SOCIAL MEDIA

search

Wednesday, April 1, 2020

Mahesha's 5th Dino Party

Ulang-tahun Mahesh sudah berlalu lebih dari dua bulan lamanya, dan akhirnya malam ini benar-benar menyempatkan waktu untuk membuat dokumentasi ulang-tahunnya yang kelima beberapa waktu lalu itu…

***

Ulang-tahun Mahesh itu tanggal 18 Januari, dan hari itu tanggal 3 Januari saya baru mulai berburu printilannya; mulai dari goodie bag, pesen kue tart, aksesoris ultah macam balon dan bunting, dan sebagainya. Sebenarnya ini rada mepet sih, tapi apa boleh buat, waktu itu kami baru pulang dari pulang kampung di Jogja… Dimana sebenarnya bukan ga bisa atau ga ada waktu sih sembari liburan sembari nyiapin, tapi emang suasananya bikin lupa semuanya, jadi… ya sudah lah, sepulang dari Jogja baru deh saya buru-buru kontak sana-sini untuk memastikan semuanya siap di hari yang di rencanakan.

Saya itu perfeksionis! Maunya meskipun sederhana, ultah Mahesh yang akan dirayakan di sekolah ini stick on satu tema dengan detail yang sesuai standard saya, tapi juga dengan budget yang masuk akal lah… Nah loh, susah kan…


#1# Goodie Bag dan Souvenir

Dan first thing first yang harus buru-buru dipastikan tentu saja adalah perihal goodie bag sekaligus souvenir.

Why?

Karena saya mau customize Saya mau goodie bag itu sekaligus souvenir, jadi lebih efisien dan hemat tentu saja, hehe…

Dan puas dengan goodie bag pada ultah Mahesh yang keempat tahun lalu, langsung saja saya kontak Baby Little Corner (Instagram: @babylittlecorner) dan berharap order saya masih bisa diterima mengingat seringkali order mereka cukup padat.

Baca juga: 



Dan tada! See that beautiful picture? Yes, alhamdulillah order saya masih bisa diproses dan pesanan pun datang tepat waktu. Terima-kasih untuk owner Baby Little Corner yang sudah sangat ramah melayani pesanan saya *kiss*

Oh ya, untuk goodie bag kali ini saya sengaja pilih model backpack string karena lebih luas dan leluasa untuk membawa berbagai barang. Jadi lebih berguna lah nantinya… Bisa buat bawa buku, bekal, atau mukena. Bordir tulisannya juga sengaja saya request minimalis dan tidak terlalu mencolok supaya orang lebih nyaman memakainya nantinya.

Motif… tentu saja dinosaurus ya… dalam dua warna; biru tua untuk boys dan putih untuk girls!


#2# Kue Ulang Tahun

Dan selanjutnya, hal kedua yang tidak kalah krusial adalah kue ulang tahun, yang menurut prediksi saya seharusnya tidak akan terlalu ribet karena waktunya masih dua minggu, tapi ternyata salah! Mungkin karena habis libur panjang, beberapa bakery sudah close order dan begitunya dapat yang bisa, eh dia Hari Minggu tutup, padahal ulang-tahun Mahesh bakal dirayakan di Hari Senin… Duhh…

Tapi, untung deh, setelah tanya seorang teman kemudian saya coba kontak Shereen Cakes and Bread (instagram: @shereencakes) yang sebenarnya adalah salah satu bakery kenamaan di Bandar Lampung, makanya bikin keder dan ga pernah order cake kesana, karena takut ga kuat kantong, haha…

Tapi, eh tapi, ternyata harganya relatif ga mahal lho dibanding kue yang sering saya pesan… Isiannya bervariasi dari blackforest sampai lapis Surabaya dan yang paling penting mereka bisa mewujudkan desain request saya!


Yang desainnya tentu tidak jauh-jauh dari dinosaurus ya… Dan sengaja saya cari yang desainnya tidak terlalu kompleks tapi imut seperti di atas…


#3# Topi Ulang Tahun, Bunting Flag, Piring Kertas dan Plastik Snack

Nah, topi dinosaurus lucu yang bisa di-customisasi ini pre-order di merchant Tokopedia, Oh Little Man seperti ulang tahun Mahesh sebelumnya.


Sementara bendera bunting, piring kertas dan plastik snack-nya juga masih beli di merchant Tokopedia, Party Stock Indonesia.




Oh ya, kenapa ada plastik snack lagi ini padahal goodie bag udah ada itu untuk bapak-bapak dan ibu-ibu staf di sekolah Mahesh yang juga sering bantuin Mahesh. Isinya sama kok sama goodie bag-nya…


#4# Balon!

Believe it or not, balonnya itu beli dari luar negeri lho… cuma ya lewat market place sih… Jadi ga pake ongkir dan ga ribet. Cuma yang perlu diperhitungkan itu waktu pengiriman yang memang agak lama, jadi ga bisa dadakan…

Untuk acara ulang tahun Mahesh sendiri kemarin sekitar dua mingguan lah kami sudah pesan, dan itu pun ya sudah rada deg-degan sih bakalan sampai tepat waktu atau enggak, haha…



Jadi balon plus tangkainya yang warna putih dan hijau totol, angka '5', balon dinosaurus dan bintang-bintang untuk dekorasi itu beli di salah satu merchant Shopee, Enjoyparty.id.

Niat banget sampai tongkatnya beli di luar juga demi gratis ongkir teman-teman… Karena kan lebih dari nominal tertentu ada subsidi ongkir, hehe…


#5# Undangan

Dan yang terakhir… undangan… Belinya masih di Tokopedia pada merchant Geeta Design…

Kenapa pesan disana, ya pertama karena desainnya bagus, sesuai dengan preferensi saya dan harganya pun terjangkau.


Tentang undangan ini, ada sedikit cerita lucu sebenarnya…

Jadi, awalnya kan undangan sudah dibuat tanggal 18 Januari sesuai hari ulang tahun Mahesh, terus baru tersadar kalau tanggal 18 itu hari Sabtu dan sekolah libur pas dihubungi guru Mahesh. Karena undangan sudah tercetak, ya udah saya minta dibuatin versi lain karena untungnya belum dikirim itu undangan.

Dasar ceroboh!

***

Dari persiapan aja kayaknya lumayan ribet ya… Apalagi ini adalah kali pertama ulang-tahun anak tanpa ada suami di rumah, karena dengan LDM alias Long Distance Marriage. Meskipun untungnya pas suami pulang sempat bantu nyiapin goodie bag, beli beberapa snack yang kurang, sampai mompain balon. Selebihnya; urusan ambil kue, ambil foto dokumentasi persiapan sampai acara dan pas acara, alhamdulillah bisa diselesaikan sendiri.


Oh ya, untuk dekorasi sendiri sudah saya serahkan pada miss Mahesh Jumat sebelum libur sekolah untuk mulai di pasang Senin pagi karena takut kempes. Jujur, saya ngebayanginnya ngerepotin banget ya, cuma kata missnya, "Amann…" Huhu, makasih ya miss…

Tepat waktu, jam 9.30 kami sudah sampai di sekolah Mahesh… langsung siap-siap dan alhamdulillah masih ada waktu untuk istirahat sebentar. Meskipun, sebelumnya sudah ada tragedi cari korek api dulu, haha…




Acara sendiri berjalan sederhana dan ceria dengan Miss Dede sebagai MC… Ada sesi nyanyi bareng, ngasih kado, potong kue, makan bareng, sampai terakhir nyanyi bersama. Seruu!! Dan namanya juga acaranya anak-anak, banyak lucunya… Aahh, bener-bener bikin ketawa happy banget, ilang deh semua capek dan ngantuknya…



Mahesh sendiri, jangan ditanya… kayaknya campuran antara seneng dan bangga punya kue ulang-tahun, disuruh duduk di depan, dapet kado, dan jadi tokoh utama meski cuma beberapa menit.


