SOCIAL MEDIA

search

Monday, February 4, 2019

Perawatan Wajah (Skin Care) untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat

Masalah kulit sensitif dan berjerawat itu sama sekali bukan masalah baru bagi saya. Sejak duduk di bangku SMA, saya mulai berjibaku dengan jerawat segede Jupiter yang rajin nyamperin setiap caturwulan (empat bulan sekali). Pas waktu ujian lebih tepatnya! Dan itu hilangnya lama banget, sampai dua bulanan, karena memang gede banget. Saking distinctive dan gedenya, saya sampai bosan menjawab pertanyaan orang, dan pada saat study tour ke Bali memilih menjawab kalau itu karena jatuh dari motor. Ya karena memang jerawatnya lebih mirip dengan bekas jatuh daripada jerawat pada umumnya. Jadi, kalau saya bilang ke orang bahwa itu habis jatuh dari motor, ya mereka ga akan nanya-nanya lagi, "Jerawat kok kaya gitu… Dipencetin ya?" dan sebagainya, yang sungguh membuat saya merasa sangat tidak nyaman.

Cerita tentang permasalahan kulit sensitif dan berjerawat sebelumnya baca di sini The Story of Lemon Juice Pt. 2 dan disini: The Story of Lemon Juice

Nah, lalu bagaimana kondisi kulit saya sekarang? Setelah hampir 4 tahun berlalu dari update terakhir tentang kulit sensitif dan berjerawat, serta perawatannya… Mungkin ada teman-teman yang juga punya masalah serupa butuh pencerahan atau paling tidak dukungan moril bahwa kita tidak sendirian… 😅


Tuh… Saya masih sama seperti yang dulu dan jerawat masih setia menemani, tapi, karena kami sudah bersahabat, alhamdulillah dia tidak lagi se-caper dulu. Dia tumbuh sesekali pada saat saya menjelang datang bulan atau kondisi badan sedang tidak baik karena begadang. Tapi dia tetap tidak kehilangan kreatifitasnya, misalnya dengan muncul di tempat-tempat yang tak terduga, seperti tepian bibir, kulit kepala, dan sebagainya.

Itu berita baiknya… kami sudah bersahabat… Tapi, ada berita kurang baiknya juga, bahwa beberapa skin care kepercayaan saya kemudian discontinued alias tidak diproduksi lagi. Seperti Aloe Soothing Moisture Lotion SPF 15 dari The Body Shop yang sudah lebih dari setahun lalu hilang dari peredaran dan juga yang baru-baru ini adalah Instant Soothing Rescue Gel dari The Body Shop juga, yang stok terakhirnya kadaluarsa di Bulan Februari 2019 ini.


Padahal Instant Soothing Rescue Gel ini adalah salah satu senjata andalan saya untuk mengatasi kulit wajah yang memerah atau meradang, karena jerawat atau apapun. Secara jerawat saya itu, mungkin karena kulitnya sensitif, modelnya akan memerah dan meradang dan Instant Soothing Rescue Gel ini memberikan efek menenangkan, sehingga mengurangi radang tersebut. Bahkan, tidak jarang dia berhasil menjinakkan jerawat yang akan muncul, sehingga kemudian tidak membesar.

Sedih memang berpisah dengan si Instant Soothing Rescue Gel ini, tapi yah, mau gimana lagi… Dia sudah memilih untuk pergi dari kehidupan saya, dan saya pun tidak ada pilihan selain move on… 😀

Nah, selanjutnya untuk perawatan sehari-hari, saya masih bertahan dengan range Aloe Vera dari The Body Shop; baik pembersih, toner, day cream, night cream dan maskernya. Ada juga sih di luar range Aloe Vera, seperti untuk eksfoliasi, saya menggunakan Drop of Youth Liquid Peel (masih) dari The Body Shop.

