Thursday, October 31, 2013

Ekspedisi 68

Inginnya sih begitu judul acara jalan santai yang akan diadakan pada Hari Jumat tanggal 1 November 2013 nanti. Jalan santai yang akhirnya disebut “Jalan Sehat” ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke 68 tanggal 27 Oktober 2013 lalu. Rutenya cukup pendek, yaitu dari Gedung Serba Guna PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Bukit Asam menuju ke unit pembangkit yang berjarak 1 Km dan dilanjutkan tawaf mengelilingi area pembangkit yang menurut perkiraan saya berjarak 1 Km. Pesertanya sendiri cukup banyak; yaitu Pegawai dan keluarga, serta Tenaga Alih Daya… yah, prediksi saya sih ada lebih dari 300 orang yang akan berderet menyusuri jalanan pada hari itu. Dalam bayangan saya, keadaan itu seperti sekumpulan penduduk pada jaman berburu dan meramu (pelajaran sejarah SMA) yang sedang mencari lokasi baru untuk menetap :D. Penuh misteri, tantangan dan hal baru… kata ‘ekspedisi’ sangat sesuai menurut saya…

Pengumuman “Jalan Sehat”
Jumat, 1 November 2013 
Program yg digunakan: Microsoft Publisher & CollorZilla
Fonts: Missed Your Exit; Archistico; Another Typewriter
Gambar diambil disini*

Monday, October 21, 2013

Mendidik Seorang Pemimpin: It Takes a Village…

Dulu semasa mengikuti kuliah Psikologi Perkembangan, dosen saya pernah bercerita bahwa untuk mendidik seorang anak menjadi seorang pribadi yang utuh sungguh bukan pekerjaan yang sederhana. Beliau waktu itu menggambarkan untuk mendidik seorang anak membutuhkan ‘penduduk sebuah desa’, sebagaimana buku karangan Hillary Clinton pada tahun 1996; ‘It Takes a Village: And Other Lessons Children Teach Us.’ Waktu itu, saya merasa cukup dapat menangkap pesan yang disampaikan dosen saya tersebut; namun sekarang, pada saat saya menjalani sendiri menjadi seorang ibu, saya bary sadar sepenuhnya bahwa mendidik seorang anak-anak benar-benar bukan pekerjaan yang sederhana. Ini adalah pekerjaan yang melibatkan begitu banyak aspek, it do takes a village dan ini adalah hal yang bersifat holistik.

BAKAT VS LINGKUNGAN
Bagi saya, mendidik anak menjadi seorang pemimpin, berarti mengupayakan segala cara yang mengoptimalkan bakat (aspek genetis) anak saya. Setiap anak itu unik. Sejak masa konsepsi mereka sudah memiliki gen yang membawa potensi masing-masing; potensi pertumbuhan (karakter fisik) dan juga potensi perkembangan (karakter psikologis). Setiap anak, sejak dalam kandungan sudah memiliki blue-print pertumbuhan dan perkembangan masing-masing; bisa menjadi apa kelak pada saat mereka dewasa. ‘Bisa menjadi apa’ bukan ‘akan menjadi apa’ bakat ini hanya bahan baku, sedangkan akan menjadi apa bahan baku ini tergantung bagaimana lingkungan menempanya. Ibaratnya tepung terigu, akan menjadi cake yang lezat atau teronggok begitu saja hingga berbau apek itu tergantung pengolahannya (hanya perumpamaan). Seorang anak bisa saja memiliki bakat untuk memiliki tinggi badan 170 cm, namun karena malnutrisi, bisa jadi dia mentok di 150 cm. Sama halnya dengan seorang anak yang memiliki potensi verbal di atas rata-rata, namun karena kurangnya stimulasi menjadi biasa-biasa saja. Bagaimana, setuju kan dengan pendapat saya? Lalu bagaimana usaha saya mengoptimalkan bakat yang dimiliki Ganesh, berikut yang saya lakukan…