Nah, setelah seluruh rangkaian acara selesai, anak-anak pulang sekolah deh… Dan pas pulang ini lah dibagiin balon untuk dibawa pulang. Yang katanya Mahesh, "Adek ga mau balon yang ijo, soalnya gampang meletus!" Wakakak, baiklah, siapp Adek!


Habis itu, sampai rumah… lagi deh hebohnya buka kado… Bukan Mahesh aja, tapi Ganesh juga… Dan, somehow agak terenyuh juga sih pas Ganesh nanya, "Mama, nanti Anesh kalo ulang-tahun dirayain juga ga? Dapet kado juga ga?" Dan saya jawab, "Insyaallah nanti dirayain di rumah ya sama Papa Mama, kan Anesh sudah gede… emang ada temen Anesh yang masih ngerayain ulang-tahun di sekolahan?"

Yes… Ganesh sudah kelas 3 SD sekarang dan sejak masuk SD budaya merayakan ulang-tahun di sekolah emang udah ga ada… Di sini tampaknya sih dia pengen juga dapet banyak kado kaya adeknya, meskipun setiap ulang-tahun pun saya dan suami selalu beri dia kado.

"OK Anesh, it's time to grow up ya…"


OK, demikianlah cerita ulang-tahun Mahesh yang kelima sekitar dua bulan yang lalu… Maaf baru ditulis ya Mahesh, you know lah rempongnya mama tiap hari sekarang ya…

And last note… doa Mama untukmu selalu ya Mahesh, semoga tumbuh menjadi manusia yang soleh, sehat jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, pengasih, sayang Papa dan Mama, serta bahagia… amiin…

Dan semoga pandemi korona ini juga segera berlalu ya Nak, supaya kita bisa main lagi nanti… amiin…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Monday, March 30, 2020

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, Yay or Nay?


Halo teman-teman semua? Bagaimana kabarnya hari ini setelah kurang lebih dua minggu #dirumahaja?

Hmm, mungkin perubahan drastis yang terjadi dua minggu ini lumayan bikin stress ya…

Demikian juga dengan saya… yang sebelumnya bisa dibilang super mobile dan aktif, dari pagi menyiapkan anak-anak sekolah, antar-jemput mereka, mengecek toko dan gudang, mengurus administrasi toko dan sebagainya itu kini berubah total. Sekarang, apa-apa yang bisa dikoordinasikan dari jarak jauh ya dilakukan di rumah, meskipun tetap pada saat-saat tertentu tetap harus keluar juga… Mostly sih untuk belanja keperluan rumah sekaligus ngecek toko, jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Selain untuk meminimalkan mobilitas demi mengurangi penyebaran virus corona, juga karena sedikit malas dengan ritual sehabis bepergian yang sekarang wajib dilakukan (baca: begitu sampai di rumah, ga usah duduk, langsung mandi keramas dan cuci baju). Bayangkan ribetnya dalam sehari jika harus berkali-kali keluar, lha wong sekali keluar aja paling tidak mandi dua atau tiga kali kan.

Huhu, iya… saya ini malas disuruh mandi, makanya selalu membutuhkan sesuatu yang menyenangkan untuk memotivasi; seperti musik dan sabun mandi yang wangi, jadi serasa mandi parfum. Dan kalo dua hal itu sudah ada, hehe, jadinya kaya anak kecil… disuruh mandi susah, begitu mandi lama.


Nah, baru-baru ini nih, saya saya nyobain Vitalis Body Wash… Dan ga tanggung-tanggung, ketiga variannya saya coba semua. Lalu bagaimana hasilnya? Berikut review saya sebagai penikmat sabun wangi dan pendamba kelembutan… 👸


#1# WANGINYA BENERAN LEMBUT

Jadi, saya ini rada anti sama wangi-wangian yang tajam dan menyengat teman-teman, jadi untuk wewangian, baik parfum atau sabun mandi selalu carinya itu yang aromanya bunga atau buah alias floral dan fruity.

Kalau pakai Fragrance Wheel-nya Michael Edwards, itu di area Floral Notes sampai sedikit ke bawah bagian Fresh Notes. Somehow, kurang suka juga aroma yang menurut saya itu tajem banget fresh-nya… 

Aroma-aroma lembut kaya gitu tuh bagi saya enak untuk dihirup dalam-dalam dan bikin relax gitu. Bye-bye lah aroma-aroma yang rada strong, kecuali suami saya yang beliin parfumnya, haha, beberapa kali loh dia beliin parfum aroma floral, tapi fresh-nya rada strong. Ya tetep saya pake, walau dikit-dikit karena pake cinta kasihnya, dan kalo lagi bad mood ya tetep balik ke aroma-aroma lembut.

OK lah, ini bahasan aroma parfum dari orang yang ga paham parfum ya sebenarnya, semoga cukup bisa dipahami…


Nah, singkat kata; aromanya Vitalis Body Wash ini nih cocok dengan selera saya itu.

Dan berikut sensasi mandi parfum dari masing-masing varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini:

White Glow (Pink)


Perpaduan antara aroma bergamot, cherry dan raspberry (top notes); marsmallow, gardenia, dan rose (middle notes); dan dibungkus dengan aroma cedarwood, sandalwood, dan musk (base notes). 

Tiga kata yang menggambarkan wanginya menurut saya adalah: glamor, feminin dan elegan.

Soft Beauty (Ungu)


Perpaduan antara aroma aldehydic, fruity, dan green (top notes); yang disusul dengan aroma rose, muguet, dan violet (middle notes); dan ditutup dengan aroma woody, sandalwood, dan tonka bean (base notes).

Tiga kata yang menggambarkan wanginya menurut saya adalah: segar, feminin, dan lembut.

Fresh Dazzle (Hijau)


Perpaduan antara aroma pear, cassis, dan bergamot (top notes); fressia, violet, dan rose (middle notes); dan musk, amber, serta cedarwood (base notes).

Tiga kata yang menggambarkan wanginya menurut saya: relaxing, fresh, dan lembut.

***


Jadi, saya suka yang mana?

Yang hijau atau Fresh Dazzle tentu saja… Meskipun pada saat berubah mood kadang pengen coba wangi lainnya juga sih


#2# LEMBUT DI KULIT (TIDAK BIKIN KERING)

Sungguh, saya ini tipe orang yang mewajibkan sabun mandi itu ga bikin kulit terasa terlalu kesat dan kering setelahnya. Jadi, iya sih, saya emang pilih-pilih banget soal sabun mandi, dan kalau udah nemu yang cocok ya udah, bakalan setia dan males coba yang lain.

Nah, pas mau coba Vitalis Body Wash ini pun sebenarnya rada skeptis juga, karena kebanyakan sabun mandi itu menurut saya bikin kulit terasa kering untuk jenis kulit saya normal cenderung kering. 

Dan setelah dicoba, ternyata enggak lho… kulit saya bukan yang terasa lembab banget sih, tapi tidak menjadi kering. Dari skala 1 sampai 5, menurut saya Vitalis ini ada di skala 4, sehingga sensasi setelah mandi pun kulit terasa segar dan tidak kering.

