SOCIAL MEDIA

search

Tuesday, March 5, 2019

Pengalaman Tes IQ Anak di Klinik KANCIL Jakarta

Pada suatu hari… 

"Selamat pagi, mbak maaf mau tanya, di Kancil ini bisa Tes IQ anak enggak ya?" tanya saya via telpon.

"Bisa, bla-bla-bla-bla… Untuk masuk SD atau pribadi ya Bu?" tanyanya kembali…

"Pribadi," jawab saya singkat, tapi sembari berpikir, "Oh, ternyata anak masuk SD pake tes IQ juga ya…" Soalnya, saya sendiri sebenarnya tidak melihat urgensinya Tes IQ pada anak-anak secara umum, dalam artian tidak memiliki issue tertentu dalam bidang akademis atau sosial.

***
Tes Inteligensi atau sering disebut Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah ukuran dari kemampuan reasoning (penalaran) dan problem solving (penyelesaian masalah). Dimana dari hasilnya, kita akan mengetahui 'sebaik' apa kita pada test tertentu dibandingkan dengan orang lain pada kelompok usia kita.
Lalu, kenapa sih seseorang perlu Tes IQ?

Jawabannya bisa bermacam-macam tergantung keperluannya…

Pada setting rekruitmen pekerjaan dan juga penerimaan siswa, tes ini digunakan untuk memprediksi kemampuan kognitif calon pekerja atau siswa. Karena, tentu perusahaan atau sekolah pun mengharapkan kemampuan penalaran tertentu untuk dapat memahami dan melaksanakan tugas tertentu.

Sedang pada setting treatment psikologis, informasi mengenai IQ merupakan salah satu informasi yang penting untuk menentukan treatment yang sesuai untuk anak dengan kasus spesifik tertentu.

Maksudnya gini… Pada saat seorang anak kurang mampu mengikuti pelajaran di sekolah, maka untuk menentukan penanganan yang tepat untuk anak mungkin diperlukan informasi dari observasi, wawancara, dan Tes IQ sebagai salah satu pengukuran yang lebih objektif. Karena, tidak selamanya anak yang kurang berprestasi di kelas itu disebabkan kemampuan kognitifnya kurang, bahkan bisa terjadi sebaliknya. Teman-teman bisa googling tentang permasalahan anak gifted (memiliki kecerdasan di atas rata-rata) untuk tahu lebih banyak…

Jadi, jika anak bisa beradaptasi dengan kehidupan sehari-harinya dengan baik, prestasi cukup dan bahagia; ya menurut saya tidak ada urgensinya.

Lalu, teman-teman mungkin ada yang tanya nih, kenapa kemarin saya Tes IQ anak… Hmm, nanti kapan-kapan saya cerita deh, soalnya kepanjangan kalo saya ceritain disini kita kembali ke judul post ini, tentang 'Pengalaman Tes IQ Anak di Kancil Jakarta' ya… Siapa tau ada teman-teman yang memerlukan Tes IQ juga untuk masuk SD atau ada suatu issue terkait anaknya…

Profil KANCIL


Jadi KANCIL ini dulu bernama Cikal Bakal Sehat-Sehat. Didirikan tahun 2003, KANCIL memberikan layanan psikologi anak, remaja dan keluarga; dengan tujuan utama optimalisasi tumbuh-kembang anak mulai usia 0 bulan sampai 17 tahun.

Di KANCIL sendiri ada berbagai layanan, seperti: konsultasi psikologi untuk anak, remaja dan keluarga; Play Therapy; Terapi Perilaku Kognitif (CBT); Hypnotherapy; dan sebagainya. Yang semuanya diampu oleh tenaga-tenaga profesional di bidangnya, yang rata-rata saya lihat dari brosurnya sih profesional dalam bidang psikologi tentu saja.

