Monday, March 23, 2015

Mahesha's 1st Month: Beradaptasi

Perkembangan anak itu selalu seru dan ditunggu-tunggu. Iya, melihat anak bayi yang dulu ada di rahim kita selama 9 bulan kemudian setelah dilahirkan perlahan-lahan bisa tersenyum, memasukkan tangan ke mulut, tengkurap, dst. itu sangat menyenangkan bukan? Atau lebih tepatnya menyenangkan dan tidak akan terulang, sehingga mendokumentasikan pertumbuhan dan perkembangan anak tentu akan menjadi hal yang berharga bagi kita. Ah, sesuatu yang belum terpikirkan oleh saya saat memiliki anak pertama dulu. Tapi sekarang, belajar dari pengalaman, saya bertekad akan berusaha mendokumentasikan pertumbuhan dan perkembangan Mahesh bulan demi bulan sampai usia 1 tahun. Supaya menjadi kenangan di masa depan dan siapa tahu bisa memberikan informasi bagi para ibu dan orang-tua yang lain (pede :D).

Dan berikut adalah cerita Mahesha pada bulan pertama. (Ceritanya dirapel karena bulan pertama belum bisa bagi waktu untuk menulis sepenuhnya).

***


Cerita Mahesh di dunia dimulai pada Hari Minggu tanggal 18 Januari 2015 pulul 12:03 WIB. Begitu dilahirkan di dunia, seperti bayi pada umumnya beberapa hari kehidupannya Mahesh menjadi bayi yang tenang, mudah diasuh dan ditidurkan. Hal ini terjadi sampai sekitar seminggu, hmm, baguslah karena seminggu pertama emaknya masih dalam pemulihan fisik dan psikis.

Beradaptasi dan Masalah Tidur Siang. Nah, watak asli Mahesh si bayi baru nampak di minggu ke dua (wellcome to the real challenge!). Pelan-pelan dia mulai sulit ditidurkan pada siang hari (pada malam hari masih tetap bayi imut yang manis). Kalau di minggu pertama, menidurkannya semudah memberikan nenen, di minggu kedua, perlahan-lahan dia mulai berubah. Mulai dari harus nenen sambil tidur, lalu nenen sambil tidur dan harus dikeloni (kalau tidak Mahesh akan ikut bangun) sampai akhirnya tidurnya harus digendong dan jika ditaruh di tempat tidur akan terbangun! Bukan bermaksud mengeluh, tapi waktu itu siang hari menjadi terasa sangat panjang. Setiap hari seolah dimulai dari pukul 7:00 pagi saat dia bangun dan diakhiri 17:00 saat dia mandi sore dan kemudian tidur. 10 jam setiap hari, dan saya terus menghitung waktu sambil menenangkan Mahesh yang ingin tidur; menggendongnya saat tidur sambil saya makan, membalas pesan di handphone, dsb.; memberikan ASI, mengganti popok (saya memakai popok kain di siang hari), dsb. Berjalan-jalan sambil menggendong Mahesh di depan rumah, di belakang rumah, dan di depan AC (jika kepanasan), itu saja, karena memang Mahesh belum bisa diajak bermain. Fiuhh *_*

Waktu itu, saya berpikir, Mahesh sedang beradaptasi dengan dunia luar. Jika dulu di dalam kandungan semuanya serba remang-remang dan tenang, maka setelah seminggu dilahirkan dan indera-inderanya mulai aktif, dia pun menghadapi begitu banyak rangsang; mulai dari suara, cahaya dan juga aroma (mungkin dia terganggu juga dengan bau masakan yang tajam). Hal ini ditambah dengan kebiasaannya ngulet (menggeliat) saat tersadar sedang ditidurkan di tempat tidur, membuat semuanya lebih rumit. Bayangkan, menggendongnya hingga tertidur, kemudian menunggu beberapa saat dengan harapan jika pun terbangun kembali tidak dalam keadaan rewel dan kemudian setelah ditidurkan, Mahesh pun ngulet-ngulet dilanjutkan dengan kentut, eek atau pipis dan kemudian kembali terjaga. Lalu kemudian diulang kembali dari awal; memberikan ASI, menggendong hingga tertidur dst. Fiuhh *_*

