompain balon. Selebihnya; urusan ambil kue, ambil foto dokumentasi persiapan sampai acara dan pas acara, alhamdulillah bisa diselesaikan sendiri.


Oh ya, untuk dekorasi sendiri sudah saya serahkan pada miss Mahesh Jumat sebelum libur sekolah untuk mulai di pasang Senin pagi karena takut kempes. Jujur, saya ngebayanginnya ngerepotin banget ya, cuma kata missnya, "Amann…" Huhu, makasih ya miss…

Tepat waktu, jam 9.30 kami sudah sampai di sekolah Mahesh… langsung siap-siap dan alhamdulillah masih ada waktu untuk istirahat sebentar. Meskipun, sebelumnya sudah ada tragedi cari korek api dulu, haha…




Acara sendiri berjalan sederhana dan ceria dengan Miss Dede sebagai MC… Ada sesi nyanyi bareng, ngasih kado, potong kue, makan bareng, sampai terakhir nyanyi bersama. Seruu!! Dan namanya juga acaranya anak-anak, banyak lucunya… Aahh, bener-bener bikin ketawa happy banget, ilang deh semua capek dan ngantuknya…



Mahesh sendiri, jangan ditanya… kayaknya campuran antara seneng dan bangga punya kue ulang-tahun, disuruh duduk di depan, dapet kado, dan jadi tokoh utama meski cuma beberapa menit.


Nah, setelah seluruh rangkaian acara selesai, anak-anak pulang sekolah deh… Dan pas pulang ini lah dibagiin balon untuk dibawa pulang. Yang katanya Mahesh, "Adek ga mau balon yang ijo, soalnya gampang meletus!" Wakakak, baiklah, siapp Adek!


Habis itu, sampai rumah… lagi deh hebohnya buka kado… Bukan Mahesh aja, tapi Ganesh juga… Dan, somehow agak terenyuh juga sih pas Ganesh nanya, "Mama, nanti Anesh kalo ulang-tahun dirayain juga ga? Dapet kado juga ga?" Dan saya jawab, "Insyaallah nanti dirayain di rumah ya sama Papa Mama, kan Anesh sudah gede… emang ada temen Anesh yang masih ngerayain ulang-tahun di sekolahan?"

Yes… Ganesh sudah kelas 3 SD sekarang dan sejak masuk SD budaya merayakan ulang-tahun di sekolah emang udah ga ada… Di sini tampaknya sih dia pengen juga dapet banyak kado kaya adeknya, meskipun setiap ulang-tahun pun saya dan suami selalu beri dia kado.

"OK Anesh, it's time to grow up ya…"


OK, demikianlah cerita ulang-tahun Mahesh yang kelima sekitar dua bulan yang lalu… Maaf baru ditulis ya Mahesh, you know lah rempongnya mama tiap hari sekarang ya…

And last note… doa Mama untukmu selalu ya Mahesh, semoga tumbuh menjadi manusia yang soleh, sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, pengasih, sayang Papa dan Mama, serta bahagia… amiin…

Dan semoga pandemi korona ini juga segera berlalu ya Nak, supaya kita bisa main lagi nanti… amiin…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Monday, March 30, 2020

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, Yay or Nay?


Halo teman-teman semua? Bagaimana kabarnya hari ini setelah kurang lebih dua minggu #dirumahaja?

Hmm, mungkin perubahan drastis yang terjadi dua minggu ini lumayan bikin stress ya…

Demikian juga dengan saya… yang sebelumnya bisa dibilang super mobile dan aktif, dari pagi menyiapkan anak-anak sekolah, antar-jemput mereka, mengecek toko dan gudang, mengurus administrasi toko dan sebagainya itu kini berubah total. Sekarang, apa-apa yang bisa dikoordinasikan dari jarak jauh ya dilakukan di rumah, meskipun tetap pada saat-saat tertentu tetap harus keluar juga… Mostly sih untuk belanja keperluan rumah sekaligus ngecek toko, jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Selain untuk meminimalkan mobilitas demi mengurangi penyebaran virus corona, juga karena sedikit malas dengan ritual sehabis bepergian yang sekarang wajib dilakukan (baca: begitu sampai di rumah, ga usah duduk, langsung mandi keramas dan cuci baju). Bayangkan ribetnya dalam sehari jika harus berkali-kali keluar, lha wong sekali keluar aja paling tidak mandi dua atau tiga kali kan.

