SOCIAL MEDIA

search

Showing posts with label Color Play. Show all posts
Showing posts with label Color Play. Show all posts

Wednesday, April 1, 2020

Mahesha's 5th Dino Party

Ulang-tahun Mahesh sudah berlalu lebih dari dua bulan lamanya, dan akhirnya malam ini benar-benar menyempatkan waktu untuk membuat dokumentasi ulang-tahunnya yang kelima beberapa waktu lalu itu…

***

Ulang-tahun Mahesh itu tanggal 18 Januari, dan hari itu tanggal 3 Januari saya baru mulai berburu printilannya; mulai dari goodie bag, pesen kue tart, aksesoris ultah macam balon dan bunting, dan sebagainya. Sebenarnya ini rada mepet sih, tapi apa boleh buat, waktu itu kami baru pulang dari pulang kampung di Jogja… Dimana sebenarnya bukan ga bisa atau ga ada waktu sih sembari liburan sembari nyiapin, tapi emang suasananya bikin lupa semuanya, jadi… ya sudah lah, sepulang dari Jogja baru deh saya buru-buru kontak sana-sini untuk memastikan semuanya siap di hari yang di rencanakan.

Saya itu perfeksionis! Maunya meskipun sederhana, ultah Mahesh yang akan dirayakan di sekolah ini stick on satu tema dengan detail yang sesuai standard saya, tapi juga dengan budget yang masuk akal lah… Nah loh, susah kan…


#1# Goodie Bag dan Souvenir

Dan first thing first yang harus buru-buru dipastikan tentu saja adalah perihal goodie bag sekaligus souvenir.

Why?

Karena saya mau customize Saya mau goodie bag itu sekaligus souvenir, jadi lebih efisien dan hemat tentu saja, hehe…

Dan puas dengan goodie bag pada ultah Mahesh yang keempat tahun lalu, langsung saja saya kontak Baby Little Corner (Instagram: @babylittlecorner) dan berharap order saya masih bisa diterima mengingat seringkali order mereka cukup padat.

Baca juga: 



Dan tada! See that beautiful picture? Yes, alhamdulillah order saya masih bisa diproses dan pesanan pun datang tepat waktu. Terima-kasih untuk owner Baby Little Corner yang sudah sangat ramah melayani pesanan saya *kiss*

Oh ya, untuk goodie bag kali ini saya sengaja pilih model backpack string karena lebih luas dan leluasa untuk membawa berbagai barang. Jadi lebih berguna lah nantinya… Bisa buat bawa buku, bekal, atau mukena. Bordir tulisannya juga sengaja saya request minimalis dan tidak terlalu mencolok supaya orang lebih nyaman memakainya nantinya.

Motif… tentu saja dinosaurus ya… dalam dua warna; biru tua untuk boys dan putih untuk girls!


#2# Kue Ulang Tahun

Dan selanjutnya, hal kedua yang tidak kalah krusial adalah kue ulang tahun, yang menurut prediksi saya seharusnya tidak akan terlalu ribet karena waktunya masih dua minggu, tapi ternyata salah! Mungkin karena habis libur panjang, beberapa bakery sudah close order dan begitunya dapat yang bisa, eh dia Hari Minggu tutup, padahal ulang-tahun Mahesh bakal dirayakan di Hari Senin… Duhh…

Tapi, untung deh, setelah tanya seorang teman kemudian saya coba kontak Shereen Cakes and Bread (instagram: @shereencakes) yang sebenarnya adalah salah satu bakery kenamaan di Bandar Lampung, makanya bikin keder dan ga pernah order cake kesana, karena takut ga kuat kantong, haha…

Tapi, eh tapi, ternyata harganya relatif ga mahal lho dibanding kue yang sering saya pesan… Isiannya bervariasi dari blackforest sampai lapis Surabaya dan yang paling penting mereka bisa mewujudkan desain request saya!


Yang desainnya tentu tidak jauh-jauh dari dinosaurus ya… Dan sengaja saya cari yang desainnya tidak terlalu kompleks tapi imut seperti di atas…


#3# Topi Ulang Tahun, Bunting Flag, Piring Kertas dan Plastik Snack

Nah, topi dinosaurus lucu yang bisa di-customisasi ini pre-order di merchant Tokopedia, Oh Little Man seperti ulang tahun Mahesh sebelumnya.


Sementara bendera bunting, piring kertas dan plastik snack-nya juga masih beli di merchant Tokopedia, Party Stock Indonesia.




Oh ya, kenapa ada plastik snack lagi ini padahal goodie bag udah ada itu untuk bapak-bapak dan ibu-ibu staf di sekolah Mahesh yang juga sering bantuin Mahesh. Isinya sama kok sama goodie bag-nya…


#4# Balon!