Lalu, cek ricek kandungan yang terdiri dari (varian Fresh Dazzle): Aqua, Sodium Laureth Sulfate, Cocamidopropyl Betaine, Lauric Acid, PCA, Glycol Distearate, Cocamide Methyl MEA, Glycerin, Potassium Chloride, BHT, Tetrasodium EDTA, Etidronic Acid, Propylene Glycol, Camelia Sinensis Leaf Extract, Citrus Junos Fruit Extract, Butylene Glycol, Citric Acid, DMDM Hydantoin, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, CI 42090, CI 19140.

Berikut hasil analisa dari SkinCarisma akan ingredient ini adalah sebagai berikut…


Beberapa informasi yang kita dapatkan dari infografik itu diantaranya adalah bahwa dari sisi ingredient, produk ini memiliki kelebihan: Paraben Free, EU Alergen-Free, Alcohol-Free, dan Silicone-Free. Dimana bahan-bahan ini menurut beberapa penelitian memiliki efek negatif, terutama jika digunakan secara berlebihan, sehingga dengan tidak adanya ketiga bahan ini, kita bisa merasa aman.

Sedangkan kelemahannya adalah mengandung Sulfate yang memiliki kecenderungan untuk membuat kulit kering dan kurang sesuai untuk kulit berjerawat (atau berminyak) karena memiliki kecenderungan bersifat comedogenic.

Oh ya, pantas saja kalau gitu sabun ini pas di kulit saya yang normal cenderung kering ya…

Selain itu untuk masing-masing varian sebenarnya memiliki manfaat tersendiri juga untuk kulit, meskipun saya belum bisa membedakannya, kecuali favorit saya yang hijau tentu saja…

White Glow (Pink)

Mengandung ekstrak Licorice dan Susu untuk membantu kulit lebih cerah.

Soft Beauty (Ungu)

Mengandung ekstrak Avocado dan Vitamin E untuk kulit yang lembut dan elastis.

Fresh Dazzle (Hijau)

Mengandung ekstrak Yuzu Orange dan Green Tea untuk memperbaiki mood.


#3# CATATAN-CATATAN LAIN

Memiliki Sertifikat Halal MUI

Sertifikasi ini menandakan bahwa Vitalis Body Wash ini menggunakan bahan-bahan dan proses pengolahan yang halal. Jadi kita pemeluk Agama Islam tidak perlu khawatir.

Kemasan

Vitalis Body Wash ini ada juga kemasan isi ulangnya sih, bahkan yang jumbo ukuran 450 ml. Which is menurut saya bagus, karena bisa meminimalkan pemakaian plastik.

Ya bayangin aja kan kalo setiap kali habis mesti beli botolnya, udah pasti ga mendukung diet plastik karena kemasan botol itu kan tebel banget alias pake banyak materi plastik.

Tapiii… buat pemakai loyal seperti saya, nungguin kemasan pump bulky-nya nih… Ini preferensi pribadi sih, tapi kalo udah suka sama sabun tertentu, pasti saya cari kemasan pump yang paling gede jadi praktis aja nangkring di kamar mandi dalam waktu lama ga perlu dikit-dikit isi ulang.



#4# 'YAY' OR 'NAY'

Beberapa poin 'YAY' dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini adalah:
  1. Wanginya segar dan relaxing banget
  2. Tidak membuat kulit kering
  3. Bebas bahan berbahaya seperti Paraben, EU Alergen (ada daftarnya bahan apa aja ini), Alcohol, dan Silicone
  4. Memiliki sertifikasi halal
Sementara pon 'NAY'-nya adalah:
  1. Kurang cocok untuk kulit berjerawat dan berminyak.
  2. Mengandung Sulfate.
  3. Belum ada kemasan pump gedenya.
Dan, kesimpulannya, buat saya pribadi sih, it's a 'YAY' untuk yang varian Fresh Dazzle (Hijau), terutama karena kriteria utama saya akan sabun mandi itu ya sebatas wanginya relaxing, lembut (ga bikin kulit kering), dan nambah satu lagi tidak mengandung bahan berbahaya. 


Dan yes, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle ini masuk playlist sabun mandi saya yang tinggal di shuffling aja sesuai mood… udah kaya apa aja ya… Tapi ya emang gituh, beneran deh sabun mandi itu jadi item penting banget buat saya semangat dan menikmati yang namanya mandi… Tanya suami deh kalo ga percaya, dia tahulah se-rigid apa soal sabun mandi, alias ga mau ganti asal-asal.


OK, sekian deh cerita saya soal ritual mandi… yang pastinya sekarang jadi lebih penting demi menjaga higienitas ya… Jadi, kalau dulu suka males dan menunda-nunda, sekarang tidak ada kompromi… HARUS! Dan dengan keharuman yang so relaxing seperti ini, sensasi mandi parfumnya pun turut membuat menenangkan pikiran dan mendukung imunitas.

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Referensi:

A Guide To Fragrance Strength and Type. https://www.perfumedirect.com/pages/a-guide-to-perfume-strengths-and-types. Diakses tanggal 29 Maret 2020.

Cosmetic Ingredient Analizer. https://www.skincarisma.com/ingredient-analyzer. Diakses tanggal 30 Maret 2020.

Friday, January 17, 2020

Berburu Buku Impor di Bookdepository.com

Dari dulu, saya suka sih baca buku… tapi buku ringan macam majalah, novel, dan komik. Sampai ngumpet-ngumpet dulu terkadang belinya, ngerasa kalo beli novel kala itu ya tergolong buang-buang duit dan pasti diomelin ibuk…

Kemudian kuliah Psikologi, baru deh kenal buku-buku berat berbahasa Inggris yang banyak dijarikan rujukan. Yang ternyata meskipun cukup effortfull bacanya, tapi nyenengin karena bikin penasaran. Waktu itu, buku import berbahasa Inggris of course fotokopian sih, namanya juga kantong mahasiswa kan. Tapi, asli deh, buku-buku saya waktu itu lumayan lengkap, meski ya bacanya ga sampai benar-benar khatam sih, tapi pada bagian-bagian yang perlu saja.

Tapi intinya, membaca buku berbahasa Inggris sesuai bahasa aslinya itu memiliki kenikmatan tersendiri.

Itu kenapa kebiasaan ini terus berlanjut meski tidak kuliah lagi, tapi tentu dengan intensitas yang turun drastis sampai kadang setahun ya satu buku saja. Tapi, tetap lah kebiasaan menyambangi toko buku import setiap transit di bandara itu berlanjut… meski, yah… sekedar untuk cuci mata saja karena sadar diri tidak lagi punya banyak waktu dan kenyataan kalau buku import itu lumayan pricey, jadi ga mungkin lah dibeli hanya sekedar untuk koleksi, haha…


Iya, dulu sih setiap mampir bandara pasti langsung cari toko buku dan khusuk memandagi mereka, tapi, lain cerita sejak punya anak. Boro-boro khusuk, ada juga saya yang akhirnya angon mereka liar di bagian buku anak-anak… Sejak itulah kebiasaan itu berubah menjadi belanja online saja, seperti banyak aktivitas belanja saya lainnya…

Dan so far, dari beberapa toko buku impor yang saya kunjungi, yang paling sering sih ya Bookdepository.