Huhu, iya… saya ini malas disuruh mandi, makanya selalu membutuhkan sesuatu yang menyenangkan untuk memotivasi; seperti musik dan sabun mandi yang wangi, jadi serasa mandi parfum. Dan kalo dua hal itu sudah ada, hehe, jadinya kaya anak kecil… disuruh mandi susah, begitu mandi lama.


Nah, baru-baru ini nih, saya saya nyobain Vitalis Body Wash… Dan ga tanggung-tanggung, ketiga variannya saya coba semua. Lalu bagaimana hasilnya? Berikut review saya sebagai penikmat sabun wangi dan pendamba kelembutan… 👸


#1# WANGINYA BENERAN LEMBUT

Jadi, saya ini rada anti sama wangi-wangian yang tajam dan menyengat teman-teman, jadi untuk wewangian, baik parfum atau sabun mandi selalu carinya itu yang aromanya bunga atau buah alias floral dan fruity.

Kalau pakai Fragrance Wheel-nya Michael Edwards, itu di area Floral Notes sampai sedikit ke bawah bagian Fresh Notes. Somehow, kurang suka juga aroma yang menurut saya itu tajem banget fresh-nya… 

Aroma-aroma lembut kaya gitu tuh bagi saya enak untuk dihirup dalam-dalam dan bikin relax gitu. Bye-bye lah aroma-aroma yang rada strong, kecuali suami saya yang beliin parfumnya, haha, beberapa kali loh dia beliin parfum aroma floral, tapi fresh-nya rada strong. Ya tetep saya pake, walau dikit-dikit karena pake cinta kasihnya, dan kalo lagi bad mood ya tetep balik ke aroma-aroma lembut.

OK lah, ini bahasan aroma parfum dari orang yang ga paham parfum ya sebenarnya, semoga cukup bisa dipahami…


Nah, singkat kata; aromanya Vitalis Body Wash ini nih cocok dengan selera saya itu.

Dan berikut sensasi mandi parfum dari masing-masing varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini:

White Glow (Pink)


Perpaduan antara aroma bergamot, cherry dan raspberry (top notes); marsmallow, gardenia, dan rose (middle notes); dan dibungkus dengan aroma cedarwood, sandalwood, dan musk (base notes). 

Tiga kata yang menggambarkan wanginya menurut saya adalah: glamor, feminin dan elegan.

Soft Beauty (Ungu)


Perpaduan antara aroma aldehydic, fruity, dan green (top notes); yang disusul dengan aroma rose, muguet, dan violet (middle notes); dan ditutup dengan aroma woody, sandalwood, dan tonka bean (base notes).

Tiga kata yang menggambarkan wanginya menurut saya adalah: segar, feminin, dan lembut.

Fresh Dazzle (Hijau)


Perpaduan antara aroma pear, cassis, dan bergamot (top notes); fressia, violet, dan rose (middle notes); dan musk, amber, serta cedarwood (base notes).

Tiga kata yang menggambarkan wanginya menurut saya: relaxing, fresh, dan lembut.

***


Jadi, saya suka yang mana?

Yang hijau atau Fresh Dazzle tentu saja… Meskipun pada saat berubah mood kadang pengen coba wangi lainnya juga sih


#2# LEMBUT DI KULIT (TIDAK BIKIN KERING)

Sungguh, saya ini tipe orang yang mewajibkan sabun mandi itu ga bikin kulit terasa terlalu kesat dan kering setelahnya. Jadi, iya sih, saya emang pilih-pilih banget soal sabun mandi, dan kalau udah nemu yang cocok ya udah, bakalan setia dan males coba yang lain.