Believe it or not, balonnya itu beli dari luar negeri lho… cuma ya lewat market place sih… Jadi ga pake ongkir dan ga ribet. Cuma yang perlu diperhitungkan itu waktu pengiriman yang memang agak lama, jadi ga bisa dadakan…

Untuk acara ulang tahun Mahesh sendiri kemarin sekitar dua mingguan lah kami sudah pesan, dan itu pun ya sudah rada deg-degan sih bakalan sampai tepat waktu atau enggak, haha…



Jadi balon plus tangkainya yang warna putih dan hijau totol, angka '5', balon dinosaurus dan bintang-bintang untuk dekorasi itu beli di salah satu merchant Shopee, Enjoyparty.id.

Niat banget sampai tongkatnya beli di luar juga demi gratis ongkir teman-teman… Karena kan lebih dari nominal tertentu ada subsidi ongkir, hehe…


#5# Undangan

Dan yang terakhir… undangan… Belinya masih di Tokopedia pada merchant Geeta Design…

Kenapa pesan disana, ya pertama karena desainnya bagus, sesuai dengan preferensi saya dan harganya pun terjangkau.


Tentang undangan ini, ada sedikit cerita lucu sebenarnya…

Jadi, awalnya kan undangan sudah dibuat tanggal 18 Januari sesuai hari ulang tahun Mahesh, terus baru tersadar kalau tanggal 18 itu hari Sabtu dan sekolah libur pas dihubungi guru Mahesh. Karena undangan sudah tercetak, ya udah saya minta dibuatin versi lain karena untungnya belum dikirim itu undangan.

Dasar ceroboh!

***

Dari persiapan aja kayaknya lumayan ribet ya… Apalagi ini adalah kali pertama ulang-tahun anak tanpa ada suami di rumah, karena dengan LDM alias Long Distance Marriage. Meskipun untungnya pas suami pulang sempat bantu nyiapin goodie bag, beli beberapa snack yang kurang, sampai mompain balon. Selebihnya; urusan ambil kue, ambil foto dokumentasi persiapan sampai acara dan pas acara, alhamdulillah bisa diselesaikan sendiri.


Oh ya, untuk dekorasi sendiri sudah saya serahkan pada miss Mahesh Jumat sebelum libur sekolah untuk mulai di pasang Senin pagi karena takut kempes. Jujur, saya ngebayanginnya ngerepotin banget ya, cuma kata missnya, "Amann…" Huhu, makasih ya miss…

Tepat waktu, jam 9.30 kami sudah sampai di sekolah Mahesh… langsung siap-siap dan alhamdulillah masih ada waktu untuk istirahat sebentar. Meskipun, sebelumnya sudah ada tragedi cari korek api dulu, haha…




Acara sendiri berjalan sederhana dan ceria dengan Miss Dede sebagai MC… Ada sesi nyanyi bareng, ngasih kado, potong kue, makan bareng, sampai terakhir nyanyi bersama. Seruu!! Dan namanya juga acaranya anak-anak, banyak lucunya… Aahh, bener-bener bikin ketawa happy banget, ilang deh semua capek dan ngantuknya…



Mahesh sendiri, jangan ditanya… kayaknya campuran antara seneng dan bangga punya kue ulang-tahun, disuruh duduk di depan, dapet kado, dan jadi tokoh utama meski cuma beberapa menit.


Nah, setelah seluruh rangkaian acara selesai, anak-anak pulang sekolah deh… Dan pas pulang ini lah dibagiin balon untuk dibawa pulang. Yang katanya Mahesh, "Adek ga mau balon yang ijo, soalnya gampang meletus!" Wakakak, baiklah, siapp Adek!


Habis itu, sampai rumah… lagi deh hebohnya buka kado… Bukan Mahesh aja, tapi Ganesh juga… Dan, somehow agak terenyuh juga sih pas Ganesh nanya, "Mama, nanti Anesh kalo ulang-tahun dirayain juga ga? Dapet kado juga ga?" Dan saya jawab, "Insyaallah nanti dirayain di rumah ya sama Papa Mama, kan Anesh sudah gede… emang ada temen Anesh yang masih ngerayain ulang-tahun di sekolahan?"

Yes… Ganesh sudah kelas 3 SD sekarang dan sejak masuk SD budaya merayakan ulang-tahun di sekolah emang udah ga ada… Di sini tampaknya sih dia pengen juga dapet banyak kado kaya adeknya, meskipun setiap ulang-tahun pun saya dan suami selalu beri dia kado.

"OK Anesh, it's time to grow up ya…"


OK, demikianlah cerita ulang-tahun Mahesh yang kelima sekitar dua bulan yang lalu… Maaf baru ditulis ya Mahesh, you know lah rempongnya mama tiap hari sekarang ya…

And last note… doa Mama untukmu selalu ya Mahesh, semoga tumbuh menjadi manusia yang soleh, sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, pengasih, sayang Papa dan Mama, serta bahagia… amiin…

Dan semoga pandemi korona ini juga segera berlalu ya Nak, supaya kita bisa main lagi nanti… amiin…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Monday, September 30, 2019

Inspirasi Rumah Minimalis: Memanfaatkan Sudut di Samping Tangga Sebagai 'Ruang Kerja'

Hayo teman-teman siapa yang rumahnya tergolong minimalis? Udah minimalis, tapi maunya banyak lagi… Hehe, kalau ini sih saya banget… 😂

Yah, sebagaimana generasi milenial pada umumnya yang hidup pada era dimana bumi mulai padat, kita memang harus menghadapi kenyataan bahwa harga tanah dan properti semakin tinggi. Karena ya luas tanah tidak mungkin bertambah, sementara manusia yang membutuhkannya semakin banyak.