Kenapa Bookdepository, berikut beberapa alasannya:
  • Harga bersaing. Kalau mau beli buku, saya suka bandingin dari toko ke toko sih harganya… Dan seringnya buku-buku Bookdepository ini diskon, sehingga harganya lebih hemat daripada toko-toko lainnya. 
  • Gratis biaya kirim sampai ke tangan kita. Buku-buku yang kita beli di Bookdepository itu dikirim dari UK, jadi gratis ongkir itu bener-bener something banget. Dan, ini sebenarnya bukan gratis biaya kirim saja, tapi benar-benar tanpa biaya sampai ke tangan kita. Jadi kalau kita beli beberapa buku sekaligus, supaya tidak perlu terkena pajak, maka buku kita akan dikirim satu persatu.
  • Lengkap. Yup karena memang dikirim dari negara asalnya, so far saya selalu menemukan buku apapun yang saya cari di Bookdepository sih. 
  • Pembayaran mudah dan trusted. Pembayaran bisa pakai kartu kredit atau pay-pal dan sejauh ini produk selalu saya terima dalam kondisi baik.
OK, kayaknya udah ideal banget ya ini belanja buku disini… Tapi, bener sih kata pepatah kalau di dunia ini tak ada gading yang tak retak alias tidak ada yang sempurna. Bookdepository ini memiliki kelemahan, yaitu pengiriman yang (sangat) lama dan tidak ada resi untuk di-tracking! Jadi, setelah buku dikirim ya kita cuma bisa pasrah menunggu…

Dulu, rata-rata sebulanan buku pesanan saya datang, tapi entah kenapa, akhir-akhir ini bisa sampai hampir tiga bulanan lho…

Beberapa waktu lalu, saking lamanya sampai saya pernah kontak customer service-nya dan minta nomor resi, tapi ya memang ga ada. Saya cuma disarankan untuk mendatangi Kantor Pos terdekat saja… Jadi, ya memang modal percaya dan doa sih kalo belanja di Bookdepository.com…

Bookdepository.com sih terpercaya, dia selalu kirim pesanan kita dan bisa dilihat juga kapan pesanan kita dikirim. Tapi, karena tidak ada nomor tracking, ya selanjutnya benar-benar di luar kendali kita maupun seller. Palingan usaha yang kita bisa lakukan jika memang buku sudah hitungan satu bulan belum sampai, ya mencari ke Kantor Pos… karena saya baca di beberapa artikel yang lama itu pengiriman di Indonesia-nya. Beberapa berasumsi karena ini gratis, jadi tidak diprioritaskan pengirimannya di Indonesia. Dan beberapa lagi mengaku menemukan bukunya di tumpukan paket di Kantor Pos setelah berinisiatif mendatanginya sesuai saran dari pihak Bookdepository.

Which is buat beberapa orang hal semacam ini lumayan ngeri ya…

Jadi, gimana… recommended ga nih belanja di Bookdepository.com?

Ya kalau saya sih recommended, karena so far masih menawarkan harga yang sangat bersaing dibandingkan toko buku online lainnya. Tapi, kalau kamu tipe orang yang mengutamakan rasa aman dan kepastian daripada harga; bisa juga memilih beberapa toko buku online berikut:

  • Periplus.com. Beberapa kali order disini juga pas ada promo dan puas. Kelebihan dari toko buku ini karena ada nomor resi yang bisa di-tracking dan kadang-kadang ada kerjasama promo dengan pembayaran lokal. Jadi, ya sering-sering aja cari info promo dan jangan lupa langganan news letter-nya.
  • OpenTrolley.com. Sesuai dengan klaimnya sebagai toko buku import lokal, semua pesanan dikirim dari Jakarta dengan nomor resi, jadi sudah pasti lebih pasti dan aman ya. Terkadang juga ada event promo pembayaran, jadi rajin-rajin aja update info dari mereka ya.
Nah, kurang lebih begitu deh pengalaman saya berburu buku import. So far, Bookdepository.com masih jadi favorit sih karena lebih ramah di kantong **huhu, maklum emak-emak banyak kebutuhan kan** Sejauh ini buku pesanan sampai semua, meski yang terakhir ini juga sudah hampir dua bulan belum sampai sih… Risiko lah, namanya mau hemat ya kadang harus terima tingkat kenyamanan dan keamanan yang lebih rendah juga…

Dan ya itu balik lagi ke kita sebagai customer, mana yang lebih penting…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Tuesday, December 10, 2019

The Whole Brain Child #4: Mengintegrasikan Memori Implisit dan Eksplisit

Halo teman-teman… It's been a while banget ya dari tulisan terakhir review dari buku 'The Whole-Brain Child' yang saya niatkan akan dipost di blog ini. Huhu, maafkan lah ya, ternyata menjadi 'self-employeed' itu banyak tantangannya, apalagi kalau punya banyak keinginan kaya saya. Oh ya, saya baru saja relaunching Youtube Channel saya lho, akan sangat senang sekali kalo teman-teman subscribe DISINI ya…


OK, sebelum jadinya curhat, kita langsung aja ke bab tiga buku 'The Whole-Brain Child' ini ya…

Nah, setelah di dua bab sebelumnya kita membahas tentang otak bagian depan, belakang, atas, dan bawah; maka pada bab ini dibahas mengenai memori dan hipocampus sebagai 'PIC'-nya.

Mitos Tentang Memori

Selama ini, mungkin pemahaman kita mengenai memori adalah sesederhana bahwa memori adalah semacam file mental yang tersimpan rapi dalam otak kita atau bahkan memori itu adalah hasil foto copy dari keadaan atau situasi yang kita alami.

Namun, ternyata memori adalah hal yang lebih kompleks dari itu…
  • Memori adalah asosiasi dimana otak memproses sesuatu saat ini dan menghubungkannya dengan pengalaman serupa di masa lalu. Atau singkatnya, memori adalah keadaan dimana suatu kejadian di masa lalu mempengaruhi kita di masa kini.
  • Memori terdistorsi baik sedikit atau banyak (bukan sebuah gambaran identik seperti foto copy), dimana keadaan pada saat kita menyimpan atau me-recall memori akan mempengaruhi bagaimana gambaran memori tersebut.

Memori Implisit dan Eksplisit

Bayangkan memori tentang bagaimana kita mengganti popok anak kita. Jika kita adalah seorang ibu yang sebelumnya sudah terbiasa menggantikan popok anak-anak kita, kemudian langkah-langkah mengganti popok tentu adalah hal yang otomatis. Kita bahkan tidak sadar proses me-recall memori ini. Inilah yang disebut sebagai memori implisit.

Namun, bayangkan jika anak-anak kita sudah dewasa. Saat kemudian kita mengganti popok anak kerabat kita, langkah-langkahnya mungkin otomatis; namun mungkin ada saat dimana kita tercenung mengingat bagaimana kita begitu gugup pada saat mengganti popok pertama kali dulu. Inilah yang disebut dengan memori eksplisit.
Sederhananya sih saya menyebut memori implisit itu adalah memori yang tidak kita sadari, sedangkan memori eksplisit adalah memori yang kita sadari.
Dan kenyataannya hingga 18 bulan pertama hidup kita hanya memori implisit lah yang terbentuk, baru kemudian selanjutnya otak kita mampu membentuk memori eksplisit.

Itu kenapa kita ga bisa ingat bagaimana rasanya hidup di dalam rahim ibu kita, atau sewaktu dilahirkan, bagaimana nyamannya digendong sampai tidur oleh ibu kita, dan sebagainya. Tapi, saya percaya bahwa pengalaman-pengalaman itu sesungguhnya ada tanpa bisa kita sadari.

Priming

Memori implisit, namun demikian (tidak kita sadari) membentuk ekspektasi kita tentang bagaimana sesuatu harus berjalan berdasarkan pengalaman kita sebelumnya.

Misalnya nih, kaya anak saya Mahesh yang sejak kecil setiap kali saya akan berangkat kerja selalu 'da-da' dulu. Nah, suatu kali dia saya tinggal sedang tidur siang, bangun-bangun langsung anaknya nangis kejer karena saya ga ada dan dia belum 'da-da'. Sampai-sampai, ya kalau memang dia mau tidur siang dan saya mau pergi, sebelum terlelap tidur, kami 'da-da' dulu…

Kondisi ini (memori implisit) ini juga yang membuat otak bersiap-siap melakukan respon tertentu sesuai kebiasaan, dan inilah yang dinamakan 'priming'.