Pertumbuhan. Anak yang sehat dan tumbuh optimal sudah pasti harapan setiap ibu, termasuk juga saya. Karena itu, sejak dinyatakan positif hamil, sejak itu juga saya mulai memberikan perhatian ekstra pada asupan nutrisi. Googling-googling dan mencari tahu apa yang baik dan buruk untuk perkembangan bayi dalam kandungan. Dari hasil googling tersebut, mulailah saya mensortir makanan apa saja yang masuk kategori ‘big no!’, sebaiknya dihindari dan baik untuk dikonsumsi. Berikut adalah daftar contoh makanan yang masuk dalam kategori saya tersebut:

Kategori Makanan/Zat Ibu Hamil Versi Saya
‘Makanan’ termasuk zat yang masuk ke tubuh lainnya

Friday, October 18, 2013

Ganesha’s ‘Bye Bye Nenen’ Moment…

Dulu, setiap kali memandangi Ganesh berusaha ‘nenen’ pada saya yang waktu itu masih kaku memberikan ASI untuknya; saya selalu berpikir, jika dia sedang merasa kesepian dan rindu dengan kenyamanannya semasa dalam kandungan… tempat dimana dia mendapatkan segala yang dibutuhkannya tanpa perlu ‘berusaha’. Sedih dan terharu rasanya… (sambil menarik nafas panjang). Setelah itu, kembali perasaan yang sama muncul saat harus kembali bekerja dan mulai melatih Ganesh untuk minum ASI dengan media lain (waktu itu akhirnya menggunakan soft cup feeder karena Ganesh menolak menggunakan botol dot). Dia lagi-lagi harus beradaptasi untuk belajar melepaskan rasa nyamannya saat nenen pada waktu-waktu tertentu, dan tentu saja itu membuatnya protes dan menangis…

“Dalam perjalanan hidup manusia, belajar meninggalkan kenyamanan terkadang harus dilakukan untuk sampai pada titik nyaman yang lain,” itulah yang saya rasakan waktu itu dan itu pula yang kemudian membuat saya menguatkan hati untuk menghadapi tangis-tangis lain Ganesh dalam proses belajarnya. Hmm, tapi tentu saja bukan lantas main kejam-kejaman kaya ibu tiri di cerita Cinderella ya… :D. Maksud saya adalah bahwa dalam perkembangan hidup anak, mau tidak mau, dia harus terus berkembang, dan di dalamnya terkadang membutuhkan perubahan yang terasa tidak nyaman pada awalnya. Nah, tugas kita sebagai orang-tua adalah membimbing dan membantu anak melalui proses itu… proses beradaptasi setelah dilahirkan, proses penyapihan, proses berada di sekolah sendiri, dan seterusnya sampai akhirnya dia menjadi seorang anak yang mandiri. Panjang ya… Tapi percaya deh, perlahan-lahan tanpa kita sadari satu demi satu masa itu akan sampai juga.

Foto Ganesh dari Usia 4 Bulan Hingga 2 Tahun 2 Bulan
Kalau dibandingin begini, baru keliatan kalau dia memang semakin besar :*

Sunday, October 13, 2013

Kebijaksanaan dalam Sebuah Kecantikan

Arimbi
Tokoh Wayang Istri dari Werkudara
Dalam Cerita Kuno Jawa
Gambar dari sini1

“Bathuke nyela cendhani, alise nanggal sepisan; kulite ngulit langsep; mripate ndamar kanginan; pipine nduren sajuring; irunge ngudhup mlathi; lambene manggis karengat…”

Semua wanita pasti ingin cantik. Tapi, cantik itu sebenarnya seperti apa sih? Hmm, kalau secara normatif sih, cantik itu berarti memiliki penampilan sesuai dengan gambaran ideal yang ada di masyarakat. Contohnya ya seperti istilah Jawa untuk menggambarkan wajah yang ideal di atas; dahi yang indah, proporsional, dan bercahaya seperti terbuat dari pualam; alis yang sempit memanjang, tipis dan rapi seperti bulan pada tanggal satu; kulit yang kekuningan seperti buah langsat; mata yang bercahaya seperti nyala lampu minyak yang bergerak-gerak tertiup angin, pipi yang montok, halus, putih kekuningan seperti buah durian; hidung yang mancung runcing seperti kuncup bunga melati; dan bibir yang merah merekah seperti buah manggis2. Wah, tidak terbayang cantiknya seorang wanita dengan wajah seperti itu, mungkin penggambarannya seperti tokoh pewayangan wanita Srikandi atau Arimbi ya… Kira-kira ada kah seorang wanita yang begitu beruntung memiliki wajah sempurna seperti itu? Saya yakin ada! Meskipun mungkin dalam interpretasi yang berbeda-beda.