Jadi, wajar jika kemudian ukuran rumah menjadi semakin kecil dan lebih berkembang ke atas alias bertingkat untuk mensiasatinya.

Dan itulah yang terjadi pada kami, dalam rumah yang memiliki luas bangunan sekitar 106 m2 dan terbagi terbagi menjadi dua lantai, serta meliputi lima kamar tidur, tiga kamar mandi, dapur, ruang tamu dan ruang keluarga. Memang tantangan kami dalam menata dan memilih interior untuk ruangan di rumah yang minimalis ini… Apalagi, ya itu tadi… kalau maunya banyak seperti saya… ✌

Sudah tahu rumahnya imut-imut… eh kok masih kepengen punya ruang kerja dan juga tempat yang proper untuk meletakkan buku-buku koleksi saya dan suami. Yang karena sudah kami kumpulkan sejak belum menikah, jumlahnya jadi lumayan banyak.

Keinginan ini menurut suami saya sih terlalu muluk-muluk dan kurang rasional sih, karena semua ruangan di rumah sudah memiliki fungsinya masing-masing. Yang ruang tamu lah, yang ruang laundry lah, semuanya lebih penting daripada sekedar ruang kerja yang sejatinya bisa dilakukan dimana saja.

Baiklah, memang benar sih, tapi bukan lantas saya yang mengaku seorang blogger ini menyerah untuk memiliki tempat spesial untuk menulis dan mencari inspirasi kan… Sebuah tempat yang selain fungsional juga nyaman dan juga indah secara visual supaya ide mengalir deras seperti air terjun… 😂


Dan alhamdulillah, harapan saya ini terkabul… Saat pertama kali melihat rumah kami rampung dikerjakan, mata saya tertuju pada satu sudut mati di samping tangga lantai dua. Sebuah sudut yang memang tidak terlalu luas, tapi menurut saya tidak terlalu sempit untuk kemudian tidak dimanfaatkan. 

Tempat yang jelas tidak akan terpakai kecuali untuk meletakkan ornament-ornament penghias rumah… Jadi, daripada sekedar berfungsi secara estetika, langsung terbayang di kepala saya, sudut itu dimanfaatkan untuk mewujudkan mimpi saya memiliki tempat kerja.

It's OK kita switch plan dari ruang kerja ke (sebut saja) sudut kerja kan… Namanya juga rumah minimalis, harus fleksibel dong…


Nah, kemudian setelah sekian lama utak-atik, jadinya seperti ini teman-teman… Bagaimana? Not so bad banget kan?



Konsep Graphical Pop

Penataan sudut kerja impian saya ini dimulai dengan menempatkan sebuah rak buku sederhana dengan dominasi warna putih dan hitam, serta sebuah meja belajar kecil yang saya lihat suka dipakai di sekolah-sekolah di Jepang berwarna abu-abu yang saya beli di Informa.

Saat itu, sesungguhnya belum ada gambaran jelas akan bagaimana penataan selanjutnya… Dan saya pun berbekal feeling dan kebutuhan kemudian menempatkan printilan-printilan lainnya; seperti wall planner, corkboard, kalender, dan lainnya. Yang ternyata didominasi dengan warna pastel dan garis-garis tegas…

Terus lho… lho… lho… kok jadinya keren begini ya… Garis-garis tegas dan warna-warna pastel ini ternyata pas banget dipadukan dengan konsep ruangan minimalis yang memang memiliki luasan terbatas. Warna pastel yang lembut menimbulkan kesan ruangan yang lega, sedangkan garis-garis geometri paduannya menciptakan spot-spot tegas yang unik dan menarik perhatian.

Dan akhir-akhir ini saya baru tahu kalau konsep ini dikenal sebagai gaya 'Graphical Pop' dalam dunia desain interior… yaitu konsep penataan rumah yang didominasi didominasi oleh garis-garis tegas dan geometris, nuansa hitam dan putih (monokrom), warna-warna pastel, serta diperkuat oleh furniture yang menampilkan rangkanya atau bermotif kayu.

Pas banget dengan meja kerja saya yang warnanya biru pastel, rangkanya nampak berbahan besi dan mejanya bermotif kayu… Rak buku berwarna dominan putih yang dipadukan dengan warna hitam… Serta corkboard berwarna kayu, wall planner berwarna pink pastel dengan garis-garis tegas, dan ornamen lainnya.