Misalnya pada saat seorang anak dikritik pada saat bermain piano, kemudian dia menjadi tidak nyaman; jika hal ini sering dilakukan, maka selanjutnya otak pun akan merasa tidak nyaman untuk bermain piano. Dan akhirnya si anak pun tidak suka bermain piano, karena otaknya terbiasa dengan pola bahwa bermain piano akan menimbulkan kritik dan perasaan yang tidak nyaman.

Mengintegrasikan Memori Implisit dan Eksplisit

Yup, demikianlah permasalahan dari memri implisit, terutama pada pengalaman yang tidak nyaman atau bahkan menyakitkan; yaitu pada saat kita tidak menyadarinya, maka dia akan tertimbun dan membatasi atau melemahkan kita secara signifikan.
Kejadian negatif, meskipun tidak kita sadari bisa menimbulkan ketakutan, kesedihan, penolakan dan emosi negatif serta sensasi pada tubuh.
Hal ini misalnya terjadi pada saat Ganesh takut untuk dicabut giginya beberapa waktu lalu. Waktu itu, beberapa kali Ganesh selalu kesulitan mengendalikan reaksinya pada saat dokter gigi akan mencabut giginya. Dia jelas paham bahwa dicabut gigi itu tidak akan terlalu sakit, dia pun sudah duduk dengan kemauannya sendiri di meja tindakan. Namun, begitu dokter hendak mengambil giginya, langsung tangannya bergerak menahan tangan si dokter.

Disitu jelas ada sesuatu pengalaman yang membuatnya ketakutan meskipun tidak disadarinya.

Baca juga:

Nah, bagaimana membantu anak dengan masalah ini adalah dengan membuatnya meyadari memori implisit ini dan membuatnya menjadi eksplisit. Jadi, jangan dilupakan, tapi diintegrasikan…

Menyadari suatu pengalaman akan membuat kita memahami apa yang terjadi, sehingga mampu mengendalikan peikiran dan perilaku kita.

Dalam kasus di atas, karena Ganesh pun tidak meyadari kejadian apa yang membuatnya takut cabut gigi, akhirnya saya pun mengajaknya membayangkan langkah-langkah cabut gigi yang harus dihadapinya. Mulai dari menunggu, masuk ke ruang dokter, bau ruangan dokter, ngobrol dengan dokter, duduk di meja tindakan, dan seterusnya. Hingga akhirnya Ganesh pun berani dicabut giginya kembali…

Oh ya, tapi sebelum kita over analisa ketika anak menunjukkan gejala semacam priming, kita perlu melakukan kroscek tentang kondisi anak. Apakah anak sedang lapar, marah, kesepian atau lelah (HALT = Hungry Angry Lonely or Tired). Dan jika memang demikian, maka kita perlu menunggu hingga kondisi anak siap untuk kita ajak mengobrol tentang kondisinya.

Teknik Mengintegrasikan Memori Implisit dan Eksplisit

Sebelumnya kita telah membahas strategi dari Buku The Whole-Brain Child ini sampai dengan strategi kelima, dan berikut adalah dua strategi berikutnya:

#6: Replaying memories atau mengajak anak menceritakan apa yang dialaminya

Mengajak anak bercerita sesungguhnya adalah cara untuk membantu anak menyadari pengalaman atau memori implisit yang tidak disadarinya, terutama pengalaman negatif… karena adanya kecenderungan kita untuk melupakan atau mengabaikan ingatan yang membuat kita merasa tidak nyaman. Padahal, ingatan (negatif) itu ibarat kepingan puzzle yang tetap harus disadari agar kita bisa memahami keseluruhan cerita.

Nah, salah satu trik supaya anak-anak merasa lebih nyaman bercerita adalah dengan menganalogikakan proses bercerita ini sebagai DVD Player, dimana mereka bisa play, pause, fast forward (saat ada cerita yang membuat kurang nyaman) dan rewind untuk cerita yang perlu diperjelas detailnya.

Cara ini bukan sekedar bertujuan agar kita mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang dialami anak, tapi juga untuk membantu mereka menyadari permasalahan yang dialaminya. Karena itulah, anak perlu bercerita sedetail mungkin hingga mendapatkan insight mengenai hal yang membuatnya merasa tidak nyaman.

#7: Mengingat untuk mengingat

Faktanya, setiap kejadian yang kita alami sesungguhnya akan menjadi memori, baik memori yang disadari (eksplisit) maupun memori yang tidak disadari (implisit). Dan untuk menjadi pribadi yang sehat secara mental, sebisa mungkin kita harus menyadari memori yang ada dalam diri kita. Itu kenapa, mengingat apa saja kejadian yang telah kita alami menjadi hal yang sangat bermanfaat.

Untuk itu, kita bisa membantu anak-anak kita untuk membiasakan hal ini dengan merangsang anak-anak untuk menceritakan pengalamannya. Bukan sekedar bertanya, "Bagaimana sekolahnya hari ini Kak?" tapi lebih spesifik, seperti pertanyaan "Apa hal menyenangkan yang terjadi hari ini?" dan "Apa hal yang menyebalkan hari ini?" Sehingga akan merangsang mereka untuk mengingat pengalamannya secara detail.

Atau, bisa juga dengan mengajarkan mereka menulis diari atau jurnaling… Yaitu menuliskan pengalaman dan perasaannya secara rutin.

Yup, tips terakhir ini saya sudah praktekkan pada diri saya sendiri kala remaja. Menulis diari itu somehow membuat saya lebih menyadari dan memahami kejadian dan apa yang saya rasakan karenanya. Juga membantu saya mendapatkan berbagai insight akan kejadian-kejadian itu…

Untuk Para Orang-Tua

Fiuh, membaca chapter ini sebenarnya mengingatkan saya pada banyak hal, seperti istilah 'inner child', juga pengalaman survive Dave Pelzer yang abused di masa kecilnya bahwa kebencian seringkali membuat kita menjadi persis sama seperti orang yang kita benci…

Yup, sebagai orang-tua pun kita harus menyadari bahwa perilaku kita tidak lepas dari memori kita, puzzle yang mungkin belum lengkap pada masa lalu kita. Kenapa kita mudah marah dan emosional pada kejadian tertentu dalam pengasuhan anak, sangat mungkin itu adalah bagian dari memori implisit kita yang belum kita sadari… Mungkin itu adalah mekanisme priming yang timbul akibat pengalaman negatif kita di masa lalu…

Itu kenapa, sebagai orang-tua, jika kita menyadari ada sesuatu yang salah dengan perilaku atau kondisi emosional kita, kita pun perlu berusaha menggali pengalaman-pengalaman negatif yang pernah kita alami… mengangkatnya ke alam sadar dan berdamai dengannya, sehingga tidak mempengaruhi kita secara negatif.
Bahkan jika kita pun dulu mengalami pengasuhan yang meninggalkan memori negatif, kita pun bisa memutus rantai itu supaya tidak berlanjut pada anak kita nantinya.
Don't worry, ini hal yang manusiawi kok… Bukan artinya kita lemah, tapi justru kekuatan itu berasal dari penerimaan akan hal buruk yang pernah kita alami. Well, you can relate when you ever in a bad childhood before

***

Yash, kurang lebih seperti isi dari buku ini… alhamdulillah masih bisa konsisten ya meskipun lambat progressnya.