KEBIJAKSANAAN DALAM SEBUAH KECANTIKAN
Menjadi cantik sudah barang tentu merupakan impian setiap wanita, sama halnya dengan saya. Hal inilah yang mendorong (hampir) setiap wanita berusaha untuk tampil cantik sesuai dengan definisinya masing-masing. Apakah ini hal yang negatif? Hmm, bisa ‘ya’, bisa juga ‘tidak’… Ada banyak hal yang terkandung dalam usaha kita untuk tampil cantik yang bisa membawa kepada kebaikan maupun keburukan; berikut pendapat saya…

Niat dan Alasan yang Baik. Segala sesuatu, insyaallah akan menjadi baik jika didasari oleh niat dan alasan yang baik, begitu juga usaha untuk tampil cantik. Berusaha tampil cantik untuk kepentingan profesional pekerjaan yang halal menurut saya adalah alasan yang sangat tepat, apalagi tampil cantik untuk suami kita, itu wajib dilakukan! Meskipun suami menerima kita (istrinya) apa adanya, tapi adalah hal yang positif bukan untuk membuatnya kagum dan bangga karena istrinya selalu berusaha tampil cantik :). Demikian juga dalam dunia kerja, misalnya saja saya yang mengemban amanah perusahaan sebagai HR & Admin Officer; yang nota bene banyak berhubungan dengan pegawai lain, tentu penampilan merupakan hal yang penting. Karena dalam pekerjaan, saya bertugas merepresentasikan perusahaan kepada pegawai di dalamnya; dan tidak mempedulikan penampilan merupakan suatu bentuk ketidaksetiaan saya pada amanah yang diberikan perusahaan.

Didasarkan pada Kebutuhan Penampilan Kita. Cantik memang berhubungan erat dengan preferensi seseorang; ada kalanya seseorang menganggap wanita berkulit putih itu cantik, tapi ada pula yang lebih suka memiliki kulit sawo matang yang eksotis. Menurut saya pribadi, sesungguhnya setiap wanita memiliki potensi cantiknya masing-masing, dimana potensi inilah yang harus kita maksimalkan dengan berbagai cara yang ada. Mengenai make up misalnya; kita harus selalu merujuk pada kondisi kulit dan kebutuhan penampilan kita, untuk itulah kita harus mengenali karakteristik wajah dan kulit kita sebelum memilih make up. Ada kalanya seorang wanita perlu membuat shading tertentu agar hidungnya tampak lebih mancung, dimana hal ini tentu tidak perlu dilakukan oleh wanita yang sudah memiliki hidung mancung alami. Demikian juga dengan blush on untuk membuat rona segar di pipi, jika pipi Anda sudah merona alami tentu hal ini tidak perlu dilakukan. Memang cantik itu persoalan preferensi pribadi, tapi saat seseorang mengaplikasikan kosmetik dengan berlebihan atau tidak tepat, menurut saya itu sama sekali tidak cantik :D

Mempercantik dan Melindungi. Selain berfungsi untuk mempercantik penampilan, sesungguhnya juga dapat berfungsi sebagai pelindung kulit kita dengan penggunaan yang bijak. Mengenali ingredient dan memastikan kosmetik yang kita gunakan tidak mengandung zat berbahaya merupakan langkah awal yang harus dilakukan sebelum menggunakan suatu kosmetik. Pastikan tidak ada hydroquinon, merkuri dan zat berbahaya lainnya. Selain itu, pastikan juga kandungan kosmetik tersebut baik untuk jenis kulit kita. Jika kulit Anda berminyak dan mudah berjerawat seperti saya, sangat disarankan untuk mencari produk kosmetik yang bebas minyak atau oil free supaya tidak memicu munculnya jerawat karena penyumbatan pori-pori.