Berburu Furniture dan Aksesoris dengan Gaya Graphical Pop

Nah, dari sana saya jadi makin semangat merampungkan proyek sudut kerja favorit saya ini menjadi lebih nyaman secara fungsi dan visual dengan konsep Graphical Pop ini. So, saya pun memulai misi ini dengan browsing produk-produk Informa yang bisa dibeli online di ruparupa.com.

Kenapa pilihan saya jatuh pada Informa… Ya karena store ini mudah ditemui dimana saja, termasuk di Lampung yang notabene bukan kota besar ini. Saya hitung di website-nya sih kalau tidak salah ada 87 store yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan lagi, kita bisa lho melakukan pembelian secara online dengan pilihan pengiriman melalui jasa logistik atau diambil di store yang available. Jadi, efisien banget kan… kita tinggal pilih produk yang kita inginkan, transaksi dan ambil di store pilihan kita.


Udah gitu, Informa ini lengkap banget! Mulai dari furniture besar seperti tempat tidur dan bahkan furniture set, sampai printilan kecil macam sendok dan garpu pun ada. Dari produk untuk ruang tidur, kamar mandi, dapur, kantor dan bahkan aksesori rumah tangga, semuanya ada di sini! Jadi, pada saat kita ingin mendesain suatu ruangan dengan look dan kebutuhan tertentu, ya jalan-jalan ke Informa… itu sudah solusi banget. Dijamin ide-ide dalam kepala kita akan ketemu solusinya…

Terus, ada Informa Rewards lagi… Yang benefit bagi member diantaranya adalah fasilitas gratis pengiriman, poin yang bisa digunakan untuk belanja, dan juga berbagai promo khusus untuk member.

Jadi, ya sudah lah… akhirnya saya mulai window shopping dulu melalui website Informa, karena belum punya waktu ke store-nya. Kemudian setelah printilan yang saya inginkan terkumpul, saya ajak suami ke store dan belanja langsung. Alasannya ya karena member Informa kami atas nama suami dan kalo belanjanya ngajak dia, otomatis bakal dibayarin kan… 😁

Suami juga seneng-seneng aja nemenin saya karena belanjanya ga makan waktu lama… Saya cukup tunjukin ke pramuniaga produk yang saya cari, langsung deh dia tunjukin tempatnya, dibantu pembayaran dan bawa pulang barangnya. Ga ada cerita suami bete nemenin istri belanja muter-muter, haha…😂

Dan Finally Hasilnya

Yup… dan finally, setelah menambahkan beberapa aksesoris untuk sudut kerja saya, hasilnya adalah seperti ini…



Make over yang paling mencolok itu ada di bagian sisi kanan dari rak buku yang semula kosong, dan karena inspirasi gaya 'Graphical Pop' kemudian saya tambahkan sebuah hiasan dinding besi hitam berbentuk kotak-kotak yang dipadukan dengan tanaman hias artifisial berwarna lembut dan juga foto-foto pribadi.


Oh ya, saya juga menambahkan sebuah hiasan dinding dengan motif kayu yang dipadukan dengan warna hijau pastel bertuliskan 'Do What You Love'… yang buat orang tipe-tipe melankolis macam saya ini mengena banget. Langsung deh foto yang dipajang adalah foto keluarga, anak-anak, dan juga pencapaian yang bagi saya cukup membanggakan yaitu menjadi pemenang XL Awards 2013 dan buku perdana berjudul Pedas Besai. Jadi deh semacam wall of fame yang membuat saya semangat setiap kali melihatnya.

***

Bagaimana… jadi makin cantik dan bikin semangat kan setelah di-make-over seperti itu… Kalau saya sih iya banget… Serius deh, rasanya makin semangat untuk duduk anteng disana dan menghasilkan tulisan atau membuat rencana-rencana untuk proyek-proyek pribadi saya.

Saya juga amaze ternyata sudut nanggung di samping tangga ini bisa disulap menjadi tempat yang semenyenangkan… Bukan buat saya saja, tapi bahkan suami saya pun hobi nongkrong di sini kalau lagi ada kerjaan yang harus diselesaikan.


Yes, sudut ini sekarang menjadi salah satu tempat favorit saya dan suami untuk berpikir dan menuangkan ide dalam bentuk rencana maupun tulisan. Karena, memang tidak dapat dipungkiri sih, tempat yang nyaman secara fungsi dan visual itu akan mendukung mood dan fokus kita dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan kreatif.

Dan terakhir yang ingin saya sampaikan, bahwa kadang kita perlu berpikir out of the box dan juga melakukan riset untuk bisa mengoptimalkan kapasitas rumah minimalis kita supaya tidak hanya tampak cantik, tapi juga fungsional.