Tes IQ Anak

Jadi, ada beberapa alat tes IQ yang digunakan mengukur kemampuan kognitif anak, dan yang cukup populer sih Coloured Progressive Matrices (CPM) dan Wechsler Intelligence Score for Children (WISC). Kalau CPM biasa digunakan untuk anak usia 5 - 11 tahun, kalau WISC usia 6 - 16 tahun… Itu aja infonya, soalnya saya harus belajar lagi juga untuk jelasin kedua test itu… maklum udah lulusnya udah tahun 2007, udah lupa… Kalo penasaran, teman-teman googling aja ya…😅

Nah, kalo kemarin itu tesnya pake WISC… saya taunya ya pas telpon mau booking. Penting ditanyain sih ini menurut saya, soalnya sekarang alat test makin aneh-aneh, ada yang pake sidik jari segala, yang belum teruji klinis. Jadi, pas denger alat testnya familiar, yakin deh…

Waktu itu saya daftar kurang lebih satu minggu sebelum jadwal untuk memastikan waktunya tepat. Namanya anak-anak ya, kadang siangan dikit dia ngantuk, udah kecapekan main, dan sebagainya… jadinya ga terlalu semangat menyelesaikan tugasnya dan bahkan simply ga mau. Jadi mendingan, cari waktu pagi aja… tapi, mungkin bisa disesuaikan dengan kebiasaan anaknya juga sih…

So, terjadwal lah kami untuk konsultasi (Tes IQ) pada hari Senin pukul 10:00 siang… Hari Sabtu-nya, kami kembali dikonfirmasi untuk mengingatkan sekaligus menginformasikan kalau jadwal bergeser ke jam 11:00. Ya sudah, it's OK, untuk jaga-jaga, anaknya kami usahakan untuk makan banyak-banyak sebelum tes, jadi meskipun melewati jam makan siang, dia ga kelaperan. Untungnya sih anaknya bukan tipe tidur siang, jadi aman lah…

Jam 10:45 kami telah tiba di Klinik KANCIL yang bertempat Rukan Duren Tiga Kav. 20, Jl. Duren Tiga Raya No. 7J, Jakarta Selatan. Sebelum sesi, kami diminta mengisi formulir mengenai data anak yang dibutuhkan. Dan selanjutnya, kami menunggu sampai giliran kami… But as we know kalau menunggu itu adalah musuhnya anak-anak, disini kita tidak perlu khawatir. Di Klinik KANCIL tempat menunggunya cukup child friendly


Kemudian, setelah menunggu kurang lebih 15 menit, giliran kami pun tiba…

Pertama, saya dan suami dipanggil untuk konsultasi terlebih dahulu terkait anak; keseharian anak di rumah, di sekolah, permasalahan (jika ada), pengasuhan, dan sebagainya. Dalam sesi ini, akhirnya saya aja sih terlibat, soalnya anak-anak mau ikutan masuk, jadinya suami terpaksa ngajak mereka main di luar saja.

Teman-teman mungkin bertanya, mau Tes IQ aja kok pakai konsultasi segala ya…

Hmm, sebenarnya sesi konsultasi ini pun lebih ke arah menggali informasi mengenai anak dari orang-tua sih. Manfaatnya bagi psikolog yang akan mendampingi anak mengerjakan tes (administrator tes) akan memahami karakter anak, karena kan namanya anak-anak perlu perlakukan tertentu supaya bisa mengerjakan test secara maksimal yang kurang lebih 2 jam lamanya.

Dan setelah informasi cukup, kemudian giliran anak yang masuk ke ruangan untuk melaksanakan tesnya. Kami orang-tua menunggu di luar saja…

Boleh ditemenin atau ga pada saat anak mengerjakan Test IQ?

Menurut saya sih strongly recommended, TIDAK. Yang dikhawatirkan itu karena adanya orang-tua, justru mengganggu jalannya tes. Misalnya: anak jadi lebih fokus kepada orang-tua daripada kepada administrator dan tesnya; atau orang-tua yang gemas lalu mendorong anak untuk menjawab; dan sebagainya.

Tapi, mungkin lain kasus jika anaknya takut ditinggal sendirian bersama orang asing… Tapii, yah, kenapa tidak mencoba memberi kepercayaan pada anak dan juga psikolognya kan? Percaya deh, yang namanya Psikolog itu rata-rata sudah kuliah 6 tahun untuk berhadapan dengan berbagai macam klien.