Nah, pas mau coba Vitalis Body Wash ini pun sebenarnya rada skeptis juga, karena kebanyakan sabun mandi itu menurut saya bikin kulit terasa kering untuk jenis kulit saya normal cenderung kering. 

Dan setelah dicoba, ternyata enggak lho… kulit saya bukan yang terasa lembab banget sih, tapi tidak menjadi kering. Dari skala 1 sampai 5, menurut saya Vitalis ini ada di skala 4, sehingga sensasi setelah mandi pun kulit terasa segar dan tidak kering.

Lalu, cek ricek kandungan yang terdiri dari (varian Fresh Dazzle): Aqua, Sodium Laureth Sulfate, Cocamidopropyl Betaine, Lauric Acid, PCA, Glycol Distearate, Cocamide Methyl MEA, Glycerin, Potassium Chloride, BHT, Tetrasodium EDTA, Etidronic Acid, Propylene Glycol, Camelia Sinensis Leaf Extract, Citrus Junos Fruit Extract, Butylene Glycol, Citric Acid, DMDM Hydantoin, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, CI 42090, CI 19140.

Berikut hasil analisa dari SkinCarisma akan ingredient ini adalah sebagai berikut…


Beberapa informasi yang kita dapatkan dari infografik itu diantaranya adalah bahwa dari sisi ingredient, produk ini memiliki kelebihan: Paraben Free, EU Alergen-Free, Alcohol-Free, dan Silicone-Free. Dimana bahan-bahan ini menurut beberapa penelitian memiliki efek negatif, terutama jika digunakan secara berlebihan, sehingga dengan tidak adanya ketiga bahan ini, kita bisa merasa aman.

Sedangkan kelemahannya adalah mengandung Sulfate yang memiliki kecenderungan untuk membuat kulit kering dan kurang sesuai untuk kulit berjerawat (atau berminyak) karena memiliki kecenderungan bersifat comedogenic.

Oh ya, pantas saja kalau gitu sabun ini pas di kulit saya yang normal cenderung kering ya…

Selain itu untuk masing-masing varian sebenarnya memiliki manfaat tersendiri juga untuk kulit, meskipun saya belum bisa membedakannya, kecuali favorit saya yang hijau tentu saja…

White Glow (Pink)

Mengandung ekstrak Licorice dan Susu untuk membantu kulit lebih cerah.

Soft Beauty (Ungu)

Mengandung ekstrak Avocado dan Vitamin E untuk kulit yang lembut dan elastis.

Fresh Dazzle (Hijau)

Mengandung ekstrak Yuzu Orange dan Green Tea untuk memperbaiki mood.


#3# CATATAN-CATATAN LAIN

Memiliki Sertifikat Halal MUI

Sertifikasi ini menandakan bahwa Vitalis Body Wash ini menggunakan bahan-bahan dan proses pengolahan yang halal. Jadi kita pemeluk Agama Islam tidak perlu khawatir.

Kemasan

Vitalis Body Wash ini ada juga kemasan isi ulangnya sih, bahkan yang jumbo ukuran 450 ml. Which is menurut saya bagus, karena bisa meminimalkan pemakaian plastik.

Ya bayangin aja kan kalo setiap kali habis mesti beli botolnya, udah pasti ga mendukung diet plastik karena kemasan botol itu kan tebel banget alias pake banyak materi plastik.

Tapiii… buat pemakai loyal seperti saya, nungguin kemasan pump bulky-nya nih… Ini preferensi pribadi sih, tapi kalo udah suka sama sabun tertentu, pasti saya cari kemasan pump yang paling gede jadi praktis aja nangkring di kamar mandi dalam waktu lama ga perlu dikit-dikit isi ulang.



#4# 'YAY' OR 'NAY'

Beberapa poin 'YAY' dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini adalah:
  1. Wanginya segar dan relaxing banget
  2. Tidak membuat kulit kering
  3. Bebas bahan berbahaya seperti Paraben, EU Alergen (ada daftarnya bahan apa aja ini), Alcohol, dan Silicone
  4. Memiliki sertifikasi halal
Sementara pon 'NAY'-nya adalah:
  1. Kurang cocok untuk kulit berjerawat dan berminyak.
  2. Mengandung Sulfate.
  3. Belum ada kemasan pump gedenya.
Dan, kesimpulannya, buat saya pribadi sih, it's a 'YAY' untuk yang varian Fresh Dazzle (Hijau), terutama karena kriteria utama saya akan sabun mandi itu ya sebatas wanginya relaxing, lembut (ga bikin kulit kering), dan nambah satu lagi tidak mengandung bahan berbahaya. 