Oh ya, untuk produk-produk skin care selengkapnya yang menurut pengalaman saya efektif untuk kulit saya yang cenderung sensitive dan acne prone alias gampang berjerawat adalah sebagai berikut:

#1#  PEMBERSIH


Dulu saya sempat cocok pakai Acne Aid Bar, tapi sayang dia pun hilang dari peredaran, dan sejak itulah beralih ke Aloe Calming Wash dari The Body Soap ini. Kurang lebih sudah 6 tahun sudah saya memakai sabun wajah ini.

Saya mencuci muka tiga kali sehari dengan karena memang wajah saya cukup berminyak. Kalau berminyak kan kotoran jadi lebih mudah menempel, ditambah lagi kalau si sebum menyumbat pori-pori, pada jenis kulit yang sensitif, otomatis akan memicu timbulnya jerawat.

So far sih, meskipun cuci mukanya segitu intensitasnya (tiga kali sehari), efeknya ke kulit malah enak dan bukan kering atau apa, karena formulasi dia memang mild banget.

#2# TONER


Selesai cuci muka, sebelum memakai day cream  atau night cream saya pakai toner ini dulu, Aloe Calming Toner dari The Body Shop.

Saya tipe setia sama satu produk kalau sudah cocok sih, jadi ga bisa compare dengan produk lain. Tapi. toner ini enak sih di kulit saya, efeknya melembabkan dan juga mengangkat sisa kotoran setelah cuci muka. Dan tentu saja, yang paling utama adalah dia lembut untuk kulit sensitif, jadi ya enak banget buat saya.

#3# DAY CREAM


Day Cream, masih setia lah sama yang satu ini, Aloe Soothing Day Cream dari The Body Shop (juga).

Bisa dibilang dia ini produk pelarian sih… karena Aloe Soothing Moisture Lotion SPF 15 dari The Body Shop lagi-lagi discontiued… Padalah sudah cinta banget sama produk itu dulu, karena lembut di kulit, menenangkan, dan sekaligus melindungi dari sinar ultraviolet. **Untuk saya yang sering beraktifitas di dalam ruangan, saya pikir cukup lah SPF segini ya.

Tapi, karena dia sudah ga ada, saya coba lah day cream ini… Yang, alhamdulillah juga OK sih, rasanya enak di kulit dan somehow ya saya merasa dia membantu kulit saya yang sensitif tidak terlalu mudah kemerahan dan teriritasi.

#4# NIGHT CREAM


Yang ini, pakainya malam hari aja sebelum tidur. Jadi biasanya saat mandi sore kan sudah cuci muka tuh, nah, malam sebelum tidur tinggal pakai toner lalu pakai Aloe Soothing Night Cream dari The Body Shop ini.

Rasanya baru setahunan sih saya rutin pakai cream malam ini… Sebelumnya, saya lebih sering pakai jeruk nipis segar. Tapi, karena kemudian (mungkin karena faktor usia) kulit terasa cukup kering memakai jeruk nipis setiap malam, akhirnya saya mencoba night cream ini. Yang ternyata enak banget, dia melembabkan, tapi ga bikin terlalu oily untuk kulit saya. Jadi saya juga enak, dan mau dicium-cium juga enggak nempel, haha 😂.

Oh ya, tapi pakainya tipis-tipis aja ya…

#5# PEELING


Saya dulu team pake eksfoliasi model butiran alias scrub, tapi lagi beralih ke Drop of Youth Liquid Peel ini karena scrub dari range Aloe Vera The Body Shop-nya lagi-lagi discontiued.

Awalnya pas mbaknya nawarin pas lagi launching, saya ragu sih… tapi, kemudian mencoba dan ternyata dia enak digunakan. Enggak bikin iritasi atau kemerahan seperti yang saya khawatirkan sebelumnya.

Saya pakainya sekali seminggu saja, walaupun petunjuk pemakaiannya 2 sampai 3 kali seminggu. Soalnya, ya menurut saya, sebagaimana karakteristik kulit sensitif, kulit saya ini tipis, jadi ga perlu lah sesering itu. Cukup seminggu sekali saja…
Peeling ini dikombinasikan dengan pemakaian masker setelahnya, bikin kulit terasa fresh dan lembut…

#6# MASKER 


Masker Soothing Rescue Cream Mask dari The Body Shop ini pakainya seminggu sekali juga, setelah pakai peeling dan dibilas air, kemudian pakai masker ini supaya wajah yang habis dieksfoliasi menjadi lebih tenang.