Demikian cerita saya ya… semoga bisa menjadi inspirasi rumah minimalis teman-teman semua…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Tuesday, August 7, 2018

Memuaskan Sisi Visual-Kinesthetic dengan Faber Castell Colour to Life

Siang itu, sembari mendengarkan orang-orang bergantian berbicara dan mengungkapkan pendapatnya… tanpa bermaksud mengabaikan atau tidak memperhatikan, saya justru asyik dengan kertas dan bolpen. Jangan salah sangka dulu… tidak, saya tidak sedang mencatat… tapi sedang menggoreskan bolpen hitam saya ke kertas putih polos yang memang menjadi favorit membentuk gambar matahari, rintik hutan, pepohonan, dan apa saja yang ada dalam pikiran saya. Ide yang keluar begitu saja dari kepala saya dan terwujud tanpa banyak pertimbangan begitu saja…


Sesuatu yang sengaja saya lakukan untuk menjaga kesadaran dalam rapat itu… Karena jika tidak, semacam penglaman sebelumnya, dipastikan saya akan tertidur dalam situasi yang menuntut hanya mendengarkan dan berusaha mencerna stimulus-stimulus auditori itu dalam kepala saya…


Tapi, jangan salah sangka lagi… semua itu bukan semata karena rapat yang membosankan, tapi memang demikianlah kecenderungan saya sejak kecil. Semua saya sadari sejak duduk di bangku SMA, dimana saya harus memutar otak agar tidak tertidur di kelas selama guru menjelaskan pelajaran… mulai dari duduk di meja paling depan, berusaha berkonsentrasi penuh, tidak tidur larut malam, dan sebagainya. Semua usaha yang seolah tidak menunjukkan hasil berarti, karena saya tetap kesulitan mempertahankan mata saya tetap terbuka, tanpa kehilangan kesadaran beberapa detik saja. Sampai-sampai, Bu Guru mengeluhkan hal ini kepada ibu saya saat mengambil raport. "Bu, sebenarnya anaknya ini lumayan cerdas, tapi suka tidur di kelas…" Duh, tidur di kelas katanya… "Ampun Bu Guru, andai ibu tahu usaha keras saya untuk tetap terjaga… semua itu benar-benar di luar kuasa saya…"

Permasalahan klasik yang sama sampai saya menginjak bangku kuliah… Sampai akhirnya menyadari bahwa saya memang lemah dalam situasi seperti itu (baca: diam dan mendengarkan penjelasan). Somehow, dengan menggunakan pengkategorian modalitas belajar yang cukup populer beberapa waktu lalu, saya merasakan kecenderungan ke arah modalitas belajar kinesthetic dan visual yang kuat. Saya perlu bergerak (baca: menulis dan mencorat-coret) untuk membantu mempelajari sesuatu; dan saya merasa sangat terbantu dengan gambar, bagan, struktur yang harmonis serta enak dilihat.

Dan sejak saat itulah saya tahu pasti apa yang harus dilakukan saat mendengarkan penjelasan dosen di kelas atau terlibat rapat… Bukan secangkir kopi, beberapa potong kue, atau bahkan mencubit diri sendiri; tapi membiarkan tangan saya bermain dengan bolpen, pensil atau alat tulis lainnya… sekedar untuk mencorat-coret, membuat catatan atau menggambar.

Corat-Coret Saat Rapat Wali Murid di Sekolah Ganesh


Terus dan terus… sampai akhirnya kemudian saya menyadari betapa semua itu begitu menyenangkan bagi saya… Dan kegiatan mencorat-coret itu pun terkadang bukan lagi sekedar dalam rangka mempermudah proses belajar, tapi menjadi sesuatu yang sengaja dilakukan karena saya menyukainya…

Hasil Karya pada Rapat P2K3 di Kantor
***

Selama ini, saya memang hanya menggunakan media kertas dan bolpen untuk menyalurkan hobi ini karena praktis dan santai; sampai kemudian beberapa waktu lalu berkenalan dengan Faber Castell Colour to Life…

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mencoba produk yang ternyata sangat menyenangkan ini!

Faber Castell Colour to Life ini terdiri dari 20 buah connector pens dan 15 halaman augmented reality colouring book. Hmm, kedengeran canggih banget ya dari namanya? Dan memang demikianlah kenyataannya. Penasaran? Mari saya jelaskan satu persatu…

Connector pens adalah bolpen (atau lebih mirip spidol menurut saya) yang terdiri berbagai warna dan memiliki bentuk yang dapat digabungkan satu sama lain membentuk konstruksi tertentu. Selain itu, pewarna ini ternyata sangat aman untuk anak-anak, karena tidak beracun, tidak meninggalkan noda pada pakaian dan dapat dicuci!


Sedangkan 15 page Augmented Reality Colouring Book adalah lembar mewarnai yang dapat discan dan dimainkan dalam bentuk animasi 3D melalui aplikasi Colour to Life yang dapat di-download pada Play Store (Android) atau Application Store (iOS). 

Untuk menemukan aplikasi colour to life ini bisa dengan search dengan kata kuncinya di Play Store maupun App Store, atau dengan scan barcode yang ada di kemasan Faber-Castell Colour to Life.


