Saturday, November 2, 2013

Keluarga ‘Si Bolang’ Pergi ke Mal

Ya, ‘Si Bolang’ rasanya sebuah julukan yang tepat untuk Ganesh karena kesehariannya… Iya, benar, setiap hari memang Ganesh ngebolang kok :D. Kami memang tinggal di sebuah kota kecil bernama Tanjung Enim, sebuah kota yang dibelah oleh sebuah Jalan Lintas Sumatera. Hmm, jangan membayangkan jalan ini sebesar jalan lintas propinsi di Jawa ya… Jalan ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Jalur Pantura, meskipun kendaraan yang melintas tidak kalah besar. Secara Tanjung Enim terkenal dengan tambang barubaranya, jadi otomatis banyak truk pengangkut batubara dan alat berat yang melintas di jalan kelas III ini.Lho… ini kok malah jadi curhat soal kota kami ya :D.

Kembali ke topik awal… Dengan keadaan kota yang cukup lengang ini, otomatis Ganesh punya banyak tempat yang bisa dijelajahi setiap harinya; sebut saja TK Electrina yang berada tepat di sebelah rumah kami, sapi yang suka parkir di gerbang komplek, tanaman putri malu yang tumbuh liar di kanan kiri jalan dekat rumah, rumah tetangga kecil temannya main, dan banyak lagi. Berikut ini adalah beberapa foto aktifitas Ganesh sehari-hari:

Main Tanah & Ngobrol sama Kucing
Main Air & Kemah-kemahan
Jemput Mama Pulang Kantor & Observasi Bekicot
‘Berangkat Sekolah’

Ganesh dan aktifitas sehari-harinya, sudah pasti terbayang betapa bebasnya dia… Lingkungan kami yang adem-ayem ini memberikannya ruang yang begitu luas baginya untuk melakukan eksplorasi dengan ‘damai’. ‘Sangat damai’; karena stimulus yang relatif tenang ini memberikannya kesempatan untuk merespon tanpa terburu-buru. Dan inilah yang membuat saya menyukai kota ini, meskipun di sisi lain tidak menyukai minimnya fasilitas yang ada. Menurut saya, tempat seperti ini adalah lingkungan yang nyaman untuk perkembangan anak, paling tidak sampai dia berusia lima tahun dan mulai masuk sekolah.

Lalu bagaimana jika suatu Ganesh diajak ke keramaian yang sama sekali berbeda dengan kesehariannya? Sebut saja mal biasa kita kunjungi… Hihi, sangat menarik tentu saja :D. Kami mengajak Ganesh pertama ke mal pada Desember 2012 pada saat dia berusia enam bulan dan terakhir kali kami mengajaknya bulan Oktober 2013 ini, pada saat dia berusia dua tahun empat bulan. Setelah pengalaman pertama, kedua, ketiga dan beberapa selanjutnya membawa Ganesh ke mal; kami sepakat bahwa mengajak Ganesh berarti bersedia untuk tidak menetapkan target apapun saat acara shopping itu. Just let it flow, mengikuti kemana kaki atau telunjuk Ganesh mengarah, benar-benar mengajaknya berekreasi; karena Ganesh memang tidak bisa diam sedetik pun! Dia bahkan tidak mau digendong setelah bisa merangkak! Sampai-sampai kami harus menerima pandangan aneh orang-orang saat Ganesh minta merangkak di lantai mal pada saat berusia sebelas bulan Í_Í.

“Mungkin Ganesh tidak biasa kali…” Hmm, kenyataannya memang kami sangat jarang menginjak mal sih setelah lebih dari lima tahun menetap di kota kecil ini. Soalnya jarak mal terdekat itu hampir 200 Km yang harus ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 5 jam. Kalau dulu sebelum ada Ganesh sih bisa saja kami berangkat Subuh dan pulang jam 4 sore. Tapi setelah ada Ganesh, sudah pasti kami harus mencari penginapan untuk bermalam, supaya Ganesh tidak terlalu capek. Cukup ribet! Karena itu kami sengaja menyempatkan diri ke Palembang (lokasi mal terdekat), mungkin sekitar 3 bulan sekali :D. Dan mari sedikit kita dramatisir; sudah 3 bulan sekali, tidak bisa belanja karena Ganesh sibuk dengan kegiatannya sendiri lagi… Tragis ya :D

Pada saat kita menjadi orang-tua ternyata memang ada begitu banyak hal yang berubah. Di satu sisi kita harus banyak berkompromi dengan anak, yang itu terkadang berarti mengesampingkan kebebasan kita… kebebasan shopping misalnya :D. Saya sendiri sih menikmati semua itu, meskipun ada kalanya kebutuhan akan me time itu perlu disalurkan, ada kalanya saya dan suami ingin benar-benar menyusuri lorong-lorong mal itu dengan tenang, berdua saja. Kalau sudah begitu, solusinya ya ajak pengasuh untuk menjaga Ganesh di penginapan, sementara kami berbelanja. Dan di kesempatan lain khusus menyediakan waktu hanya untuk mengajak Ganesh ke mal, jadi tidak perlu ada yang merasa dipaksakan. Oh ya, untuk beberapa orang mungkin bisa mengajak pengasuh ke mal, tapi tidak dengan kami. Pengasuh kami memiliki trauma dengan eskalator :D. Unik ya? Jadi beliau bercerita bahwa dulu dia pernah diajak ke mal dan melihat seorang pengunjung terjepit di eskalator. Sementara, di setiap mal pasti ada eskalator dong, jadi ya tidak ada cara lain kecuali mengajak Ganesh sendiri tanpa pengasuh.