Dan yes, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle ini masuk playlist sabun mandi saya yang tinggal di shuffling aja sesuai mood… udah kaya apa aja ya… Tapi ya emang gituh, beneran deh sabun mandi itu jadi item penting banget buat saya semangat dan menikmati yang namanya mandi… Tanya suami deh kalo ga percaya, dia tahulah se-rigid apa soal sabun mandi, alias ga mau ganti asal-asal.


OK, sekian deh cerita saya soal ritual mandi… yang pastinya sekarang jadi lebih penting demi menjaga higienitas ya… Jadi, kalau dulu suka males dan menunda-nunda, sekarang tidak ada kompromi… HARUS! Dan dengan keharuman yang so relaxing seperti ini, sensasi mandi parfumnya pun turut membuat menenangkan pikiran dan mendukung imunitas.

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Referensi:

A Guide To Fragrance Strength and Type. https://www.perfumedirect.com/pages/a-guide-to-perfume-strengths-and-types. Diakses tanggal 29 Maret 2020.

Cosmetic Ingredient Analizer. https://www.skincarisma.com/ingredient-analyzer. Diakses tanggal 30 Maret 2020.

Friday, January 17, 2020

Berburu Buku Impor di Bookdepository.com

Dari dulu, saya suka sih baca buku… tapi buku ringan macam majalah, novel, dan komik. Sampai ngumpet-ngumpet dulu terkadang belinya, ngerasa kalo beli novel kala itu ya tergolong buang-buang duit dan pasti diomelin ibuk…

Kemudian kuliah Psikologi, baru deh kenal buku-buku berat berbahasa Inggris yang banyak dijarikan rujukan. Yang ternyata meskipun cukup effortfull bacanya, tapi nyenengin karena bikin penasaran. Waktu itu, buku import berbahasa Inggris of course fotokopian sih, namanya juga kantong mahasiswa kan. Tapi, asli deh, buku-buku saya waktu itu lumayan lengkap, meski ya bacanya ga sampai benar-benar khatam sih, tapi pada bagian-bagian yang perlu saja.

Tapi intinya, membaca buku berbahasa Inggris sesuai bahasa aslinya itu memiliki kenikmatan tersendiri.

Itu kenapa kebiasaan ini terus berlanjut meski tidak kuliah lagi, tapi tentu dengan intensitas yang turun drastis sampai kadang setahun ya satu buku saja. Tapi, tetap lah kebiasaan menyambangi toko buku import setiap transit di bandara itu berlanjut… meski, yah… sekedar untuk cuci mata saja karena sadar diri tidak lagi punya banyak waktu dan kenyataan kalau buku import itu lumayan pricey, jadi ga mungkin lah dibeli hanya sekedar untuk koleksi, haha…


Iya, dulu sih setiap mampir bandara pasti langsung cari toko buku dan khusuk memandagi mereka, tapi, lain cerita sejak punya anak. Boro-boro khusuk, ada juga saya yang akhirnya angon mereka liar di bagian buku anak-anak… Sejak itulah kebiasaan itu berubah menjadi belanja online saja, seperti banyak aktivitas belanja saya lainnya…

Dan so far, dari beberapa toko buku impor yang saya kunjungi, yang paling sering sih ya Bookdepository.