Jadi, gambar kita jadi 'hidup' dalam bentuk 3D seperti ini…


Kerennya lagi… animasi 3D ini bisa dimainkan dan juga diajak foto selfie… Sehingga benar-benar bisa menjadi alternatif kegiatan seru selain bermain gadget bagi kita maupun anak-anak. Dan bahkan bagi saya, ada keasikan sendiri tidak hanya pada saat mewarnai buku mewarnainya, tapi juga begitu excited saat gambar saya berubah menjadi animasi 3D.



Untuk saya pribadi, kegiatan mewarnai Faber-Castell Colour to Life ini benar-benar memuaskan sisi visual dan kinesthetic saya… Karena alat mewarnai ini sangat cocok digunakan untuk teknik berupa garis-garis dengan berbagai tekstur (teknik favorit saya). Juga karena hasil mewarnainya pun sungguh-sungguh indah dan eye catchy secara visual; sehingga bisa menjadi alternatif me time untuk memberikan perasaan relax, puas dan bahagia dalam diri saya. 

Apalagi 'connector pens'-nya pun sangat aplicable untuk hasil corat-coret saya selama ini… Gambar-gambar saya yang selama ini monoton berwarna hitam-putih saja benar-benar tampak berbeda setelah saya warnai dengan warna-warna cerah dari 'connector pens' Faber-Castell!

Sangat recommended lah untuk teman-teman yang hobi corat-coret untuk menghasilkan suatu (sebut saja) karya yang indah dan enak dilihat.  


Plis jangan bilang saya hanya memuji diri sendiri… ini memang benar-benar lebih indah dari versi hitam-putihnya kan…

Produk Faber-Castell Colour to Life ini sendiri bisa didapatkan secara online di Tokopedia, Gramedia dan toko buku terdekat lainnya.

Selamat mencoba 😉

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Sunday, April 29, 2018

Tampil Cantik dengan Produk Handmade di Qlapa.com

'Modis'… dulu, mana kata itu dalam kamus hidup saya. Di tahun 90-an, saya adalah remaja sangat tidak peduli pada penampilan! Boro-boro matching-in warna, saya malahan merasa bangga jika berani jalan-jalan ke mall dengan setelan kolor dan t-shirt yang cukup pantas disebut baju tidur… Tindakan yang tampaknya sangat percaya diri, namun sesungguhnya adalah manifestasi dari ketidaknyamanan saya menjadi pusat perhatian.



Itu dulu…

Semakin dewasa, mau tidak mau kemudian saya harus berubah. Awalnya karena selalu gagal di sesi wawancara kerja, saya pun mengikuti nasehat Bude untuk lebih memperhatikan perihal penampilan; karena mau tidak mau itu adalah hal yang penting untuk posisi kerja tertentu, seperti posisi HR Admin incaran saya…

Sejak itu, kok lama-kelamaan saya merasa 'tampil cantik' itu enak juga dan menjadi pusat perhatian juga sama sekali tidak menyakitkan. Jadi kenapa tidak? Apalagi setelah menikah… suami getol banget beliin berbagai baju, sepatu, dan pernak-pernik lainnya demi membuat istrinya makin cantik… Makin sempurna lah transformasi saya…

Sampai-sampai, sekarang suami suka 'takjub' dengan penampilan saya yang menurutnya 'aneh-aneh'… Yang, yaa… sepertinya itu kata lain dari preferensi saya yang cukup spesifik pada produk handmade.  'Unik' identik dengan 'aneh', masuk akal kan…


Pengolahan manual membuat uniknya tekstur, warna, dan pola serat rotan, kain goni, mendong, dan pandan; warna-warni batu-batuan alam asli; dan juga uniknya motif batik, tenun, dan kain tradisional tampil prima. Dimana hal ini, tidak dapat dilakukan oleh mesin karena masing-masing membutuhkan treatment yang personal. Demikian juga pada bahan-bahan modern seperti benang nilon dan kain kanvas…

Proses handmade membuat berbagai macam detail dari bahan-bahan ini mungkin untuk ditampilkan.

Pun kreatifitas tinggi dan passion pengrajinnya membuat produk handmade tidak hanya berkelas dan bernilai seni tinggi, tapi juga sarat akan cerita hidup para pengrajinnya…

Salah satunya yang sempat viral adalah cerita istri Perdana Menteri Singapura yang memakai tas tangan karya seorang anak penyandang autisme saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (Tempo.co).


Yup, di balik benda-benda handmade, pun tersimpan cerita-cerita personal dan inspiratif para pengrajinnya yang beraneka… Satu hal yang membuat produk handmade semakin bernilai bagi banyak orang.

Itu kenapa, saya hampir tidak pernah lepas dari sentuhan mereka di setiap kesempatan… Bukan hanya saat kondangan, tapi juga saat ke kantor, dan acara harian lainnya; saya suka sekali memakai pakaian batik atau tenun, perhiasan berbahan batu atau kayu, juga tas dari kain goni maupun daun pandan.