Dan penutup akhir… semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman semua ya…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-


Sunday, December 1, 2019

Serunya Bermain di Taman Pintar Yogyakarta

Halo teman-teman… masih dalam rangka ngerapel cerita liburan dadakan kami bertiga ke Jogja, beberapa waktu lalu, kali ini saya akan bercerita jalan-jalan kami ke Taman Pintar. Yang kali ini benar-benar cuma bertiga, alias ga ada bulik-bulik yang membantu mengawasi anak-anak karena mereka sudah masuk kerja. 

Karenanya, sengaja saya memilih Hari Selasa dengan asumsi bahwa kepadatan Jogja sudah berkurang karena liburan telah usai. Tapi… apakah demikian, we'll see

PERJALANAN DAN TRANSPORTASI

Lokasi Taman Pintar ini berada di tengah kota, yaitu di Jl. Panembahan Senopati No.1-3, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122… sehingga mudah dijangkau dengan transportasi umum yang tersedia, baik ojol maupun bus. Tapi, karena kami berangkat dari lokasi yang cukup jauh di pinggir kota, kami pun memilih menggunakan taksi online saja. Kalau pakai bis agak susah soalnya, nunggunya akan lama dan berganti-ganti rute.

Kalau dihitung-hitung, jadinya cukup hemat juga, satu tarif untuk tiga orang dan kami juga tidak perlu khawatir bagaimana pulangnya, karena disana banyak taksi online… tidak seperti sewatu ke Hutan Pinus Mangunan.

Baca juga:

Nah, yang agak di luar dugaan itu justru traffic Yogyakarta kala itu yang ternyata masih padat, padahal sengaja kami sudah memilih hari Selasa dengan asumsi bahwa pendatang sudah banyak pulang ke kota masing-masing pada Hari Minggu.

Di jalanan masih ramai… seperti yang kami duga, di Taman Pintar pun cukup padat. Haha, sejak melihat keramaian itu, batin saya sudah mulai menghela napas panjang banget dan menyemangati diri sendiri, "Ayo Nian! Kamu pasti bisa!"

Bukan lebay ya… tapi membawa dua anak usia 8 dan 4 tahun sendirian di keramaian itu selalu menguras tenaga dan emosi.

WAHANA YANG ADA

Secara ini pertama masuk ke Taman Pintar, pas masuk lumayan celingak-celinguk sih…

Tidak jauh dari pintu masuk, ada Planetarium mini… ya langsung aja kami kesana kan, tapi, ternyata harus beli tiket dulu teman-teman dan itu lokasinya agak ke dalam lagi. Emang agak bingung sih kalo baru pertama datang, apalagi waktu itu ga sempet browsing dulu juga karena jaringan di tempat ibu saya memang agak lemot haha…

Yang jelas, wahana taman pintar ini lumayan banyak dan makan waktu teman-teman… kaya gini nih gambarannya…

Gambar diambil dari https://www.tamanpintar.co.id/harga-tiket

Karena datang kesiangan dan Taman Pintar ini tutup pukul 17:00, alhasil kami ke Gedung Oval, Planetarium, Kreasi Gerabah dan Lukis Gerabah saja. Masih banyak wahana lain yang belum kami sambangin, karena ya sudah kecapekan dan udah mau tutup juga tempatnya.

Dan berikut adalah pengalaman kami di keempat wahana tersebut…

Planetarium

Pernah ke Planetarium yang di Jakarta? Nah, yang ada di Taman Pintar ini sama seperti itu tapi ukurannya lebih kecil. Dan disitu kita akan diputarkan film tentang tata surya dalam teater yang berbentuk kubah, sehingga kesannya seperti sedang melihat langit. Anak-anak, of course exited to the max


Oh ya, disini biasanya antri sih… karena kan jam tayangnya tertentu dan kapasitas teater yang terbatas. Jadi, baiknya sih beli tiket dulu, kalau sekiranya antrian memang lama, ya kita muter-muter dulu di wahana lain.

Gedung Oval dan Kotak

Nah, di gedung yang literally memang berbentuk oval dan kotak ini ada bermacam-macam peragaan dan simulasi berbagai ilmu pengetahuan… bukan cuma science, tapi juga ilmu sosial macam simulasi pemilu. Tapi, ya of course, favorit Ganesh adalah berbagai peragaan science yang ada…

Dinosaurus!
Simulasi gempa bumi, si Ganesh langsung ngajarin adeknya mesti gimana kalo gempa bumi…

Tangga menuju lantai dua… Keren ya!

Percobaan fisika tentang roda bergigi

Pengetahuan tentang arsitektur

Daan… itu hanyalah sedikit dari berbagai peragaan ilmu pengetahuan yang ada di Gedung Oval dan Kotak ini. Selain ini, masih banyak lagi dan kalau mau mantengin semuanya, kayaknya sih butuh waktu hampir seharian dan juga stamina yang lagi prima. Karena, fiuh, lumayan capek juga lho…

Program Kreativitas

Disini ada beberapa macam program kreativitas yang ditawarkan, seperti kreasi batik, kreasi gerabah, lukis kaos, lukis gerabah.

Saya sendiri awalnya memilihkan kreasi gerabah untuk anak-anak, tapi ini ternyata ini cukup sulit untuk anak-anak. Awalnya, saya pikir akan memakai meja putar untuk membuat kreasi gerabah, tapi ternyata ini tanah liat saja, jadi ya memang susah dan kurang menarik untuk anak-anak. So, pada saat anak-anak mulai gelisah dan kepengen melukis gerabah, ya sudah lah saya beli tiket lagi untuk lukis gerabah…


PENUTUP

Kesimpulan singkat setelah main kesini, yes, tempat ini recommended untuk anak-anak! Disini, anak akan belajar tentang banyak sekali ilmu pengetahuan dengan cara yang sangat menyenangkan. Dan karena tempat ini luas banget, sebaiknya sih datang dari pagi hari dan pastikan sudah sarapan dengan proper sehingga mampu menjelajahi seluruh wahana yang ada. Atau, siapkan waktu dua hari saja supaya tidak kecapekan…

Kami sendiri sih jelas akan kesini lagi kalau ke Jogja nanti, karena memang belum sempat menuntaskan seluruh wahana. Apalagi, kemarin ibu saya baru nelpon dan bilang kalau Taman Pintar sekarang sudah selesai renovasi dan jadi bagus banget. Fixed banget ini sih, pasti kesana lagi nanti…

Mungkin, nanti kalau kesana, bisa dipikirkan untuk menginap di tengah kota semalam saja untuk memastikan bisa datang pagi-pagi tanpa terlalu effortfull. So, mencari penginapan murah di Jogja adalah kuncinya.

Sekarang sih sudah gampang ya cari hotel lewat aplikasi traveling, salah satunya adalah Pegipegi. Dengan aplikasi ini, saya bisa mulai mencari dan booking hotel meskipun jauh di Lampung dari jauh-jauh hari. Tinggal instal aplikasinya di handphone, pilih pencarian hotel, masukkan data tanggal check in dan checkout, serta lokasi, kemudian tekan tombol search. Segambreng pilihan akan muncul… Tinggal pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari sisi budget, fasilitas, dan lokasi. That simple

Pokoknya… insyaallah liburan sekolah yang sebentar lagi datang ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya deh… Jadi dari jauh-jauh hari sudah dipersiapkan rencananya biar ga nyesel…

***

Sekian cerita saya teman-teman… semoga nanti diberi kemudahan untuk berkunjung ke Taman Pintar dalam waktu dekat lagi ya… Dan untuk sekarang, sebelum liburan, kita belajar dulu buat UAS yok… 😀

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Friday, November 1, 2019

Pengalaman Berbelanja melalui GudangImpor.com

Seperti yang teman-teman (mungkin) tahu, saya ini punya hobi sejuta umat bernama menyanyi yang akhir-akhir ini saya yakini cukup spesial. Yah, dari dulu sih memang sudah ada gejala terobsesi dengan dunia tarik suara. Yup, dulu belum masuk TK aja hobi saya itu pakai baju ala-ala princess berwarna merah tiap pagi, lengkap dengan sepatu cantik dan bergaya ala-ala penyanyi cilik.


