SOCIAL MEDIA

search

Thursday, February 14, 2019

'The Lego Movie 2: The Second Part': Jangan Biarkan Anak Salah Memahami tentang Armamageddon

Sebenarnya, nonton film ini bersama anak-anak rasanya ada yang mengganjal! Bukan ga bagus, sama seperti prekuelnya, ide cerita menurut saya cukup cerdas, hanya saja kemudian kurang terasa memberikan pelajaran moral yang mendalam bagi anak. Bukan ga ada ya, hanya kurang, dan salah-salah anak malahan salah paham karena terkecoh dengan pesan yang muncul di permukaan.

Hmm, bingung maksudnya? Baiklah, saya mulai dari plot cerita ini saja…

Jadi, di Film 'The Lego Movie 2: The Second Part' dikisahkan lanjutan dari film pertamanya, di mana di akhir cerita, setelah ayahnya mengijinkan Finn bermain dengan Legonya, kemudian Finn pun diminta mengijinkan adiknya, Bianca, untuk bermain bersama. Dimana hal ini berarti Bianca mulai menginvansi setting Lego yang dibuat oleh Finn dengan setting Duplo-nya.

Poster 'The Lego Movie: The Second Part'. Properti dari Warner Bros

Ingat adegan dimana setelah Emmet dan kawan-kawannya berhasil berdamai dengan President Business, dan kemudian muncullah makhluk asing? Merekalah Duplo yang dibawa oleh Bianca…

Sejak saat itu, pertempuran di dunia Lego antara Lego dan Duplo terus terjadi. Lima tahun kemudian, dunia Lego pun mengalami kehancuran (apocalyptic) dan disebut Apocalypseburg. Keadaan ini membuat warga Apocalypseburg berubah menjadi orang-orang yang keras, kecuali Emmet yang tetap adalah laki-laki manis, ceria dan berpikiran positif.

Pada suatu hari Jenderal Sweet Mayhem, pemimpin dari tentara Duplo datang dan menculik Batman, Lucy, Benny, MetalBeard, dan Unikitty untuk menghadiri pernikahan Watevra Wa'Nabi, ratu dari Systar System… Yang ternyata mempelai prianya itu ya Batman. Yang awalnya menolak, eh, dengan taktik sang ratu akhirnya mau juga.

Pernikahan ini dipercaya akan menciptakan Armamageddon (Our-Mom-Ageddon), yaitu kiamat dunia Lego.

Di tempat yang lain, Emmet kemudian berusaha menyelamatkan Lucy dan teman-temannya, dimana dalam perjalanan dia bertemu dengan Rex Dangervest yang kemudian membantunya dalam misi penyelamatan ini.

Singkat cerita kemudian, Emmet dan Rex Dangervest pun berhasil mencapai Systar System dan bertemu dengan Lucy yang tidak dicuci otaknya oleh pasukan Duplo. Mereka pun kemudian menyusun rencana untuk menggagalkan pernikahan Queen Watevra Wa'Nabi.

Semua berjalan sesuai rencana, sampai Lucy yang bertempur dengan Mayhem akhirnya menyadari bahwa Queen Watevra Wa'Nabi maupun Systar System tidak pernah memiliki niat buruk, apalagi akan memicu ternjadinya Armamageddon. Dan justru pernikahan itu akan menyelamatkan dunia Lego dari Armamageddon.

Lucy kemudian berusaha memberi tahu Emmet akan hal ini, namun Emmet tidak mempercayainya dan tetap menghancurkan kuil tempat pesta pernikahan Queen Watevra Wa'Nabi dilakukan. Dimana kejadian ini didunia nyata adalah Finn menghancurkan kuil Lego buatan Bianca. Dan hal ini kemudian membuat Mama mereka berdua marah dan meminta Finn dan Bianca mengumpulkan Legonya dan memasukkannya dalam kotak. Inilah yang disebut sebagai Armamageddon…

Ternyata tokoh antagonis dalam cerita ini adalah Rex Dangervest, yang kemudian diketahui adalah Emmet yang berasal dari masa depan. Adapun misi Rex Dangervest (Emmet dari masa depan) kembali ke masa ini adalah untuk memastikan Emmet yang manis, ceria dan berpikiran positif menjadi dirinya yang berhati keras.

Untuk itu, kemudian Rex membuang Emmet ke Galaxy Londri (di dunia nyata adalah kolong mesin cuci) dengan maksud agar hati Emmet pun mengeras sehingga eksistensi dari Rex di masa depan tetap terjaga. Dimana ini digagalkan oleh Lucy yang berhasil membebaskan dirinya dari kotak mainan. Dengan demikian keberadaan Rex pun hilang dari waktu…

Akhirnya, Queen Watevra Wa'Nabi pun menikah, dan hal ini di dunia nyata merepresentasikan Finn dan Bianca yang kemudian bermain bersama. Hal inilah yang kemudian membuat mama mereka kembali mengijinkan mereka bermain dengan Legonya, yang ini berarti bahwa Armamageddon berhasil digagalkan dan keberadaan dunia Lego tetap terjaga.

***

Cerita secara keseluruhan sih cukup smart menurut saya… Untuk konsumsi orang dewasa, kejadian paralel antara dunia nyata dan dunia Lego ini yang saya maksud. Tapi, untuk konsumsi anak-anak, kok ya saya kurang sreg jika mereka kemudian berpikir bahwa mereka harus bermain bersama dan tidak saling rebutan atau berantem itu supaya tidak dimarahin mamanya dan terjadi Armamageddon.

Ini dangkal banget lah menurut saya… Dua orang saudara bermain bersama-sama, saling berbagi, tidak menang-menangan, dan sebagainya itu bukan karena nanti kalo berantem akan dimarahin mama. Tapi, karena sebagai sesama manusia apalagi bersaudara,  sudah selayaknya mereka saling menyayangi, dan bisa lho mereka ini bermain bersama, senang-senang bersama, tanpa saling menang-menangan atau egois dengan keinginan masing-masing.

Di situ yang menurut saya harus diluruskan sih pada anak-anak. Jangan sampai pemahaman mereka jadi melenceng sependek, "Kalo aku berantem sama Adek, nanti mama marah… Jadinya ada Armamageddon deh kaya di Film Lego…" Ibu-ibu juga ga mau kan?

Saya tetap suka sih sama film ini, karena menghibur banget… dan sebenarnya tetap bisa dijadikan referensi untuk mengajarkan bahwa kakak dan adik itu bisa bermain bersama-sama tanpa saling egois dengan keinginan masing-masing. Tapi, ya itu tadi, anak-anak harus diajak ngobrol setelahnya ya ibu-ibu, bahwa mereka bermain bersama-sama itu bukan biar mama ga marah, tapi karena sebagai saudara ya sudah selayaknya saling menyayangi, mengalah sedikit biar bisa main bareng, dan sebagainya.

Jadi, bukan mengharamkan film ini ya… cuma kita sebagai orang-tua perlu meluruskan pada anak-anak saja…

***

Kurang lebih seperti itu pendapat saya… Setiap anak menonton tayangan apapun, meskipun dia sudah diberi label Semua Umur (SU), akan lebih baik kita tetap mendampingi dan memberikan pemahaman mengenai film pada anak-anak.

Kalau menurut teman-teman bagaimana?

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

No comments :

Post a Comment