Mereka membuat saya merasa cantik…




Dan tentu saja bukan sekedar penilaian subjektif saja ya, karena teman-teman pun seringkali memuji penampilan saya, dilanjutkan komentar bahwa entah itu tas, kalung, atau pakaian handmade yang saya kenakan juga cantik, belinya dimana, dan sebagainya… Yang tidak bisa dipungkiri sih, kadang membuat saya ragu, "Jadi yang cantik saya atau pernak-pernik handmade-nya ya?" Haha…

Nah, kalau menurut teman-teman sendiri bagaimana? Bisa dibilang lumayan cantik lah ya… Dan berikut sedikit tips tampil cantik dengan produk handmade menurut versi saya:
  • Be yourself. Pilih gaya dan tampilan yang nyaman dan menarik menurut kita, jangan terlalu terpaku pada mode atau apapun.
  • Tentukan tema. Untuk menghasilkan penampilan yang berkarakter, kita perlu mengikuti satu tema tertentu; misalnya sporty kah, colourful kah, atau tema warna… earthy kah, candy colour kah, dan sebagainya.
  • Simpel dan jangan berlebihan. Karena fitur utama yang harus ditampilkan tetap adalah diri kita. Menurut saya, tampilan yang terlalu ramai justru akan mengaburkan karakter kita.
  • Pilih produk handmade yang berkualitas. Kualitas sama dengan jaminan elegannya suatu produk. Tidak harus mahal; yang terpenting adalah pemilihan bahan yang baik, pengerjaan yang 'rapi', dan desain yang indah.
Produk handmade sendiri, karena skala produksinya yang relatif kecil, pemasarannya pun tidak terlalu luas. Dulu, mendatangi langsung pengrajin atau toko-toko seni di daerah (nyaris) adalah satu-satunya cara mendapatkan mereka dalam versi terbaiknya (baca: berkualitas).


Sampai akhirnya, pengrajin mulai memanfaatkan website dan media sosial untuk memasarkan produknya. Yang tentunya adalah solusi bagi pengrajin untuk memasarkan produknya, dan juga konsumen, namun juga sebuah tantangan bagi kedua belah pihak…

Bagi konsumen adalah tantangan untuk menemukan produk yang berkualitas; sementara bagi pengrajin adalah tantangan untuk meyakinkan calon pembeli akan kualitas pelayanan dan juga produknya.

Dan, salah satu solusi dari tantangan ini diberikan oleh Qlapa.com!

Tampilan website Qlapa

Situs yang mulai beroperasi sejak 1 November 2015 ini merupakan penghubung antara pengrajin dan konsumen.

Disini, saya bisa menemukan (nyaris) apapun benda handmade yang dibutuhkan; mulai dari produk-produk fashion (tas, aksesoris dan pakaian), furniture, hingga produk kuliner. Qlapa.com bagaikan etalase online dari para pengrajin benda-benda handmade di mana pun mereka berada. Dan lebih dari itu, Qlapa.com memiliki berbagai kelebihan yang membuat saya terus menjadi pelanggan sejak tahun 2016:
  • Produk berkualitas dan terkurasi. Tim Qlapa akan menyeleksi satu persatu produk handmade dan hanya yang memenuhi standard kualitas serta memiliki target pasar yang sesuai yang akan ditampilkan di situs ini.
  • Aman. Qlapa.com berfungsi sebagai perantara transaksi antara pengrajin dan pembeli, dimana Qlapa.com baru akan meneruskan dana kepada pengrajin setelah barang diterima.
  • Memberdayakan pengrajin di seluruh Indonesia. Jika dulu para pengrajin produk handmade hanya bisa menjual produknya melalui toko-toko di daerahnya atau berusaha mencari pasar sendiri secara online dengan segala kesulitannya. Melalui Qlapa.com, mereka bagaikan dibawa ke sebuah pasar yang selalu ramai dikunjungi oleh pecinta handmade dari seluruh penjuru nusantara (bahkan dunia). 
  • Memesan dengan customize. Untuk barang-barang tertentu, kita bisa meminta detail tertentu… Sangat cocok untuk cinderamata…
  • Ada aplikasinya mobile-nya! Wow, ini nih yang meningkatkan kenyamanan berbelanja di Qlapa.com sejak beberapa waktu lalu… Dengan adanya aplikasi berbasis Android, berbelanja barang handmade menjadi benar-benar mudah dan menyenangkan. Kapan saja tertarik, tinggal searching di aplikasi, masukkan ke dalam keranjang, dan checkout… 
Qlapa.com bagaikan angin sejuk pegunungan bagi pecinta produk handmade seperti saya. Kapan saja, dimana saja setiap, kali membutuhkan… tinggal search… kain tenun, rok lilit, gelang, apapun itu… masukkan keranjang, checkout, dan barang akan dikirim ke alamat tujuan. Tanpa rasa khawatir!