Menginjak remaja, lagu yang suka saya senandungkan pun adalah lagu-lagu aliran festival dengan tingkat kesulitan yang relatif tinggi, seperti Christina Aguilera, Delta Goodrem, Evanescence (Amy Lee), dan Stacie Orrico. Bagi saya, dari dulu sampai sekarang, menaklukkan lagu-lagu besar ini adalah kepuasan tersendiri… Makanya, kemudian saya punya obsesi untuk membuat dokumentasi dari hobi ini dalam format yang lebih appropriate… Untuk kepuasan pribadi dan juga ya mungkin juga ada teman-teman yang bisa terhibur dengan cover-cover saya kan… ✌

Karena itu, keterniatan saya pun berlanjut dengan mencari properti untuk keperluan home recording; seperti condenser microphone, shockmount, pop filter, dan standing mic-nya.

Perburuan dimulai dengan browsing pencarian condenser microphone yang bagus tapi juga affordable alias cukup ramah di kantong. Dan setelah membaca berbagai review, pilihan pun jatuh pada Samson G-Track Pro… Yang ternyata nyarinya susah lho di Indonesia… Bukan ga ada, dulu sempet ada, tapi entahlah, pas saya cari di berbagai online shop sampai toko musik konvensional semuanya lagi kosong.

Daaan… seperti biasa, bukannya nyerah, tetep aja saya keukeuh cari itu microphone… Bukan fanatik sih, cuma bagi saya ini kaya mainan mahal, jadi sayang banget kalo ga dapet seperti ekspektasi saya. Ekspektasi ya, sesuai hasil riset saya membaca dan melihat berbagai review di berbagai artikel dan video Youtube… Saya sih sebenarnya belum punya pengalaman dengan hal berkaitan recording seperti ini ya…

Nah, setelah lelah meneror berbagai toko online dan konvensional menanyakan keberadaan si Samson G-Track Pro ini dan kapan restock, akhirnya saya menyerah dan mencari di website luar negri alias import.

Hoho, tapiii… setuju kan ya… Kalo yang namanya import apalagi barangnya lumayan mahal itu sedikit bikin deg-degan dengan biaya lain-lain kan ya… Kadang, kita pesan udah bayar ongkir, eh ternyata masih ada bea cukai yang ga keliatan pada saat transaksi. Mending kalo sedikit, kalo banyak kan berabe jadinya… Makanya mikir ribuan kali lah kalau mau beli barang dari luar negri yang nominalnya agak gede.

Nah, dari situ kemudian saya browsing-browsing sampai ketemu dengan situs GudangImpor.com yang menyediakan jasa import atau pembelian barang dari luar negeri.

Cara untuk berbelanja barang melalui GudangImpor.com sangat mudah… Semudah meng-copy url produk yang ingin kita beli paste di website mereka dan kemudian membayar nominal sesuai perhitungan harga produk dan biaya lain-lain termasuk pajak dan pengembalian pajak.

Atau… singkat kata, berbelanja barang dari luar negeri melalui GudangImpor.com lebih jelas harga yang dibayarkan adalah barang sampai ke tangan kita. Tak perlu khawatir ada pungutan lain-lain lagi…

Cara berbelanja di GudangImpor.com…

Ga ribet kok, berikut langkah-langkah berbelanja melalui website GudangImpor.com:

1. Copy paste url produk yang ingin kita beli, bisa dari Amazon, eBay, atau situs apapun di lingkup UK, US, EUR dan China. Lalu klik 'cek harga'…


2. Setelah klik 'cek harga' maka kita akan diminta untuk mengisi data terkait pemesanan… Nah, setelah semua data kita isi, maka akan muncul harga yang harus kita bayar hingga produk sampai di tangan kita. Jadi, sudah all in, ga ada lagi biaya ongkir, pajak, dan kawan-kawannya… Setelah itu, klik 'add to cart' lalu klik ikon 'cart' dan checkout.


3. Dan, setelah klik 'checkout' tadi, maka kita akan diarahkan ke halaman berikutnya untuk melihat ringkasan transaksi yang akan dilakukan. Next, klik aja 'proceed to checkout'…


4. Di halaman selanjutnya, kita akan diminta mengisi data pengiriman dan juga upload NPWP untuk keperluan pengembalian pajak (tax refund), sehingga nominal yang harus kita bayar lebih sedikit.


5. Setelah itu… langkah terakhir ya order dan bayar deh…

Setelah bayar kapan barang akan kita terima…

Yes, setelah transaksi (apalagi kalo nilai transaksinya gede) udah pasti yang bikin harap-harap cemas itu menunggu barang datang.

Nah, GudangImpor.com sendiri punya standard customer menerima barang, yaitu UK, US dan EUR 30 hari, sedangkan China 60 hari.

Kita juga bisa tracking status order kita dari website GudangImpor.com, meski tracking-nya tidak sedetail kiriman pake jasa logistik lokal ya. Di sini tracking  hanya meliputi barang sudah dibeli, barang dikirim ke Indonesia dan barang dikirim ke rumah kita. Terus, mohon maaf dalam kasus saya kemarin update status tampaknya terlambat. Jadi, sejak email pertama bahwa pesanan saya sudah diorder oleh agen di US itu lama sekali sampai saya terima itu lama sekali.

Melalui update yang juga dikirimkan via email, tanggal 6 Agustus 2019 produk saya sudah diorder di US, lalu tanggal 11 September 2019 dikirim dan sampai di US warehouse serta dikirim ke Indonesia… Kebayang ga sih lamanya dari produk diorder sampai ke gudang itu, hoho… Terus lagi seingat saya sekitar tanggal 12 September 2019 itu microphone condenser sudah sampai di rumah. Logika saya sih dari US ke Indonesia saja udah lebih dari satu hari pengiriman, jadi jedanya mestinya lebih lama kan…

Tapi, no problem, yang penting barangnya sampai dengan selamat sentosa…

Dan by the way… durasi barang sampai di tangan sendiri sebenarnya lebih dari 30 hari ya… tapi masih dimaklumi, lebihnya ga terlalu banyak kok. Dan juga saya ga terlalu was-was karena customer service via whatsapp-nya responsif dengan pertanyaan kita… jadi ya less worry ya…

'Yay' or 'Nay'…

Over all… for me it's a 'yay' karena beberapa alasan… Pertama, karena kepastian biaya dan kedua karena menurut pengalaman saya, GudangImpor.com ini amanah kok… Pesanan saya sampai ke tangan sesuai waktu yang dijanjikan (meski molor sedikit), tanpa biaya tambahan.

Jadi, saya merekomendasikan website ini untuk teman-teman yang awam perihal import seperti saya supaya tidak 'terjebak' biaya-biaya yang tidak tercantum pada saat transaksi.