Tapi keribetan itu ternyata sedikit demi sedikit berkurang, lama-kelamaan reaksi Ganesh mulai berubah dari beberapa kali kunjungan kami ke mal. Dari benar-benar sekedar angon dia kemanapun dia berjalan, terakhir kemarin kami sudah bisa mengajaknya duduk beberapa lama untuk makan bersama di luar… Yeay! Finally :D. Dan berikut perkembangan respon Ganesh pada saat kami ajak ke mal dari waktu ke waktu yang berubah seiring semakin dewasanya anak lanang ini:
  1. 6 bulan: Ganesh memang belum bisa berjalan dan masih selalu dipeluk dalam gendongan; tapi jangan salah, setiap kali saya mulai memegang-megang baju, dia lebih heboh menarik-nariknya… Alhasil, tetottt, saya pun menjauh dari baju baju itu :(. Belum lagi setelah merasakan eskalator, setiap kali lihat langsung tunjuk-tunjuk minta naik… Ooh…
  2. 11 bulan: Waktu itu Ganesh sudah (atau baru) bisa merangkak, dan seringkali dia bosan digendong dan minta diturunkan ke lantai. Oh ya, benar sekali, dia merangkak di lantai mal dan kami pun lebih sibuk menjaga dan membujuknya supaya mau digendong kembali. Hasilnya, kegiatan belanja masih gagal total!
  3. 16 bulan: Ganesh sudah bisa lari-lari… So, kami harus mengikuti kemanapun Ganesh berjalan (atau berlari) termasuk tawaf mengelilingi ruang terbuka yang biasa ada di tengah mal!  Ini berarti kami harus say bye-bye juga dengan makan di luar bertiga dalam satu meja, karena Ganesh sama sekali tidak mau duduk diam. Jadi, kami harus bergantian makan dan salah satu mengikuti Ganesh berjalan… It means, forget about the shopping time!
  4. 2 tahun 2 bulan: Finally… terakhir kali kami mengajaknya ke mal kemarin, Ganesh sudah bisa duduk diam dan makan bersama kami. Walaupun belum leluasa, Ganesh juga sudah mau berkompromi dan mau diajak masuk ke beberapa counter yang ingin kami kunjungi. Ini artinya, kami bisa berbelanja lagi… yah, walaupun harus gerak cepat, sebelum Ganesh memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menjelajahi mal :D.
Berikut beberapa foto Ganesh saat menemani mama-papanya ke mal, atau kebalikannya ya… :D

Bisa Anteng Sebentar dalam Trolley
(1.5 tahun)
“Ganesh yang bawa!”
Ini saatnya kami ikut kegiatan belanja Ganesh,
sambil nyolong-nyolong cari keperluan pribadi :D
(kurang lebih 2 tahun)
“Naik mobil itu membosankan!”
Bertahan beberapa putaran naik mobil remote, setelah itu
Ganesh lebih tertarik kenapa mobil itu bisa berjalan :D
(Kurang lebih 2 tahun)
Istirahat
Setelah benar-benar capek, saatnya tidur,
Papa aja deh yang belanja :D
Bangun tidur baru deh mau duduk sebentar untuk makan

Seru ya :D. Sebutlah kami ini keluarga ‘Si Bolang’ yang jarang menginjak mal, begitu melihat mal mama dan papa Bolang pasti sudah sibuk dengan pikiran ingin belanja ini dan itu. Sementara itu, si Bolang sibuk dengan keingintahuan dan hasratnya yang tidak terbendung untuk meng-explore ruangan dan lorong-lorong terang dengan lantai yang licin itu. Yah, saat mengajak seorang anak ke suatu tempat, kita harus mengutamakan kenyamanannya. Setiap anak tentu saja memiliki karakternya masing-masing. Ada yang tidak terlalu terganggu dengan keramaian dan banyaknya stimulus, ada juga yang sebaliknya, atau ada juga yang seperti Ganesh; ingin merespon stimulus itu dengan keinginan untuk mengeksplorasi. Untuk anak dengan karakter pertama, mungkin bisa saja diajak mengikuti kegiatan kita. Anak dengan karakter kedua, lebih baik jangan terlalu dipaksakan dan biasakan perlahan-lahan dengan situasi seperti itu. Dan anak dengan karakter ketiga, berarti kita yang harus mengalah dan mengikuti kegiatannya daripada memaksanya mengikuti kegiatan kita (Ganesh banget nih :D).

Tapi tidak perlu khawatir kok, seiring perkembangan anak, kognisi dan emosinya akan semakin matang dan dengan bertambahnya kedewasaan, lama-kelamaan dia akan bisa diajak bekerja-sama untuk mengikuti kegiatan kita. Jadi jangan patah semangat dan merasa bahwa kita tidak akan bisa menikmati apa yang bisa kita nikmati dulu.

Hihi, ini sih curhatan ibu baru seperti saya ya… Hmm, jadi ingat sewaktu mengalami baby blues sehabis melahirkan Ganesh deh :D

Bagaimana, ada yang punya pengalaman seperti saya? Bagian tinggal di daerah terpencilnya… atau bagian punya anak yang tidak bisa diamnya seperti Ganesh mungkin? Apapun itu, menjadi orang-tua memang petualangan yang selalu seru pada setiap episodenya ;)

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

2 comments:

  1. mengamati tingkah laku anak itu memang selalu menyenangkan. Selalu aja ada crt baru :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...