Makanya wishlist Qlapa.com tidak pernah kosong, haha… Ada saja barang impian yang tertinggal di sana dan menunggu direalisasikan saat kantong memadai.

Terima-kasih ya Qlapa.com, sudah perburuan benda handmade menjadi begitu mudah… dan juga membuat saya terlihat cantik tentu saja. Sebagai konsumen, saya sangat puas dengan produk-produk Qlapa.com…

Teman-teman, sudah pernah belanja di Qlapa.com belum? Hati-hati ya, sekali coba pasti bakalan jadi langganan kaya saya deh…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Sunday, August 13, 2017

Happy Kiddo's Room with INFORMA!

Rumah adalah tempat kita kembali dari segala aktivitas setiap harinya. Tempat melepas lelah, baik fisik maupun mental dan merasa relax. Juga tempat kita mengembalikan energi untuk kembali beraktivitas menyelesaikan berbagai tugas, serta merealisasikan mimpi-mimpi. Itulah definisi 'rumah' menurut saya… Dan kondisi itulah yang ingin saya capai berkaitan dengan 'rumah', salah satunya melalui penataan yang baik.

Nah, yang akan saya ceritakan di sini adalah mengenai penataan kamar anak-anak (Ganesh dan Mahesh)…

Selama ini, anak-anak belum memiliki kamar sendiri. Tidurnya masih random, kadang barengan saya atau suami. Nah, setelah pindah ke rumah baru beberapa waktu yang lalu, kami pun menyiapkan sebuah kamar untuk mereka. Satu kamar untuk berdua; supaya anak-anak lebih banyak berinteraksi, tidak merasa eksklusif dan untuk mempercepat transisi Adek tidur sendiri tanpa mamanya.

Karena kamar yang tidak terlalu luas ini akan dipakai berdua, bunkbed (tempat tidur bertingkat) menjadi pilihan kami. Dan kami pun ingin bunkbed ini memiliki fungsi lain untuk memaksimalkan kamar anak yang minimalis ini.


Singkat cerita, pada April 2017 saya pernah mengajak Ganesh ke INFORMA untuk mencari referensi furniture. Waktu itu, dia terpaku pada sebuah bunkbed berwarna kuning cerah yang memang terlihat unik. Bukan sekedar tempat tidur bertingkat, bunkbed ini digabungkan juga dengan meja belajar, rak buku, lemari pakaian dan juga tangga yang dimanfaatkan sebagai laci.

"Mama, Anesh mau yang ini aja… Nanti Anesh tidur di atas ya!" katanya bersemangat waktu itu. Tapi, waktu itu belum bisa langsung direalisasikan, karena masih banyak hal yang harus ditimbang… Cek luas kamar, posisi jendela dan pintu, serta tentu saja masalah pendanaan.



Sampai akhirnya, menjelang Lebaran, kami berkunjung lagi ke INFORMA saat bunkbed impian Ganesh sedang diskon! Dan ternyata Mahesh juga begitu excited dengan tempat tidur pilihan kakaknya ini. Mereka berdua sampai lari-larian heboh memutari si bunkbed, sementara kami hanya bisa geleng-geleng karena 'omelan-omelan' kami sama sekali tidak digubris.

So, tidak ada alasan untuk menunda lagi, kami pun mantap membeli si bunkbed apalagi waktu itu juga sedang ada promo cashback untuk member. 

Dan beberapa hari kemudian INFORMA pun mengirimkan barang pesanan kami dan merakitkannya sehari berikutnya. Semua dikerjakan dengan profesional dan tanpa biaya tambahan… Sesuai standard kualitas yang tinggi, sehingga semua furniture terpasang rapi tanpa cacat. Itu mengapa, saya merasa furniture INFORMA tidaklah mahal, sepadan dengan kualitas produk dan pelayanan yang diberikan.

Dan akhirnya, inilah penampakan kamar anak-anak setelah bunkbed dan pernak-perniknya ditata…
    • Bunkbed super inovatif INFORMA yang menggabungkan fungsi tempat tidur, tangga, meja belajar, laci penyimpanan dan lemari pakaian yang sementara belum difungsikan karena digunakan sebagai ruang rahasia 😂. 




    • Set meja kursi berbahan besi INFORMA yang kokoh dan berwarna cerah untuk tempat belajar dan aktivitas lainnya
    • Whiteboard untuk beajar dan papan pengumuman untuk menempelkan informasi penting.
    • Jam dinding besar agar anak-anak belajar membaca waktu.
    • Wall sticker agar dinding terkesan lebih ceria.

    So, bagaimana menurut teman-teman? Keren kan? Seperti halnya anak-anak, saya pun excited dengan kamar ini. Kesannya anak-anak banget, ceria, dan fungsional. Anak-anak pun betah dan misi membuat mereka berani tidur sendiri terwujud! 

    Saya dan suami akhirnya bisa punya kamar sendiri lagi deh! 😉

    With Love,
    Nian Astiningrum
    -end-