Soalnya, saya pernah lho beli barang dari luar negeri, eh pas dateng yang terima dimintain uang yang katanya pajak. Waktu itu 20 ribu doang sih… Tapi saya sendiri ga yakin kalo memang itu adalah pungutan yang legal karena saya toh ga dapet bukti pembayaran atau apa. Dan sejak itu, saya lebih berhati-hati dengan yang namanya beli barang dari luar negeri alias import…

Gitu teman-teman…

With Love,
Nian Astiningrum
-end-

Sunday, October 13, 2019

My Pay It Forward Project #2: PAUD STAR

Seperti namanya 'My Pay It Forward Project' yang saya maksud sebenarnya adalah sebuah proyek meneruskan kebaikan yang pernah saya terima kepada orang lain. Dan dalam hal ini adalah spesifik mengenai kesempatan saya dapatkan untuk menjadi seorang individu yang lebih baik secara psikologis.


Yah, seperti yang seringkali saya ungkapkan, saya ini memiliki masalah psikologis pada masa kanak-kanak, remaja hingga dewasa awal. Sesuatu yang tampak dari luar sebagai sikap pemalu dan tidak percaya diri yang akut. Sementara saya sendiri merasa sebagai seorang yang takut melakukan banyak hal, sulit berinteraksi dan bergaul dengan orang lain, dan juga merasa tertekan dengan lingkungan dan juga diri saya sendiri.
Sadar sepenuhnya ada sesuatu yang salah pada diri saya, namun tidak bisa memperbaikinya; juga lingkungan keluarga yang 'tidak kondusif'… itulah akar dari stress dan depresinya saya kala itu.
Dan… singkat cerita kemudian perjalanan hidup membawa saya kuliah di Jurusan Psikologi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2003. Yang sebenarnya membuat saya semakin tertekan pada awalnya, karena sejak awal merasa tidak cocok dengan karir yang menuntut banyak interaksi dengan orang lain.

Ya kan waktu itu milih jurusan Psikologi semata sebagai pilihan dari rumpun IPS karena saya memilih mengambil jalur IPC dengan alasan peluang masuk lebih tinggi karena pilihannya tiga kan. Yah, kalo dipikir pelajaran IPS aja antipati banget jaman dulu, sebenarnya meski pilihan lebih banyak juga kan… Tapi, ya mungkin jalan nasib tadi, kok ya malah keterimanya di jurusan itu…

Dan singkat cerita yang sebenarnya berdarah-darah… hal di luar rencana itu akhirnya mempertemukan saya dengan banyak ilmu, kesempatan, dan orang-orang untuk mengenal diri saya lebih dalam… berdamai dengannya dan menjadi pribadi yang lebih sehat. Disitu kemudian terbersit keinginan saya untuk meneruskan kebaikan Tuhan itu pada orang lain yang mungkin tidak memiliki kesempatan seperti saya. 
Saya ingin meneruskan insight yang saya dapatkan pada orang-orang di sekitar yang tidak punya kesempatan itu. 
Kemudian… proyek ini pun terealisasi pertama kali pada tahun 2015 saat saya mendapat kesempatan mengisi acara arisan istri karyawan suami. And it's been a while… sejak kali pertama itu dan niatan saya tersimpan menjadi harapan karena tidak memiliki waktu untuk merealisasikannya kembali. Hingga akhirnya selepas resign pada Agustus 2019 lalu, kesempatan itu hadir kembali.

Sebenarnya rencana untuk mengisi acara pertemuan orang-tua di sebuah PAUD STAR CSR dari PT PLN (Persero) UPK Tarahan ini adalah wacana lama. Tapi, karena kesibukan kemudian mengalami delay panjang hingga kurang lebih 4 tahun.

Baca juga:

Ga ada kata terlambat kan ya… jadi meski ter-delay sekian lama, sungguh tidak mengurangi rasa syukur saya akhirnya bisa kembali berbagi pada banyak orang-tua dengan harapan mereka mampu memberikan lingkungan yang lebih kondusif untuk perkembangan anaknya.

Singkat cerita, saya berharap anak-anak ini tidak perlu mengalami kondisi seperti yang saya alami…

Mini Parenting Seminar di PAUD STAR

Setelah malamnya begadang nyiapin booklet untuk seminar, pagi jadi lumayan berat. Udah bangun pagi masih ngantuk, eh persiapan juga jadi ga smooth karena efek sambel hari sebelumnya yang membuat bolak-balik ke kamar mandi. Saya pun terlambat datang ke acara sekitar 15 menit, yang untungnya sih disiasati dengan menukar rapat wali murid di depan sebelum acara saya. Syippp…


Dan, karena udah telat… ya udah ga pake ba-bi-bu begitu masuk, pembawa acara langsung mempersilakan saya memulai sharing. Wokee… siapp…

Begitu materi diberikan, saya pun meminta para peserta mengisi kuesioner yang ada untuk mendapatkan gambaran kepribadian mereka. Sengaja ga pake teori-teori yang ribet, saya pakai aja teori yang sebenarnya kurang populer bernama The Color Code, yang menurut saya mirip-mirip dengan Personality Plus. Baik dari strukturnya yang membagi kepribadian menjadi empat golongan dan juga kesederhanaannya untuk dipahami.



Selanjutnya, kami membahas masing-masing tipe kepribadian, meliputi karakteristik dan juga bagaimana cara yang tepat untuk memperlakukan mereka… The dos and the donts… Dan secara khusus bagi anak-anak, bagaimana perlakuan yang tidak tepat akan membuatnya tidak dapat berkembang dengan optimal secara psikis dan juga mengembangkan potensinya.

Dan yang menyenangkan itu, bagaimana antusiasnya peserta yang kebetulan semua ibu-ibu ini dalam sesi diskusi dan sharing. Bagaimana mereka menanggapi penjelasan saya, dengan bersemangat berceletuk karena merasa sesuai dengan kondisi yang sering mereka alami, sampai bertanya mengenai permasalahan-permasalahan mereka.

Bagi saya, ini benar-benar membahagiakan… Saya mungkin bukan seorang expert, namun bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses untuk mendapatkan informasi terkait psikologi dan berdiskusi langsung, dari antusiasme mereka, saya tahu apa yang saya berikan insyaallah bermanfaat untuk mereka.

Sejak awal, saya resign saya pun pernah mengungkapkan pada suami kalau saya ingin kembali melanjutkan program charity seperti ini. Sebagaimana janji saya dulu sekali bahwa saya ingin meneruskan insight dan kebaikan yang saya terima kepada orang lain. Pada orang-orang yang mungkin tidak mendapatkan akses yang cukup luas untuk pengetahuan mengenai psikologi, terutama mengenai psikologi anak. Seperti halnya kedua orang-tua saya dulu, yang tidak menyadari keunikan kepribadian saya sehingga pada akhirnya tumbuh menjadi remaja yang kurang sehat secara psikologis.

Makanya, saya terharu sekali saat para pengajar di sana memberikan saya bingkisan padahal sejak awal sudah saya tegaskan bahwa ini gratis. Saya emang pengen kok dan merasa bahagia dengan membantu orang-orang yang membutuhkan. So, jika ada sekolah atau komunitas lain yang notabene tidak memiliki akses karena kendala biaya dan sebagainya memang membutuhkan informasi semacam ini, saya welcome sekali untuk diundang jika waktu memungkinkan.

Hihi, tuh sampai di bold ya… soalnya bagi saya ini memang adalah kebahagiaan tersendiri untuk bisa memberikan sesuatu pada masyarakat yang membutuhkan.


And at last… semoga apa yang saya sampaikan benar-benar membawa manfaat bagi ibu-ibu orang tua murid di PAUD STAR ya… Juga untuk anak-anak yang masih belia ini, semoga kemudian bisa mendapatkan ruang tumbuh yang lebih baik dan kondusif untuk mengembangkan potensi-potensi mereka. Amiiin.

With Love,
Nian Astiningrum
-end-