Back again

Tik… tok… tik… tok… akhinrya kurang lebih dua jam pun berlalu dan tesnya sudah selesai…

Terus hasilnya gimana?

Hasilnya ga langsung dong… tapi tunggu dua minggu lagi… Yang namanya Tes IQ dengan WISC atau pun CBT itu perlu waktu tersendiri untuk skoring. Setelah itu, baru kemudian hasilnya diinterpretasi, yaitu semacam narasi dari hasil tesnya… Bukan seperti tes pake komputer, yang hasilnya sedetik setelah tes pun bisa dihitung. Jadi… sabar ya…

And the last question but not least important… Biayanya berapa?

Itu juga yang saya tanyakan pada saat pertama kali telpon ke Klinik KANCIL… Jadi biaya untuk Tes IQ anak di Klinik Kancil kemarin itu rinciannya sebagai berikut:

Biaya konsultasi + lamanya tes (Rp. 350.000,-/jam) (2:15)Rp. 788.000,-
Biaya alatRp. 60.000,-
Biaya interpretasiRp. 150.000,-
Biaya pendaftaranRp. 60.000,-
Total± Rp. 1.058.000,-

Iyah, untuk biaya tesnya dihitung seperti konsultasi ya… Yaitu Rp. 350.000,- per jam. Mahal atau enggak, ya relatif sih… Kalau saya sih, so-so lah, biaya dokter aja nanya-nanya sebentar, periksa terus kasih resep itu kalau spesialis minimal Rp. 100.000,- kan. Yah, artinya keduanya sama-sama dihargai karena keahliannya ya…


***

Nah, kurang lebih begitu sih pengalaman kami melakukan Tes IQ di Klinik KANCIL Jakarta…

Jauh amat yak… emang di Lampung ga ada? Hoho, bukaan, ini sih ceritanya sebenarnya sekalian liburan dan nengokin keluarga sih… Jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Dan, sebelum post ini sampai pada epilog, beberapa tips untuk teman-teman yang ingin melakukan Tes IQ untuk anak juga adalah sebagai berikut:

Sebaiknya tidak dilakukan pada usia terlalu dini

Beberapa ahli dan praktisi berpendapat bahwa 6 tahun adalah usia paling tepat bagi seorang anak untuk mendapatkan Tes IQ pertamanya. Hal ini disebabkan, Tes IQ pada anak-anak yang lebih muda cenderung tidak stabil.

Pastikan alat test yang digunakan terpercaya

Jaman sekarang, perkembangan alat tes psikologi sangat pesat. Beberapa di antaranya, bahkan belum teruji secara klinis dan masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli.

Saya pribadi, lebih prefer alat tes yang memang sudah teruji klinis.

So, sebelum melakukan tes, tidak ada salahnya bertanya alat tes apa yang akan digunakan dan kemudian googling. 

Pastikan administrator terbiasa menangani klien anak-anak

Setuju kan kalau anak-anak itu perlu trik tersendiri untuk menanganinya. Terkait dengan tes pun, jelas mereka tidak merasakan urgensi harus mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Jadi, ya, mereka lebih mudah terdistraksi oleh emosi dalam dirinya ataupun lingkungan.

Pastikan anak dalam kondisi yang prima

Kita pasti ingin anak dapat mengerjakan tes dengan maksimal, sehingga hasil yang didapatkan valid bukan? So, mari kita minimalisir potensi-potensi yang membuat anak kurang maksimal mengerjakan tesnya. Misalnya: sedang sakit, mengantuk, lapar, capek, banyak pikiran, dan sebagainya.

Penting juga nih, supaya tidak justru membuat anak menjadi tegang. Anak-anak itu dunianya main, saran saya sih jelaskan saja bahwa apa yang akan mereka kerjakan itu semacam permaian yang seru.

***

Yaa, that's really it. Kurang lebih seperti itulah pengalaman sekaligus tips yang bisa saya sampaikan mengenai Tes IQ untuk anak. Semoga bermanfaat ya…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

No comments :

Post a Comment

Hai! Terima-kasih sudah membaca..
Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan disini atau silakan DM IG @nianastiningrum for fastest response ya ;)