Karena Mahesh sedang beradaptasi maka saya merasa harus sabar mengajarinya, dan pelajaran pertama adalah tentang tidur siang yang nyenyak. Jadi, baiklah, mari kita berusaha Mahesh! Gendong, jalan-jalan, tidur, taruh, ngulet (dan paketnya), bangun, gendong lagi terus dan terus sampai akhirnya waktu mandi sore. Cepat atau lambat pasti Mahesh akan tahu bahwa dia harus bisa tidur nyenyak di tempat tidur, pelan-pelan dia akan tahu caranya dan keadaan akan menjadi lebih mudah; itu yang ada dalam pikiran saya saat itu.

Semakin Gendut, Skrotum Bengkak dan Mata Belekan. Mahesh saat dilahirkan memiliki berat badan 2.7 kg, cukup mungil menurut saya. Dan ternyata saat usianya genap 1 bulan, beratnya sudah 4.9 kg. Wow! Memang beberapa orang bilang kalau Mahesh ini lebih gendut dari Ganesh dulu, tapi saya sendiri tidak terlalu percaya awalnya sampai benar-benar ditimbang dan ternyata memang beratnya sudah hampir 5 kg. OK, sekarang baru percaya :D.

Saat lahir, kulit Mahesh terlihat mengelupas, yang menurut beberapa sumber adalah verniks kaseosa yang melindungi kulit bayi di dalam kandungan yang akan menghilang dalam beberapa hari. Dan benar saja, dalam beberapa hari kulit Mahesh sudah mulus dan bersinar. Yeay!

Hal fisik lain yang menjadi perhatian kami saat itu adalah skrotum (buah zakar) Mahesh yang terlihat bengkak serta matanya yang dipenuhi kotoran setiap kali bangun tidur (sampai-sampai menyulitkannya membuka mata). Tapi, ternyata lagi-lagi hal ini tidak perlu dikhawatirkan; karena skrotum yang membengkak saat lahir adalah akibat dari tingginya hormon estrogen ibu, sedangkan mata yang belekan adalah akibat dari proses kelahiran normal, dan keduanya akan hilang dengan sendirinya. And that's exactly what happen! Beberapa minggu kemudian ukuran skrotum Mahesh menjadi normal dan belekannya pun berkurang.

***

Mahesha usia 23 hari

Itulah cerita Mahesh di bulan pertamanya. Sebulan pertama, rasanya memang masa yang cukup effortfull untuk kami berdua. Bukan hanya Mahesh yang beradaptasi, tapi kami juga sebagai orang-tuanya. Saat itu, dikala Mahesh terkaget-kaget dengan dunia luar yang penuh warna dan suara; kami pun masih berusaha membaca watak dan karakter si kecil Mahesh agar lebih memahaminya.

Kadangkala ada rasa lelah dan bingung saat apa yang kami lakukan seperti tidak sesuai dengan keinginan Mahesh. Tapi, yah, namanya kami masih mencoba saling mengenal, meskipun 9 bulan Mahesh berada dalam kandungan saya. Jadi, tetap berusaha berpikiran positif dan saling dukung, alhamdulillah kami bisa melewatinya :).

With Love,
Nian Astiningrum
-end-



4 comments:

  1. Senangnyaa punya baby ya mak..semoga dedek mahesh sehat dan jadi anak cerdas aamiin..gemesiiin...

    ReplyDelete
  2. Mahesh, km Montok bgt. Kalo Cuma ASI berat segitu mah ga masalah ya, Mak ;)

    Kalo Ai malah demen begadang. Umur sebulan dia mah demen tidur siang, tapi mulai jam1-2 tengah malem bangun dan akhirnya baru tidur Subuh. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, katanya dokternya juga masih normal..
      Kalo gitu, masih enakan Mahesh ya.. siang emang menguras tenaga, tapi malem anteng :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...