Halal. Sebagai seorang muslim, ‘halal’ merupakan hal yang harus senantiasa diupayakan dalam berbagai hal, termasuk dalam kosmetik yang kita gunakan. Sebenarnya, awalnya saya pun beranggapan bahwa kosmetik yang penggunaannya hanya dioleskan di permukaan kulit tidak perlu terlalu dipertanyakan ke-halal-annya. Namun, semenjak hamil dan menyadari bahwa selalu ada kemungkinan bahwa apapun yang kita aplikasikan di permukaan kulit akan masuk ke dalam pori-pori dan masuk ke dalam aliran darah, saya menjadi lebih berhati-hati.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kosmetik halal? Menurut penjelasan Direktur Pelaksana LPPOM MUI Lukmanul Hakim pada Metronews.com; kosmetik halal adalah kosmetik yang dalam proses pembuatannya memenuhi persyaratan halal; yaitu menggunakan bahan yang halal dan suci, serta diproduksi dengan menggunakan fasilitas produksi yang bebas dari kontaminasi bahan haram dan najis3. Untuk menjaga diri dari zat dan proses yang haram dan najis tersebut, kita harus selektif memilih kosmetik yang akan digunakan; misalnya dengan membaca ingredient dan mencari tahu profil perusahaan untuk mengetahui seberapa perusahaan tersebut peduli pada issue ini. Adanya sertifikasi halal dalam hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan untuk memberikan rasa aman pada konsumennya. Jika suatu produk sudah memperoleh sertifikasi halal dari lembaga yang terpercaya (di Indonesia LPPOM MUI), artinya produk tersebut sudah lolos pengujian menyeluruh dari lembaga tersebut; baik dari bahan dan alat produksinya.

Thursday, October 10, 2013

Jumat Bersih Edisi Anjing Mandi

Hari ini Ganesh agak rewel sehingga saya datang cukup siang ke kantor. Duh, malu dan ga enak juga sebenarnya, tapi harus bagaimana lagi, saya paling ga bisa mengabaikan rengekan Ganesh :(.

Pagi ini di lorong depan ruangan, saya sudah dihadang oleh ‘Mr. One Stop Solution’-nya kantor saya… Yup, ini Hari Kamis teman-teman, dan besok adalah Jumat, waktunya kami melakukan kegiatan di luar rutinitas. Jumat ini tidak ada Senam Pagi seperti biasa, karena itu saya kembali didaulat untuk membuat pengumuman Jumat Bersih ;).

Pengumuman Jumat Bersih
Tanggal 11 Oktober 2013
Program yang digunakan: Microsoft Publisher; Picsay; CollorZilla
Fonts: SF Wonder Comic
Gambar diambil disini*

Wednesday, October 9, 2013

Porseni BUMN 2013

‘Saya suka bernyanyi’, mungkin banyak orang yang tahu. Saya selalu bersenandung hampir di semua kesempatan; di rumah, di kantor, sambil menjaga Ganesh bermain, sambil mantengin komputer di kantor dan tentu saja, yang paling klasik adalah menyanyi di kamar mandi :D. Tapi, hanya sedikit yang tahu, bahwa saya menyukai lagu yang menantang dengan segala teknik dan tingkat kesulitannya. Alasannya sederhana saja, karena saya tidak bisa menyanyikan lagu-lagu menantang yang penuh power dan nada tinggi itu di sembarang tempat atau saya akan dianggap berisik, haha :D. Sekali waktu saya pernah ikut lomba karaoke di kantor dan mendapat kesempatan menyanyikan lagu ‘Hero’-nya Mariah Carey dan mendapat juara dua. Selain itu, tidak ada rekognisi yang berarti selain dari komentar suami, “Mama, ga capek ya nyanyi terus?” atau celotehan Ganesh, “Mama suaranya habis…” sambil memandangi saya mencoba menyanyikan nada-nada panjang pada lagu ‘The Power of Dream’-nya Celine Dion.