Kenapa Bookdepository, berikut beberapa alasannya:
  • Harga bersaing. Kalau mau beli buku, saya suka bandingin dari toko ke toko sih harganya… Dan seringnya buku-buku Bookdepository ini diskon, sehingga harganya lebih hemat daripada toko-toko lainnya. 
  • Gratis biaya kirim sampai ke tangan kita. Buku-buku yang kita beli di Bookdepository itu dikirim dari UK, jadi gratis ongkir itu bener-bener something banget. Dan, ini sebenarnya bukan gratis biaya kirim saja, tapi benar-benar tanpa biaya sampai ke tangan kita. Jadi kalau kita beli beberapa buku sekaligus, supaya tidak perlu terkena pajak, maka buku kita akan dikirim satu persatu.
  • Lengkap. Yup karena memang dikirim dari negara asalnya, so far saya selalu menemukan buku apapun yang saya cari di Bookdepository sih. 
  • Pembayaran mudah dan trusted. Pembayaran bisa pakai kartu kredit atau pay-pal dan sejauh ini produk selalu saya terima dalam kondisi baik.
OK, kayaknya udah ideal banget ya ini belanja buku disini… Tapi, bener sih kata pepatah kalau di dunia ini tak ada gading yang tak retak alias tidak ada yang sempurna. Bookdepository ini memiliki kelemahan, yaitu pengiriman yang (sangat) lama dan tidak ada resi untuk di-tracking! Jadi, setelah buku dikirim ya kita cuma bisa pasrah menunggu…

Dulu, rata-rata sebulanan buku pesanan saya datang, tapi entah kenapa, akhir-akhir ini bisa sampai hampir tiga bulanan lho…

Beberapa waktu lalu, saking lamanya sampai saya pernah kontak customer service-nya dan minta nomor resi, tapi ya memang ga ada. Saya cuma disarankan untuk mendatangi Kantor Pos terdekat saja… Jadi, ya memang modal percaya dan doa sih kalo belanja di Bookdepository.com…

Bookdepository.com sih terpercaya, dia selalu kirim pesanan kita dan bisa dilihat juga kapan pesanan kita dikirim. Tapi, karena tidak ada nomor tracking, ya selanjutnya benar-benar di luar kendali kita maupun seller. Palingan usaha yang kita bisa lakukan jika memang buku sudah hitungan satu bulan belum sampai, ya mencari ke Kantor Pos… karena saya baca di beberapa artikel yang lama itu pengiriman di Indonesia-nya. Beberapa berasumsi karena ini gratis, jadi tidak diprioritaskan pengirimannya di Indonesia. Dan beberapa lagi mengaku menemukan bukunya di tumpukan paket di Kantor Pos setelah berinisiatif mendatanginya sesuai saran dari pihak Bookdepository.

Which is buat beberapa orang hal semacam ini lumayan ngeri ya…

Jadi, gimana… recommended ga nih belanja di Bookdepository.com?

Ya kalau saya sih recommended, karena so far masih menawarkan harga yang sangat bersaing dibandingkan toko buku online lainnya. Tapi, kalau kamu tipe orang yang mengutamakan rasa aman dan kepastian daripada harga; bisa juga memilih beberapa toko buku online berikut:

  • Periplus.com. Beberapa kali order disini juga pas ada promo dan puas. Kelebihan dari toko buku ini karena ada nomor resi yang bisa di-tracking dan kadang-kadang ada kerjasama promo dengan pembayaran lokal. Jadi, ya sering-sering aja cari info promo dan jangan lupa langganan news letter-nya.
  • OpenTrolley.com. Sesuai dengan klaimnya sebagai toko buku import lokal, semua pesanan dikirim dari Jakarta dengan nomor resi, jadi sudah pasti lebih pasti dan aman ya. Terkadang juga ada event promo pembayaran, jadi rajin-rajin aja update info dari mereka ya.
Nah, kurang lebih begitu deh pengalaman saya berburu buku import. So far, Bookdepository.com masih jadi favorit sih karena lebih ramah di kantong **huhu, maklum emak-emak banyak kebutuhan kan** Sejauh ini buku pesanan sampai semua, meski yang terakhir ini juga sudah hampir dua bulan belum sampai sih… Risiko lah, namanya mau hemat ya kadang harus terima tingkat kenyamanan dan keamanan yang lebih rendah juga…

Dan ya itu balik lagi ke kita sebagai customer, mana yang lebih penting…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-