Tekstur maskernya cream gitu, jadi dia bukan model masker yang akan mengering. Cara pakainya cukup diaplikasikan di wajah dan tunggu hingga 15-20 menit atau boleh juga semalaman untuk kemudian dibilas.

Kalau saya lebih senang pakai dia sekitar 20 menit kemudian dibilas, pakai toner, dan terakhir pakai cream malam. Yes, suka pakai ini melam menjelang tidur, karena mikirnya kondisi kulit habis dieskfoliasi itu kan lebih rentan ya, kalo dibawa tidur kan paling tidak mengurangi stress dan polusi udara.

#7# TABIR SURYA


Terakhir yang penting juga, adalah tabir surya atau anti UV. Dan soal ini, saya bisa dibilang kurang setia sih orangnya. Paling lama ya pake Aloe Soothing Moisture Lotion SPF 15 dari The Body Shop, tanpa pake cream siang. Setelah dia discontinued, baru deh beralih ke Skin Defence SPF50 dari The Body Shop, tapi kok kurang suka karena aroma dan teksturnya. Aromanya sih wangi, tapi jadinya kan bisa jadi iritan buat kulit sensitif ya…

Lalu nyoba Ultra Light Daily UV Defence Mineral Sunscreen dari Kiehl's ini deh… which saya cocok. Sesuailah dengan klaimnya yang diformulasikan untuk kulit sensitif dan berjerawat; "fragrance free, paraben free, dan chemical filter free sensitive skin tested."

Tapi jujur, saya ga rajin pakenya… Kadang-kadang aja sekiranya perlu banyak keluar dari ruangan, walaupun katanya lampu pun sebenarnya memancarkan sinar UV sih… Iya deh, nanti pakenya lebih rajin lagi… ✌

***

Nah, segitu aja skin care yang saya pakai untuk melindungi wajah sensitif dan berjerawat saya…

Basically, saya berpendapat bahwa sesungguhnya jika kulit kita memiliki masalah jerawat, terkadang masalahnya bukan sepenuhnya pada jerawatnya, tapi pada bagaimana kita menjaga kondisi kulit kita. Jika kebetulan kulit kita sensitif, ya kita perlu menjaganya agar tidak terlalu reaktif (baca: menenangkannya).

Lalu, bagaimana jika wajah sedang berjerawat atau bahkan berjerawat parah?

Dulu, solusi saya ya ke dokter kulit atau ke klinik aestetik (yang ada dokter kulitnya juga). Mereka berdua biasanya akan meresepkan saya obat untuk diminum dan juga krim untuk wajah atau jerawat, yang biasanya manjur. Cuma, ini sudah lama sekali saya tinggalkan, sejak hamil anak pertama tepatnya.

Kenapa? Karena mereka biasanya menggunakan obat atau bahan yang tidak direkomendasikan untuk wanita hamil, jadi sejak itulah saya beralih ke bahan alami. Dan setelah mencoba berbagai bahan alami, yang paling membantu itu adalah JERUK NIPIS! Yes, that's why blog ini bernama Lemon Juice Story, karena itu melambangkan salah satu insight yang saya temukan dalam perjalanan hidup saya. **Yah, sebenarnya lebih tepat 'lime' sih ya, tapi kurang ear catchy, jadi, ya saya pakai kata 'lemon' saja**

Bonus deh, berarti skin care saya itu termasuk juga bahan alami penjinak jerawat sebagai berikut:

#8# JERUK NIPIS


Menurut pengalaman pribadi saya, jeruk nipis ini cocok banget untuk jerawat yang meradang dan banyak.