Apakah suara saya bagus? Hmm, jujur, kalau menurut saya sih suara saya cukup enak didengar kok :D. Tapi yang jelas, bagaimanapun saya terdengar, saya sangat menikmati berhasil menaklukkan cengkok-cengkok diva seperti Celine Dion, Whitney Houston, Mariah Carey, Christina Aguilera dan sebagainya.

Singkat cerita, suatu pagi saya mendapat whats*pp dari suami, “Mama, ada Porseni BUMN, ayo ikutan!” Wah, serius nih? Hmm, baiklah… Pada awalnya saya berpikir bahwa merekam performance dalam bentuk video dan meng-upload di Youtube itu semudah memasang kamera handphone di kamar dan bernyanyi. Tapi dengan berbagai pertimbangan dari suami dan teman, akhirnya saya setuju untuk melakukan shooting di studio musik kantor dengan menggunakan handycam dan sound system yang ada. Menurut saya sih, lumayan ribet, tapi ternyata suami sangat mendorong dan teman-teman pun mendukung untuk membuat rekaman yang sedikit lebih profesional. OK, baiklah, saya pasrah saja deh

Maka mulailah saya berburu teman-teman untuk membantu mulai dari teknisi sound system dan handycam, serta beberapa komentator dan penyemangat. Hari Sabtu, 5 Oktober 2013, tim pun berkumpul di lokasi terlambat satu jam dari rencana karena beberapa hal. Hmm, merakit sound system ternyata cukup rumit dengan puluhan colokan dan kabelnya. Tapi alhamdulillah meskipun memakan waktu yang cukup lama, akhirnya semua siap dengan tangan dingin Tama dan Madhon serta Wandi yang memberikan instruksi dari jauh, sementara saya hanya bisa mengamati mereka bekerja. Suara mic cukup jernih dan dapat ditangkap dengan baik oleh handycam maupun input langsung ke komputer.

And here we go…
  1. Take one, ‘The Power of Dream’-nya Celine Dion yang merupakan lagu usulan dari suami saya. Dan ternyata lagi-lagi, saya harus mengakui bahwa menyanyi di depan kamera itu lebih sulit daripada menyanyi di kamar mandi… tegangnya itu lho :D. Tapi, lama kelamaan saya bisa mengacuhkan si kamera dan bernyanyi dengan lancar.
  2. Take two, ‘I Will Always Love You’-nya Whithney Houston… Karena sebagian tenaga sudah terkuras untuk beberapa kali take lagu pertama, lagu ini menjadi lebih sulit ditaklukkan, terutama di bagian awal yang lembut dan membutuhkan pernafasan yang prima.
  3. Take three, ‘Then You Look At Me’-nya Celine Dion… Diantara dua lagu sebelumnya, lagu ini adalah yang paling enak dinyanyikan; mungkin karena sudah begitu familiar dengan seluk beluk lagu ini karena sering disenandungkan.

Total saya menyanyikan tiga lagu seperti rencana, dalam sepuluh kali pengambilan video dan beberapa kali inisiasi. Benar-benar perjalanan yang menguras energi, apalagi paginya saya hanya sarapan milkshake saja. Di tengah jalan pun saya sempat ragu bisa menyelesaikan pengambilan tiga lagu yang direncanakan, tapi dengan kesabaran semua teman yang selalu menyarankan saya untuk beristirahat dulu setiap kali mengeluh capek, akhirnya ketakutan itu tidak menjadi kenyataan.

Setelah pengambilan video, pekerjaan selanjutnya adalah memilih take yang paling bagus, menyusunnya menjadi sebuah video untuk di-upload ke Youtube. Dalam tahap ini pun saya tidak bisa berbuat banyak, dan meminta tolong teman untuk membantu. Selama dua hari, teman saya ini (Tama) begitu baik memilih dan meng-edit video mana yang layak di-upload. Saya sendiri, hanya bisa komplain dan mengomentari video yang dihasilkan, sampai akhirnya puas dengan video yang di-upload saat ini. Total, teman saya ini membuat lebih dari lima buah video untuk saya.

Sebuah proses selama kurang lebih tiga hari yang terasa panjang dan penuh dengan kegalauan sampai akhirnya, “Bravo!” akhirnya video itu di-upload hari ini, tanggal 8 Oktober 2013.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...