Setelah wajah dibersihkan dengan sabun, saya gunakan air hangat cenderung panas yang ditetesi dengan air jeruk nipis, dan khusus jerawat saya kompres sebentar. Kompresnya pakai kapas juga aja…

Setelah itu, kemudian sari jeruk nipis (tanpa tambahan air) juga di oleskan ke seluruh wajah dengan menggunakan kapas. Khusus untuk jerawat, banyakin kasihnya.

Rasanya ya tentu saja pedih, hihi… Dan efeknya juga cukup lama, bukan yang sekarang dipake lalu kurang dari seminggu jerawat kemudian hilang. Kalau jerawat kita sudah terlalu banyak, pengalaman saya sih, kemudian perlahan-lahan dia akan semakin berkurang, hingga benar-benar minimal (dalam pengalaman saya sampai hilang sama sekali). 

Kurang lebih sebulan lah, sampai hasilnya kelihatan… Jadi ya memang harus sabar dan telaten sih, tapi, insyaallah lebih aman dan tanpa efek samping bagi kesehatan…

#9# KENTANG


Nah, kalau yang ini menurut saya paling cocok digunakan setelah jerawat kita matang dan kemudian kita keluarkan isinya alias dipencet. Yes, saya aliran yang tidak anti mencet jerawat… Jerawat saya ya saya pencet untuk mengeluarkan infeksinya, tapi harus tunggu dia MATANG dulu. Not gonna work lah kalau mencet jerawat yang belum ada putih-putihnya, cuma akan bikin dia makin meradang aja. Tapi, kalau dia memang sudah matang, mengeluarkan isinya akan mempercepat pemulihannya.

Nah, si kentang ini digunakan pasca pemencetan jerawat ini… Caranya, tinggal diiris dan dioleskan pada luka bekas keluarnya jerawat. Hanya pada bekas luka jerawat ya, bukan seluruh wajah…

Kentang ini punya efek mendinginkan dan mengeringkan, jadi dia akan membantu mengempeskan jerawat kita lebih cepat.

***

Dua itu saja senjata saya untuk mempercepat pemulihan jerawat. So far, kedua cara itu cukup untuk menyelesaikan masalah jerawat yang muncul.

Saya memang tidak lagi berminat untuk perawatan ke klinik aesthetic, dengan bahan kimia yang menurut saya kurang ramah pada kulit sensitif dan tipis. Ya, pengalaman sih, kulit saya yang tipis jadi makin tipis lagi. Dan udah gitu, saat saya memutuskan berhenti, kemudian muncul masalah seperti wajah yang bruntusan. Jadi, skip ajalah…

Oh ya, satu lagi, untuk menjaga kesehatan kulit wajah, selain skin care yang tepat, sejujurnya saya juga sama sekali tidak menggunakan make up untuk kulit wajah lho… No bedak (tabur atau bedak), apalagi sampai foundation, blush on, dkk. Kemana-mana, paling pol saja pake lipstick aja, untuk kulit wajah, cukup krim pagi/malam dan sunscreen kalau siang.

Kalau pakai make up pun ya mungkin bisa pilih yang memang diformulasikan untuk kulit sensitif dan berjerawat sih. Tapi, karena saya tidak melihat urgensinya plus saya juga malas dandan, jadi ya polosan aja lah… Lagian itu bekas jerawat jaman SMA yang meninggalkan merah-merah di wajah udah kaya blush on kan… hehe 😀

***

Udah gitu aja share saya tentang perawatan wajah untuk kulit sensitif dan mudah berjerawat (acne prone) yang menurut pengalaman saya cukup efektif. Semoga bermanfaat ya…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

2 comments :

  1. Wah, kulit wajahku termasuk sanagts ensitif nih. Dulu sih berjerawat tapi sekarang malah eksim suka kambuh. Cocok ya smaa produk2 Body Shop? Lumayan juga kan harganya hihihi tapi boleh lah aku lihat2 dulu siapa tau cucok, tq info perawatan wajahnya, biar makin cling hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku cocok mbak.. alhamdulillah udah tujuh tahun lebih pakenya..
      Rajin-rajin cek promosi di webnya mbak, kadang di even-even tertentu dia diskon.. misal tahun baru, dll.. :)

      Delete